5 Laga Kunci Milan di Putaran Pertama Serie A 2015/16
Editor Bolanet | 10 Agustus 2015 16:12
Bola.net - Bola.net - AC Milan era baru besutan pelatih anyar Sinisa Mihajlovic telah mengetahui jadwal pertandingan mereka di Serie A 2015/16.
Dua musim terakhir, Milan selalu gagal finis di zona Eropa. Musim ini kegagalan serupa tak boleh terulang. Oleh karena itu, Milan sudah melakukan sejumlah perombakan.
FIlippo Inzaghi digantikan Mihajlovic di kursi pelatih. Beberapa pemain yang tidak masuk rencana Mihajlovic telah dilepas. Milan juga sudah mendatangkan amunisi-amunisi anyar berkualitas.
Target Milan adalah kembali ke papan atas dan finis setidaknya di tiga besar. Untuk itu, Milan perlu terlebih dahulu melalui tantangan-tantangan di putaran pertama.
Dari semua pertandingan di putaran pertama, lima ini dianggap sebagai yang kunci atau yang paling krusial dan bisa menentukan sukses atau tidaknya Milan mewujudkan misi mereka kembali ke tiga besar Serie A. Simak ulasannya berikut.
Fiorentina - Giornata 1

Hasil positif di kandang tim sekuat Fiorentina, yang musim lalu finis peringkat 4 atau enam tingkat di atas Milan (10), bisa menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi pasukan Sinisa Mihajlovic untuk mengarungi musim 2015/16.
Laga ini sendiri bisa dibilang sebagai laga antara dua tim yang sedang memasuki masa transisi. Sama seperti Milan, Fiorentina juga baru saja berganti pelatih dari Vincenzo Montella ke Paulo Sousa.
Skuat Fiorentina juga mengalami cukup banyak perubahan dibandingkan musim sebelumnya. Hasilnya pun tidak mengecewakan.
Dalam turnamen pramusim International Champions Cup 2015 beberapa waktu lalu, Fiorentina sukses menjinakkan raksasa Barcelona 2-1 di Artemio Franchi. Itu adalah sinyal bahwa Fiorentina tak bisa diremehkan oleh tim mana pun, tak terkecuali Milan.
Milan mengincar kemenangan di awal, tapi Fiorentina pasti takkan membiarkannya. Namun, jika bisa melaluinya dengan baik, Rossoneri bisa melaju dengan kondisi moral yang optimal.
Inter Milan - Giornata 3

Derby della Madonnina jilid pertama di Serie A 2015/16 ini akan digelar dengan Inter sebagai tuan rumah. Kedua tim akan turun di laga ini sama-sama mengusung misi pembuktian.
Beberapa musim terakhir, Derby della Madonnina mulai kehilangan pamor. Pasalnya, derby penuh gengsi duo Milan ini tak lebih dari sekadar pertarungan dua tim papan tengah yang mengincar zona Eropa. Derby ini tak lagi menjadi ajang bentrokan dua rival sekota dengan status kandidat peraih Scudetto.
Sama seperti Milan, musim lalu Inter juga gagal finis di zona Eropa. Inter pun telah melakukan perombakan skuat besar-besaran, termasuk menyalip Milan dalam perburuan Geoffrey Kondogbia.
Derby Milan sudah tesaji di pramusim di ajang International Champions Cup. Milan menang 1-0 berkat gol tunggal Pilippe Mexes. Hanya saja, Milan kehilangan Antonio Nocerino yang dikartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Kondogbia. Perlu diingat, laga itu cuma bertajuk uji coba pramusim.
Namun, derby tetaplah derby. Atmosfer panas selalu ada. Di laga resmi, giornata 3 nanti, tekanannya pasti lebih besar, terutama karena kedua tim sama-sama berniat membuktikan bahwa mereka pantas kembali ke posisi elit di papan atas Serie A.
Musim lalu, Milan mengalahkan Lazio 3-1 dan Parma 5-4 di dua giornata awal. Milan kemudian ditekuk Juventus 0-1 pada giornata 3. Setelah itu, Milan seperti kehilangan konsistensi.
Musim ini, tantangan berat juga menunggu Milan di giornata 3. Lawannya bukan sang juara bertahan, tapi rival sekota mereka.
Sassuolo - Giornata 9

Lalu, kenapa laga melawan Sassuolo masuk dalam daftar ini? Jawabannya adalah karena rekor buruk Milan melawan mereka. Bagi Milan, i Neroverdi ibarat duri di dalam daging.
Sejak promosi ke Serie A, Sassuolo telah menghadapi Milan empat kali di Serie A. Hasilnya, Sassuolo menang tiga kali. Tiga kemenangan itu pun didapat Sassuolo lewat cara yang mengagumkan.
Pada pertemuan perdana, musim 2013/14 di kandang Sassuolo, Milan sempat unggul 2-0. Namun, pemuda berusia 19 tahun bernama Domenico Berardi menenggelamkan mereka dengan quattrick-nya. Milan dipaksa menyerah 3-4 dan Massimiliano Allegri kehilangan jabatan. Milan membalas 2-1 di San Siro musim itu.
Namun, di Serie A musim lalu, Milan dua kali tunduk di kaki Sassuolo. Milan kalah 1-2 di San Siro 3-2 di kandang Sassuolo, di mana Berardi kembali menjadi mimpi buruk Milan, kali ini dengan tiga golnya.
Musim ini, Milan akan melawan Sassuolo pada giornata 9 di San Siro. Milan tak boleh lupa, Berardi juga masih ada di skuat i Neroverdi dan pastinya sudah lebih matang daripada musim-musim terdahulu.
Bagi Milan, ini lebih ke arah ujian mental. Jika Mihajlovic sanggup membawa Milan mengatasi duri dalam daging ini, terlebih lagi dengan sebuah kemenangan yang meyakinkan, Rossoneri sepertinya bisa diharapkan.
Lazio - Giornata 11

Lazio memang baru saja dikalahkan Juventus di Supercoppa Italiana. Namun, Lazio belum berada dalam kondisi terbaik mereka.
Musim lalu, Lazio finis peringkat tiga dan lolos ke play-off Liga Champions. Lazio juga nyaris menang melawan Juventus di final Coppa Italia setelah sebelumnya menyingkirkan Milan di perempat final dan Napoli di semifinal.
Musim ini, Milan dan Lazio akan bertemu pada giornata 11. Pada titik ini, Milan sudah akan melalui laga melawan sejumlah klub besar, seperti Inter dan Napoli. Namun, ini akan menjadi pertama kalinya bagi Milan menghadapi tim tiga besar dari musim sebelumnya.
Skuat Lazio juga tidak banyak berubah. Lazio pun sedang berusaha keras mempertahankan Lucas Biglia, kapten anyar dan salah satu pemain pilar mereka.
Laga ini digelar di Olimpico, tempat yang tidak ramah bagi tim-tim lawan. Ini akan menjadi ujian berat bagi Milan dan Mihajlovic. Ini bakal menjadi salah satu laga untuk mengukur pantas atau tidaknya Rossoneri finis di tiga besar.
Juventus - Giornata 13

Peraih empat Scudetto beruntun Juventus punya wajah berbeda musim ini. Sang juara bertahan tidak lagi diperkuat Carlos Tevez, Arturo Vidal dan regista Andrea Pirlo. Namun, itu bukan berarti Juventus melemah.
Juventus tetaplah Juventus. Pemain-pemain anyar seperti Mario Mandzukic dan Paulo Dybala sudah mulai 'nyetel' dengan klub barunya. Lazio telah membuktikan itu ketika gol-gol Mandzukic dan Dybala memaksa mereka menyerah di Supercoppa Italiana 2015.
Milan wajib waspada. Laga ini digelar di Juventus Stadium, yang sudah mereka tahu keangkerannya.
Juventus sendiri masih bergerilya di lantai bursa untuk mencari seorang trequartista kelas dunia. Jika bisa mendapatkannya, kekuatan Juventus bakal sempurna. Dalam situasi seperti itu, ancaman bagi Milan jelas bertambah besar.
Juventus selalu mengalahkan Milan dalam enam pertemuan terakhir di semua ajang, baik kandang maupun tandang. Statistik itulah sedikit gambaran betapa beratnya ujian yang akan dihadapi Milan di markas La Vecchia Signora.
Namun, jika bisa melewati ujian ini dengan baik, Milan boleh optimistis mereka bakal kembali ke tempat yang semestinya di papan atas persepakbolaan Italia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




