5 Alasan Solskjaer Pantas Jadi Manajer Permanen MU
Aga Deta | 10 Januari 2019 15:36
Bola.net - Bola.net - Ini sudah berjalan enam tahun sejak Sir Alex Ferguson mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer salah satu klub terbesar di dunia, Manchester United. Setiap penggemar Setan Merah dan kritikus sama-sama yakin pembangunan kembali skuat yang ditinggalkan oleh manajer legendaris itu akan memakan waktu bertahun-tahun.
United sudah mencoba memakai jasa sejumlah manajer seperti David Moyes, Louis Van Gaal, dan yang terbaru adalah Jose Mourinho. Mereka masih belum mampu mengembalikan kejayaan Setan Merah.
Sekarang United berada di bawah kendali Ole Gunnar Solskjaer. Arsitek asal Norwegia itu mampu membangkitkan performa The Red Devils dan mereka terlihat seperti tim yang baru.
Berikut ini lima alasan Ole Gunnar Solskjaer harus jadi manajer permanen Manchester United seperti dilansir Sportskeeda.
Gaya Sepakbola Menghibur

Jose Mourinho memang memenangkan dua gelar dan membimbing Manchester United ke final FA Cup dalam dua musim sebagai manajer. Namun, sepak bola yang dimainkan cenderung bertahan dan tidak menghibur.
United di bawah Ole Gunnar Solskjaer sudah memainkan sepakbola menyerang. Satu sentuhan di antara tiga pemain depan dengan Paul Pogba sebagai poros. Bek sayap ikut maju ke depan dengan rata-rata 12,8 tembakan per pertandingan. Semua poin itu untuk menekankan pada sepakbola menyerang.
Dengan 16 gol yang dicetak dalam 5 pertandingan pertama, United terlihat seperti tim yang mencetak gol lebih banyak dari lawan daripada kebobolan lebih sedikit.
Bangkitkan Pemain

Hiruk pikuk di sekitar Old Trafford tak lagi dirasakan sampai kedatangan Solskjaer dan hal itu juga terjadi di ruang ganti. Para pemain sekarang bermain dengan kebebasan dan itu sudah jarang terlihat sejak kepergian Sir Alex Ferguson.
Dengan peman-pemain seperti Paul Pogba, Romelu Lukaku secara terbuka mengungkapkan betapa optimisnya setiap orang di ruang ganti. Sepertinya sudah jelas bahwa tujuan pertama dari pengangkatan Solskjaer adalah untuk mengembalikan energi positif di antara para penggemar dan para pemain. Dan dia sudah berhasil melakukannya.
Pogba Bersinar

Sejak datang dari Juventus, Mourinho selalu dianggap tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari Paul Pogba. Itu tidak terjadi sejak kedatangan orang Norwegia. Dengan 4 gol dan 3 assist dalam 4 pertandingan terakhirnya, juara Piala Dunia menjadikan Old Trafford sebagai rumahnya sendiri.
Pogba sedang dalam performa terbaiknya. Pemain-pemain tertentu bisa berkembang setelah mendapat kebebasan dan Pogba adalah salah satunya. Dia terlihat seperti macan ompong di bawah Mourinho tetapi sama sekali berbeda di bawah Solskjaer. Pogba sepertinya sedang menunjukkan kemampuannya untuk Setan Merah sama seperti saat di Juventus.
Mantan Pemain

Untuk membangun kembali kejayaan seperti pada era Sir Alex Ferguson, United sudah memakai para pelatih terbaik dengan reputasi banyak gelar. Namun, para penggemar seperti tidak nyaman dengan mereka.
Alasannya, klub merasa seperti berpaling dari akar dan gaya sepak bola mereka. Dengan penunjukan Ole Gunnar Solksjaer, United sudah kembali ke jalan yang benar. Dia adalah legenda di klub dan orang yang sangat dicintai selama di Old Trafford.
Pemain Muda

Harus memecahkan rekor transfer dunia untuk memulangkan mantan pemain akademi adalah pukulan telak bagi Manchester United. Setan Merah dikenal sering menghasilkan dan yang lebih penting memasukkan pemain akademi ke dalam tim utama, tetapi tidak banyak yang mendapat kesempatan di bawah Mourinho.
Sejak Solskjaer diangkat, ia sudah memberi menit bermain kepada pemain-pemain seperti Andreas Periera, Angel Gomes, Scott McTominay. Ia juga memberikan debut kepada Tahith Chong untuk untuk menunjukkan kemampuannya kepada publik Old Trafford. Dengan Chelsea dan Manchester City punya akademi yang lebih kuat, United harus memastikan bahwa pemain akademi punya kesempatan untuk menembus tim utama.
Video Pilihan
Berita video legenda Argentina, Diego Maradona melayangkan kritik untuk Lionel Messi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






