5 Alasan Real Madrid Gagal Pertahankan Gelar La Liga
Aga Deta | 25 April 2018 12:59
Bola.net - Bola.net - Berbeda dengan Liga Champions, Real Madrid menjalani musim yang buruk di pentas La Liga musim ini. Akibatnya, Los Blancos gagal mempertahankan gelar La Liga yang diraih pada musim kemarin.
Tim asuhan Zinedine Zidane tampil kurang garang di pentas domestik dan sering kehilangan poin melawan tim semenjana. Mereka pun akhirnya tak mampu menjadi pesaing Barcelona dalam perebutan gelar La Liga musim ini.
Ada banyak faktor yang menyebabkan Los Blancos gagal mempertahankan gelar mereka? Apa sajakah itu? Berikut ini daftarnya seperti dilansir Sportskeeda.
Start Lambat

Start Lambat
Real Madrid menjalani start yang lambat di La Liga musim ini. Tidak mudah mempertahankan momentum setelah menjuarai liga tetapi tim yang kurang kompak dan performa kebanyakan pemain kunci selama paruh pertama musim ini benar-benar menghancurkan peluang Madrid untuk mempertahankan gelar mereka.Cedera dan skorsing yang dialami pemain kunci juga memainkan peranan penting. Ronaldo mendapat skors lima pertandingan karena kartu merah yang didapatkannya akibat mendorong wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea pada leg pertama Piala Super Spanyol melawa Barcelona.
Selanjutnya, Gareth Bale, Keylor Navas, Toni Kroos, Marcelo, Sergio Ramos, Karim Benzema, Dani Carvajal, Mateo Kovacic, dan Raphael Varane bergantian masuk ruang perawatan.
Tak Punya Super Sub

Tak Punya Super Sub
Lini depan Real Madrid tampil sangat tajam sehingga mereka berhasil merengkuh gelar La Liga pada musim kemarin. Bahkan Los Blancos selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan La Liga.Meski punya banyak pemain bertalenta di setiap posisi, kekuatan lini depan Madrid sudah berkurang. Musim ini mereka tidak punya pemain yang bisa mencetak gol dari bangku cadangan setelah kepergian Alvaro Morata, James Rodriguez dan bahkan Mariano Diaz.
Musim lalu, Morata dan James mencetak total 23 gol di La Liga dan mereka menikmati musim terbaiknya dalam hal mencetak gol.
Butuh Striker Baru

Butuh Striker Baru
Sudah bukan rahasia lagi kalau ketajaman Karim Benzema menurun drastis. Striker Prancis itu hanya mencetak lima gol di liga dan sering membuang-buang peluang di depan gawang.Benzema memang masih bisa memberikan 10 assist di liga musim ini. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa Madrid membutuhkan striker berkualitas yang bisa mencetak gol secara rutin.
Menurunnya performa Benzema membuat Madrid sangat tergantung pada Cristiano Ronaldo. Sayangnya, penampilan Ronaldo belum moncer pada awal musim sehingga berdampak pada hasil yang didapat Madrid.
Selain itu, cedera juga sangat mempengaruhi performa Gareth Bale. Pemain Wales itu tidak bisa menjadi pembeda ketika diberi kesempatan oleh Zinedine Zidane.
Tak Maksimalkan Pemain Pelapis

Tak Maksimalkan Pemain Pelapis
Zidane belum bisa memaksimalkan pemain yang ada di bangku cadangan. Dani Ceballos dan Marcos Llorente sering dicoret dari skuat musim ini dan nyaris tak terlihat di atas lapangan meski mereka terkadang tampil bagus setiap kali diberi kesempatan.Madrid kesulitan melawan tim yang bermain bertahan termasuk dalam pertandingan terakhir melawan Athletic Bilbao. Pemain seperti Ceballos dan Mateo Kovacic sebenarnya bisa membantu menghadapi sistem ini bukan cuma melepas umpan silang dan berharap ada yang bisa mengkonversinya menjadi gol.
Krisis Identitas

Krisis Identitas
Krisis identitas sangat merugikan Real Madrid. Zidane sudah menguji banyak formasi di liga dan dengan kombinasi pemain yang berbeda mempengaruhi kepaduan dan kemampuan tim untuk membangun ritme.Madrid paling sering memainkan skema 4-4-2 flat di liga musim ini dengan 10 pertandingan. Tampaknya sistem ini yang paling efektif karena mampu mengumpulkan 35 gol (8 kemenangan dan 2 imbang). Skema 4-3-3 dengan lini depan BBC yaitu Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo juga memberikan efek yang luar biasa setelah mencetak 20 gol dalam enam penampilan (4 kemenangan dan 2 seri).
Skema 4-4-2 diamond sudah digunakan dalam 7 kesempatan dengan mencetak sembilan gol. Tapi skema tersebut hanya menghasilkan 2 kemenangan, 3 imbang dan 2 kekalahan itu bisa dibilang kurang efektif dari semua sistem yang digunakan oleh Zidane. Namun, skema tersebut paling sering digunakan dalam pertandingan besar.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Valencia vs Atletico Madrid 2 Mei 2026
Liga Spanyol 2 Mei 2026, 16:19
-
Hansi Flick Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Kapan Diumumkan?
Liga Spanyol 2 Mei 2026, 09:16
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Man United 3-2 Liverpool: Matheus Cunha
Liga Inggris 3 Mei 2026, 23:46
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Inter vs Parma
Liga Italia 3 Mei 2026, 23:25
-
Man of the Match Sassuolo 2-0 AC Milan: Armand Lauriente
Liga Italia 3 Mei 2026, 22:24
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 3 Mei 2026, 21:17
-
RESMI: Semen Padang Degradasi dari BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 3 Mei 2026, 21:05
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Juventus vs Verona
Liga Italia 3 Mei 2026, 20:56
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persija 4 Mei 2026
Bola Indonesia 3 Mei 2026, 20:38
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20









