3 Cara Tottenham Bisa Kalahkan City di Etihad
Editor Bolanet | 22 November 2013 16:27
Bola.net - akan melawat ke Etihad Stadium untuk menghadapi Manchester City dalam lanjutan kompetisi Premier League 2013/14 hari Minggu (24/11) ini. Kemenangan bukanlah target yang mudah bagi pasukan Andre Villas-Boas.
Performa City memang sedang tidak optimal. Di laga terakhir, tim besutan Manuel Pellegrini itu ditekuk Sunderland 0-1. Namun, meski sebagian besar pemainnya baru pulang dari tugas internasional, tuan rumah tetap lebih diunggulkan.
Alasan pertama adalah skuat yang dianggap lebih berkualitas daripada Tottenham. Alasan kedua: Etihad.
Sejak tiga musim lalu sampai sekarang, City hanya pernah menelan dua kekalahan kandang di ajang liga. Dari 38 laga home terakhirnya itu, The Citizens tak terkalahkan 36 kali.
Bisakah Tottenham memberi City kekalahan ketiga? Dengan tiga taktik berikut, misi tersebut mungkin dapat mereka wujudkan. (br/gia)
Mainkan Sandro Dari Menit Awal

Para bek sentral Tottenham bakal dipaksa bekerja keras menghadapi duet striker Alvaro Negredo dan Sergio Aguero. Guna meminimalkan ancaman, khususnya dari Aguero, Sandro sangatlah dibutuhkan.
Gelandang bertahan Brasil itu diperlukan untuk mengekang Aguero dengan man-mark.
Aguero memang tak mudah dihentikan. Namun, keberadaan Sandro bisa mencegah sang striker Argentina terlalu sering berada dalam situasi one-on-one secara langsung dengan para bek sentral Tottenham.
Alasannya, tak ada bek Tottenham yang bakal menang adu sprint melawan Aguero. Itu adalah situasi yang sangat berbahaya bagi mereka.
Villas-Boas mungkin bakal tetap menerapkan formasi 4-2-3-1 kesukaannya atau bahkan mencoba 4-3-3. Dengan 4-2-3-1, Sandro dan Paulinho berdiri di posisi '2'. Kalau tiga gelandang yang dipilih, komposisi Etienne Capoue/Sandro/Paulinho dapat menjadi alternatif.
Yang jelas, nama Sandro harus selalu ada dalam setiap kombinasinya.
Tekan Habis Pertahanan Sentral City

Tanpa Kompany, pertahanan City sungguh berada di level yang berbeda, tak sesolid seperti diperkuat sang kapten asal Belgia.
Duet Demichelis-Lescott diragukan kekompakannya karena jarang bermain bersama. Ini adalah jalan bagi Tottenham untuk mengoyak gawang tuan rumah.
Serangan balik cepat sebelum dua orang itu punya waktu untuk menyusun pertahanannya bisa jadi strategi meraih kemenangan.
Villas-Boas mungkin juga harus mempertimbangkan memainkan Erik Lamela sebagai starter. Dribbling skill gelandang serang Argentina itu bisa menjadi mimpi buruk bagi Demichelis-Lescott.
Maksimalkan Insting Predator Soldado

Pemain Spanyol tersebut hanya bisa mencatatkan 2,4 shots per game. Untuk ukuran seorang striker utama, angka itu jelas sangat minimal. Sampai pekan ke-11, dia bahkan cuma menempati peringkat 23 dalam daftar 'players with most shots per game' di kasta tertinggi Inggris musim ini.
Semua itu karena barisan tengah Tottenham berperan sangat besar dalam menyerang, tapi kurang maksimal dalam memberikan suplai bola-bola matang kepadanya di barisan depan.
Sungguh sangat disayangkan. Padahal, Soldado adalah striker dengan kemampuan finishing papan atas.
Untuk menaklukkan City, Tottenham harus memaksimalkan peran Soldado dengan insting predator yang dimilikinya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Wrexham vs Chelsea 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 20:14
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Madura United 7 Maret 2026
Bola Indonesia 6 Maret 2026, 19:50
-
Prediksi Mansfield Town vs Arsenal 7 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 19:44
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persebaya 7 Maret 2026
Bola Indonesia 6 Maret 2026, 18:51
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs PSM 7 Maret 2026
Bola Indonesia 6 Maret 2026, 17:41














