4 Alasan Mengapa Belanda Tersingkir Lebih Awal
Editor Bolanet | 18 Juni 2012 16:33
Bola.net - Oleh: Dimas Ardi
tersingkir dari Euro setelah menampilkan performa yang mengecewakan saat melawan . Belanda tak mampu mengimbangi dominasi Portugal malam itu.
Namun kegagalan mereka sebenarnya dimulai sejak bergulirnya pertandingan pertama. Inilah alasan mengapa tim Belanda tersingkir lebih awal dari turname Euro kali ini.
1. Duo Gelandang Bertahan
Bert van Marwijk mungkin sudah mengganti komposisi pemainnya saat melawan Portugal, tapi keputusannya untuk memainkan Mark van Bommel dan Nigel de Jong sebelumnya telah merintangi peluang Belanda untuk lolos ke babak selanjutnya.
Bermain dengan dua gelandang bertahan sekaligus justru membingungkan dan terkesan terlalu berhati-hati.
Kekuatan tim Belanda terletak pada permainan menyerang mereka, namun sang pelatih justru terlalu menitikberatkan kepada permainan fisik. Tim ini memainkan skema yang salah, dan jelas terlihat pada standar permainan mereka.
De Jong dan van Bommel sebetulnya merupakan pemain yang mumpuni, tapi kekuatan utama mereka sebenarnya terletak dalam urusan bertahan. Sebagai tim yang dikenal memiliki talenta-talenta sepakbola luar biasa dan mental menyerang yang kuat, Belanda seharusnya memainkan pemain-pemain yang bertipe lebih menyerang di sektor lapangan tengah mereka.
2. Terlalu Banyak Aksi Individu & Kurangnya Kekompakan Ketika Menyerang
Belanda memiliki terlalu banyak pemain yang ingin menjadi kreator serangan tim. Mereka bahkan seperti bermain tidak untuk negara mereka, tapi untuk diri mereka sendiri. Contohnya, tidak ada ruang bagi Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart dan Arjen Robben untuk tampil bersama dalam sebuah pertandingan.
Ketiganya saling bergesekan untuk menjadi kreator serangan tim di area pertahanan lawan. Ini jelas tidak bagus. Sebuah tim yang ideal hanya membutuhkan seorang kreator saja.
Hal yang sama juga terjadi pada kasus Robin van Persie dan Klaas-Jan Huntelaar. Keduanya tidak akan efektif bila dimainkan bersama-sama. Keduanya hanya akan tampil maksimal jika skema permainan tim didesain khusus untuk salah seorang striker tersebut. Akibatnya, tim Belanda hanya mampu tampil menyerang secara sporadis tanpa arah yang jelas dan tidak konsisten.
3. Minim Regenerasi Sejak 2010
Kesalahan tim Belanda juga terletak pada sistem regenerasi pemain mereka. Tidak banyak pemain muda yang tampil dalam tim senior sejak Piala Dunia 2010. Pemain veteran seperti van Bommel bahkan seperti tak terusik singgasananya di sektor lapangan tengah.
Lalu, dimanakah para talenta-talenta muda seperti Kevin Strootman dan Luuk de Jong berada? Mereka terpinggirkan karena sang pelatih lebih memilih opsi yang aman baginya. Memilih pemain-pemain yang telah dikenalnya saja. Hasilnya, permainan Belanda tampak loyo.
4. Para Bek Yang Lambat
Pertahanan tim Belanda menunjukkan penampilan yang mengerikan di Euro kali ini. Mengerikan dalam arti menyedihkan. Salah satu alasan utama kenapa kerap terjadi kekacauan di sektor belakang Belanda adalah akibat kurangnya kecepatan yang dimiliki para pemain-pemain bek tersebut.
Salah satu tersangkanya adalah bek kanan Gregory van der Wiel. Pemain ini sempat digadang-gadang sebagai pemain yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Namun penampilannya sejak awal hingga berakhirnya turnamen dikategorikan buruk. Dia seringkali salah posisi dan tak mampu membendung serangan-serangan lawan yang datang melalui area yang dijaganya.
Lalu muncul nama pemain termuda Euro 2012 ini, Jetro Willems, 18 tahun. Turnamen kali ini bak mimpi buruk buatnya. Kedua bek kanan dan kiri juga tak mendapat support yang seharusnya mereka dapatkan dari duo bek tengah Joris Mathijsen dan John Heitinga. Joris Mathijsen nampak lesu dan lamban, sementara Heitinga tampil tidak dalam performa terbaiknya.
Apa yang terjadi di Euro 2012 pada tim Belanda ini bukan yang pertama kalinya. Tim ini tak jarang tampil individualis ketimbang tampil sebagai tim. Cara tim ini tereliminasi dari turnamen cukup menyakitkan. Mereka dipecundangi Portugal dan para pemain bintangnya seringkali tampil tidak seperti yang diharapkan.
Belanda harus menggunakan momen ini untuk menata ulang tim nasional mereka. Sneijder dan van Persie tetap merupakan pemain-pemain kelas dunia dan kedepannya mereka masih dapat memimpin tim Belanda untuk maju. Namun keduanya harus didampingi pemain-pemain baru yang masih muda. (kpl/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Flashback Euro 2012: Voli Roket Sami Khedira Hancurkan Yunani
Piala Eropa 30 Maret 2016, 16:46
-
Flashback Euro 2012: Kala Balotelli Buyarkan Mimpi Jerman
Piala Eropa 29 Maret 2016, 14:49
-
Flashback Euro 2012: Tyton, From Zero to Hero
Piala Eropa 21 Maret 2016, 15:52
-
Flashback Euro 2012: Kala Si Tua Shevchenko Cerahkan Hari Ukraina
Piala Eropa 21 Maret 2016, 15:41
-
Momen Magis EURO: Penalti Panenka Pirlo
Piala Eropa 7 Oktober 2015, 12:47
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19











