3 Klub yang Kalah Setelah Hukuman Manchester City Dicabut
Aga Deta | 16 Juli 2020 14:18
Bola.net - Manchester City lolos dari jeratan sanksi UEFA terkait pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Namun, tidak semua orang senang dengan keputusan tersebut.
Manchester City sebelumnya dijatuhi hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun oleh UEFA. Mereka juga mendapat denda sebesar 30 juta euro.
Klub asuhan Josep Guardiola dianggap melanggar FFP lantaran kedapatan memanipulasi dana sponsor. Itu terjadi pada rentang 2012-2016.
The Citizens pun tak terima dengan sanksi tersebut. Mereka akhirnya memilih menempuh jalur banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
CAS kemudian mengeluarkan pernyataan resminya pada Senin (13/7/2020). Mereka menyatakan bahwa The Citizens tak terbukti melakukan pelanggaran FFP.
Dengan demikian, City bisa tampil di Liga Champions pada musim depan. Keputusan yang dikeluarkan CAS itu sepertinya akan merugikan beberapa klub.
Liverpool

Jurgen Klopp menyebutnya sebagai hari yang buruk untuk sepak bola. The Reds seharusnya senang bahwa jadwal Manchester City tetap padat jika bermain di Liga Champions. City bisa kembali berhadapan dengan cedera sehingga kesulitan di Premier League.
Namun, bukan itu masalahnya. Liverpool kalah karena The Citizens bisa kembai belanja jor-joran di bursa transfer. The Reds dengan hati-hati bermanuver di bursa transfer untuk merangkai tim yang hebat.
Liverpool tidak bisa menyamai City di bursa transfer dan keputusan ini akan merugikan mereka dalam jangka panjang.
Manchester United

Manchester United berada di urutan kelima di klasemen sementara Premier League. Jika City terkena hukuman, mereka akan lolos ke Liga Champions. Namun, itu tidak akan terjadi sekarang.
Setan Merah tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan kompetitif tetapi masih berada di belakang Chelsea dan Leicester City. Selain itu, mereka masih bertarung di FA Cup dan Liga Europa juga.
Pasukan Ole Gunnar Solskjaer masih punya kans ke Liga Champions. Namun, hukuman yang didapat City seharusnya akan mengurangi level stres mereka secara signifikan.
Barcelona

Ini bukan merugikan Barcelona sepenuhnya tetapi Josep Maria Bartomeu. Presiden Blaugrana itu menginginkan Josep Guardiola kembali ke Camp Nou. Itu akan sangat membantu upayanya untuk mempertahankan kursi kepresidenannya di Barcelona.
Selain itu, Guardiola akan senang kembali ke Catalan setelah menghabiskan satu dekade di klub lain. Harapan-harapan ini sepertinya tidak akan menjadi kenyataan.
Dengan Xavi berpihak pada calon presiden lainnya, posisi Barteomeu terancam. Selain itu, City ingin mendapatkan Lautaro Martinez dari Inter Milan sehingga rencana transfer Barcelona berada dalam bahaya.
Sumber: Ronaldo.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















