5 Striker Top Yang Gagal Bersinar di Chelsea
Aga Deta | 16 Agustus 2018 16:28
Bola.net - Bola.net - tidak diragukan lagi adalah salah satu klub yang cukup sukses di Inggris saat ini. Sejak Sejak diambil alih oleh miliarder Rusia Roman Abramovich pada tahun 2004, The Blues berhasil merengkuh banyak gelar.
Sejak era Premier League dimulai pada tahun 1992, The Blues sudah mendatangkan banyak striker berkualitas. Dari Mark Hughes sampai ke Alvaro Morata, mereka punya nasib yang berbeda-beda di Stamford Bridge.
Didier Drogba dan Diego Costa merupakan striker yang pernah memberikan kontribusi yang besar kepada Chelsea. Namun, tidak semua striker yang didatangkan The Blues bisa meraih kesuksesan.
Berikut ini lima striker top yang gagal bersinar di Chelsea seperti dilansir Sportskeeda.
Carlton Cole

Meski menghabiskan enam musim di Chelsea setelah promosi dari akademi klub, Cole hanya bermain dua musim penuh di Stamford Bridge sebelum dilepas ke West Ham pada musim 2006/07.
Banyak yang diharapkan dari Cole ketika dia melakukan debut untuk klub pada musim 2000/01 sebagai pemain pengganti untuk Jimmy Floyd Hasslebaink dan Gianfranco Zola. Manajer The Blues saat itu Claudio Ranieri juga menggambarkan Cole sebagai salah satu talenta muda terbaik di dunia.
Namun, Cole cuma berkutat di bangku cadangan selama di Chelsea. Dari lima musim yang dia habiskan di klub, Cole sempat dipinjamkan ke Wolverhampton Wanderers, Charlton Athletic, dan Aston Villa.
Mantan striker Persib Bandung itu tidak pernah memenuhi potensinya dan hanya mencetak delapan gol dalam 31 pertandingan untuk klub.
Mateja Kezman

Banyak yang diharapkan dari Mateja Kezman setelah pindah ke Chelsea dari raksasa Belanda PSV Eindhoven.
Kezman mencetak 35 gol di Eredivisie pada musim 2002/03 ketika PSV memenangkan gelar dan sepertinya dia sangat dibutuhkan klub untuk memulai era baru di bawah Roman Abramovich.
Namun, Kezman tidak mampu menunjukkan ketajamannya selama di Stamford Bridge. Pemain Serbia itu hanya mampu mencetak 7 gol dalam 41 pertandingan.
Satu musim kemudian Kezman dijual ke Atletico Madrid seharga 5,3 juta pounds.
Claudio Pizarro

Claudio Pizarro merupakan salah satu striker terbaik Eropa selama waktunya di klub Jerman Werder Bremen. Dia menjadi pencetak gol terbanyak klub dan pencetak gol asing terbanyak dalam sejarah Bundesliga.
Namun, Pizarro tidak bisa menunjukkan kemampuan mencetak golnya di Premier League dengan jersey Chelsea. Dia tidak bisa membuktikan dirinya sebagai pelapis yang bagus untuk Didier Drogba.
Gaya permainanya yang lambat tidak cocok di Premier League. Pizarro akhirnya hanya bisa mencetak dua gol dari 32 pertandingan untuk The Blues.
Andriy Shevchenko

Sebelum datang ke Chelsea, Shevchenko merupakan salah satu striker yang haus gol di Eropa. Saat itu Shevchenko memang berada dipuncak karirnya bersama AC Milan.
Pada musim panas 2006, Abramovich memutuskan mendatangkan pemain Ukraina itu ke Premier League. Shevchenko direkrut dengan biaya 30,8 juta pounds.
Mourinho ternyata tak pernah menginginkan tenaga Shevchenko. Mantan superstar Dynamo Kiev itu tak masuk dalam rencana Mourinho sehingga hanya mampu mencetak 22 gol dari 77 penampilan di Chelsea.
Fernando Torres

Torres merupakan salah satu striker mematikan di Eropa saat itu. Dia menunjukkan ketajamannya saat bermain untuk Atletico Madrid dan Liverpool.
Chelsea kemudian mendatangkan sang pemain pada Januari 2011 dengan memecahkan rekor transfer Inggris sebesar 50 juta pounds. Mengingat biaya transfernya yang sangat mahal, banyak yang diharapkan dari El Nino.
Namun, masalah cedera membuat Torres tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya di Stamford Bridge. Torres hanya mampu mencetak 45 gol dari 172 pertandingan untuk The Blues.(skd/ada)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







