5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Aga Deta | 23 Januari 2026 06:04
Bola.net - Michael Carrick memulai debutnya sebagai pelatih sementara Manchester United dengan hasil impresif. Tim tampil seperti terlahir kembali dengan permainan menyerang cepat berbasis sayap.
Formasi 4-2-3-1 membantu kebangkitan itu, namun yang lebih penting adalah kembalinya prinsip dasar era Sir Alex Ferguson. Tim mampu bertahan lama sebelum melancarkan serangan balik tajam.
Tidak bisa langsung menilai dari satu pertandingan, meski penggemar Man Utd sulit menahan diri. Banyak pemain langsung menunjukkan peningkatan performa signifikan.
Perubahan taktik Carrick membuat beberapa pemain kini lebih fokus dan bebas bergerak. Hal ini memungkinkan mereka mengeksekusi peran masing-masing dengan optimal.
Berikut lima pemain yang berpotensi bersinar di bawah arahan Carrick.
1. Bruno Fernandes
Bruno Fernandes mendapatkan manfaat besar dari peralihan ke formasi 4-2-3-1, di mana ia kembali menempati posisi favoritnya sebagai satu-satunya No 10. Pemain asal Portugal ini tampil luar biasa setelah fokus sepenuhnya pada peran kreatifnya.
Dengan kebebasan bergerak di ruang tengah, Fernandes mampu memberikan umpan lini pertama yang akurat kepada para gelandang dan bek tengah Man Utd. Posisi cerdasnya di dekat Rodri membantu membuka pertahanan Man City yang kurang padat di lini tengah.
Saat menguasai bola, Fernandes kerap cepat mengalihkan permainan ke sayap atau memberikan umpan terobosan kepada pemain yang bergerak di belakang. Ia menjadi pemain pertama yang menciptakan enam peluang dan memberikan assist dalam satu pertandingan Premier League melawan tim Pep Guardiola.
2. Casemiro
Casemiro menjadi sorotan dalam derby Manchester karena tampil berbeda berkat penggunaan midblock 4-4-2 oleh Carrick saat tim kehilangan bola. Formasi ini membuat gelandang Brasil itu lebih efektif meski kecepatan bukan keunggulannya.
Dengan Man Utd menunggu di posisi sempit dan padat, ruang di lini tengah sangat terbatas sehingga mengurangi kelemahan Casemiro. Pola ini mirip dengan yang ia jalani di Real Madrid bersama Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti.
Casemiro mencatat enam tekel dan intersep melawan Man City, hanya satu laga lain di Premier League musim ini yang lebih tinggi, yakni tujuh kali melawan Wolves. Jika Carrick terus menggunakan pendekatan ini, Casemiro bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya seperti saat di Madrid.
3. Kobbie Mainoo
Kobbie Mainoo mendapat kesempatan tampil sejak menit awal di Premier League berkat kehadiran Carrick di bangku pelatih. Performa energik gelandang muda ini melawan Man City menunjukkan potensinya yang sebenarnya.
Mainoo berlari sejauh 7,9 kilometer saat kehilangan bola, catatan tertinggi pemain Man Utd di Premier League musim ini. Carrick memberikan instruksi jelas yang memaksimalkan posisi alami Mainoo di lini tengah.
Tugas Mainoo termasuk menjaga Rodri dengan ketat, sambil dibantu pergerakan winger Man Utd yang menutup ruang. Penampilan ini membuat Mainoo kembali terlihat siap mendominasi lini tengah lawan.
4. Harry Maguire
Kombinasi klasik antara bek agresif dengan bek tinggi dan dominan udara terlihat pas antara Lisandro Martinez dan Harry Maguire. Maguire menonjol sebagai pusat ketenangan di lini belakang.
Instruksi yang sederhana, garis pertahanan lebih dalam, dan formasi 4-2-3-1 membuat Maguire nyaman. Ia tampil percaya diri menjaga Erling Haaland sepanjang pertandingan.
Haaland hanya memiliki 14 sentuhan dan tidak mencetak satu pun tembakan tepat sasaran. Carrick menilai pengalaman Maguire memberikan fondasi yang kuat bagi lini pertahanan tim.
5. Amad Diallo
Kecepatan serangan sayap yang mengalir membuat penggemar Man Utd terkesan, mengingatkan pada era kejayaan Ferguson. Amad menjadi pemain yang paling diuntungkan dengan kembalinya ia ke posisi sayap kanan alaminya.
Sistem taktis memungkinkan Amad menerima bola dengan banyak ruang untuk menggiring ke depan. Pergantian pemain dan kombinasi cerdas antara Fernandes, Mainoo, dan Mbeumo membuat Man City terperangkap di tengah, memberi Amad ruang lebar di sisi sayap.
Musim lalu, Amad mencatat 14 kontribusi gol dalam 26 pertandingan Premier League. Jika mendapat kesempatan bermain reguler di posisi terbaiknya, ia bisa kembali mencetak angka yang serupa.
Sumber: Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pavlovic Terpukul Usai Milan Tumbang dari Lazio
Liga Italia 16 Maret 2026, 16:02
-
Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Liga Inggris 16 Maret 2026, 15:25
LATEST UPDATE
-
Prediksi Sporting vs Bodo/Glimt 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 19:00
-
Prediksi Man City vs Real Madrid 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 18:15
-
Prediksi Chelsea vs PSG 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 17:30
-
Rumor Xabi Alonso ke Liverpool Makin Panas, Agen Akhirnya Buka Suara
Liga Inggris 16 Maret 2026, 16:38
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 18-19 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 16:23
-
Pavlovic Terpukul Usai Milan Tumbang dari Lazio
Liga Italia 16 Maret 2026, 16:02
-
Prediksi Arsenal vs Leverkusen 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 16:00
-
Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Liga Inggris 16 Maret 2026, 15:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05








