60 Wonderkid Terbaik Versi Guardian, Egy Maulana Vikri Masuk

Aga Deta | 5 Oktober 2017 16:10
60 Wonderkid Terbaik Versi Guardian, Egy Maulana Vikri Masuk
Egy Maulana Vikri (c) Fitri Apriani

Bola.net - Bola.net - Media kenamaan Inggris The Guardian telah merilis daftar tahunan 60 pemain muda potensial dari seluruh dunia. Dari 60 pemain tersebut, terdapat satu pemain yang berasal dari Indonesia.

Dia adalah salah satu aset masa depan sepakbola Indonesia Egy Maulana Vikri. Pemain berusia 17 tahun itu menyita perhatian berkat penampilannya bersama Timnas U-19 dan juga di Piala AFF U-18.

Advertisement

Selain Egy, siapa saja pemain muda potensial lainnya? Simak daftar lengkapnya berikut ini.

1 dari 6 halaman

1

1

Facundo Colidio (Argentina)
Facundo Colidio tampil cemerlang saat membela Argentina di Kejuaraan Amerika Selatan U-17 di Chile di mana ia mencetak dua gol melawan Peru. Colidio saat ini masih memperkuat Boca Junior. Namun, sang pemain sudah mencapai kesepakatan untuk pindah ke Inter Milan dan baru mulai bergabung pada Januari mendatang.

Benjamin Garre (Argentina)
Benjamin Garre adalah cucu dari pahlawan Argentina Oscar Garre yang memenangkan Piala Dunia 1986 di Meksiko. Ia sekarang memperkuat Manchester City dan bermain reguler di Uefa Youth League dengan mencetak satu gol dan tiga assist. Garre juga pernah berlatih dengan tim utama asuhan Josep Guardiola dan membuat sang manajer terkesan.

Dylan Pierias (Australia)
Dylan Pierias mencatatkan rekor sebagai pemain A-League pertama yang lahir pada milenium ini saat membuat debutnya untuk Melbourne City. Sang pelatih Ufuk Talay, mengatakan bahwa Pierias mempunyai kualitas yang bagus dan bisa sukses di level tertinggi.

Romano Schmid (Austria)
Romano Schmid memulai karirnya di USV Vasoldsberg sebelum pindah ke Sturm Graz pada usia sembilan tahun. Ia memulai debutnya di tim utama pada Mei 2017 dan menjadi pemain Austrian Bundesliga pertama yang lahir di milenium ini.

Keres Masangu (Belgia)
Keres Masangu memutuskan bergabung dengan AS Roma meski KV Mechelen menjanjikannya satu tempat di tim utama. Pemain muda Belgia itu kini memperkuat tim junior Roma yang dilatih oleh Alberto De Rossi yang merupakan ayah dari gelandang timnas Italia Daniele De Rossi.

Flor Van Den Eynden (Belgia)
Flor Van Den Eynden merupakan salah satu talenta berbakat Belgia. Pemain berusia 17 tahun itu bergabung dengan Inter Milan pada Januari dan merupakan pemain reguler di timnas Belgia U-18.

Rijad Sadiku (Bosnia dan Herzegovina)
Rijad Sadiku sangat mengidolakan Paolo Maldini dan merupakan ball-playing defender yang cukup berkualitas. Baru berusia 17 tahun, Sadiku sudah masuk tim utama FK Sarajevo meski belum membuat debutnya di klub.

Lincoln (Brasil)
Legenda Brasil Zico menilai Lincoln punya kemampuan untuk menjadi pemain no 9 yang hebat di masa depan. Lincoln merupakan pemain kunci Brasil saat memenangkan Kejuaraan Amerika Selatan U-17 dengan mencetak lima gol.

Paulinho (Brasil)
Setelah membantu Brasil memenangkan Kejuaraan Amerika Selatan U-17, Paulinho langsung masuk tim utama Vasco Da Gama. Ia mencetak dua gol saat melawan Atletico Mineiro dan menjadi pemain pertama dari milenium baru yang mencetak gol di Liga Brasil.

Vinicius Junior (Brasil)
Vinicius Junior belum pernah memainkan laga profesional tapi saat usia 16 tahun ia dijual ke Real Madrid dengan biaya 45 juta euro. Ia merupakan top skor dan pemain terbaik saat Brasil menjuarai Kejuaraan Amerika Selatan U-17. Vinicius baru akan pindah ke Spanyol saat usia 18 tahun.
2 dari 6 halaman

2

2

Kun Temenuzhkov (Bulgaria)
Setelah menghabiskan tiga musim di akademi La Masia Barcelona, Kun Temenuzhkov bergabung denga Leed United U-23 pada musim panas. Temenuzhkov merupakan salah satu talenta muda terbaik Bulgaria dan sangat mengidolakan Luis Suarez.

Alphonso Davies (Kanada)
Pada usia 16 tahun, Alphonso Davies sudah mencapai prestasi yang luar biasa di level senior. Ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Gold Cup dan juga terpilih sebagai pemain muda terbaik turnamen seteah mencetak tiga gol sehingga berhak menyabet Golden Boot.

Kenny Rocha Santos (Tanjung Verde)
Kenny Rocha Santos sudah membuat debutnya di Ligue 1 pada musim kemarin setelah meneken kontrak profesioanl di Saint-Etienne pada November 2016. Pemain berusia 17 tahun itu punya potensi menjadi gelandang serang terbaik di masa depan dan sudah dimonitor banyak klub termasuk Manchester City.

Branco Provoste (Chile)
Branco Provoste membuat debut profesionalnya untuk Colo Colo di bawah bimbingan Pablo Guade saat berusia 16 tahun dan gaya permainannya bisa dibandingkan dengan Isco atau James Rodríguez. Pada tahun 2015, Provoste pernah diundang Manuel Pellegrini ke akademi Manchester City selama 10 hari dan memainkan dua pertandingan untuk tim U-16.

Wang Jiahao (Tiongkok)
Winger kelahiran Spanyol ini menjadi bintang di tim junior Numancia tahun lalu. Kini sejumlah klub La Liga sedang memantaunya dan ia berpotensi menjadi superstar Tiongkok yang pertama.

Jaminton Campaz (Kolombia)
Jaminton Campaz mencetak gol pada laga debut profesionalnya ketika usianya baru menginjak 16 tahun. Penyerang Deportes Tolima ini tampil cemerlang saat membela Kolombia di Kejuaraan Amerika Selatan U-17 dengan mencetak tiga gol.

Michele Sego (Kroasia)
Michele Sego merupakan produk utama dari akademi Hajduk Split. Musim ini ia turun di level senior lewat tim cadangan yang bermain di divisi dua. Sego punya bakat yang besar dan diyakini bisa berkembang menjadi penyerang yang berkelas pada masa mendatang.

David Colina (Kroasia)
David Colina sering dianggap sebagai suksesor Robert Jarni untuk mengisi posisi bek kiri Kroasia. Ia merupakan pemain reguler di tim junior Dinamo Zagreb dan Kroasia dan ikut membela negaranya pada turnamen Euro U-17.

Victor Jensen (Denmark)
Victor Jensen bergabung dengan Ajax dari FC Copenhagen pada musim panas ini dengan biaya tiga juta euro. Jensen sering dibandingkan dengan seniornya Christian Eriksen dan juga bisa mencetak gol.

Callum Hudson-Odoi
Callum Hudson-Odoi menarik perhatian pada musim lalu setelah tampil cemerlang untuk Chelsea U-18. Ia mencetak goldi final FA Youth Cup sebelum menjadi bintang untuk Inggris di Euro U-17.
3 dari 6 halaman

3

3

Jadon Sancho (Inggris)
Jadon Sancho menjadi pemain terbaik ketika membela Inggris dalam turnamen Euro U-17 tahun ini. Ia bergabung dengan Borussia Dortmund pada musim panas ini dari Manchester City dan mendapat nomor punggung 7 di Dortmund setelah kepergian Ousmane Dembele ke Barcelona.

Yacine Adli (Prancis)
Yacine Adli sering dibandingkan dengan Adrien Rabiot karena rambut keritingnya. Adli terpilih sebagai pemain terbaik dalam turnamen Montaigu tahun lalu dan kini menjadi bagian penting dari tim PSG U-19.

Amine Gouiri (Prancis)
Didikan akademi Lyon, Amine Gouiri tampil cemerlang di Euro U-17 tahun 2017 setelah mencetak delapan gol dari empat pertandingan. Sang pelatih Armand Garrido mengatakan bahwa Gouiri bertekad menembus tim utama Lyon dan sang pemain mulai dibandingkan dengan karim Benzema.

Jann-Fiete Arp (Jerman)
Jann-Fiete Arp mungkin adalah pemain muda terbaik Jerman dan mendapat medali emas Fritz Walter dari Asosiasi Sepakbola Jerman sebagai talenta U-17 terbaik. Arp mencetak 26 gol dari 21 pertandingan untuk Hamburg U-17 musim lalu dan mengidolakan Harry kane.

Christian Fruchtl (Jerman)
Christian Fruchtl menjadi pusat perhatian saat Bayern Munchen menjalani pemusatan latihan di Qatar pada Januari 2016. Fruchtl dianggap sebagai penerus Manuel Neuer dan dipanggil ke tim utama setelah kiper nomor satu Jerman itu mengalami cedera panjang.

Jean-Manuel Mbom (Jerman)
Jean-Manuel Mbom merupakan kapten tim Werder Bremen U-17 yang meraih posisi runner up pada musim lalu di belakang Bayern Munchen. Mbom mampu mencetak 18 gol dari 20 pertandingan dari posisi gelandang dan sedang dikaitkan dengan Manchester City karena idolanya Yaya Toure bermain di sana.

Eric Ayiah (Ghana)
Ghana berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 untuk pertama kalinya sejak 2007 dan itu berkat kontribusi besar kapten mereka. Eric Ayiah mencetak empat gol untuk menjadi top skor bersama di Piala Afrika 2017 dan saat ini sedang dikaitkan dengan Porto.

Giorgos Antzoulas (Yunani)
Giorgos Antzoulas meneken kontrak profesional pertamanya pada bulan Agustus setelah mengantarkan Asteras Tripolis U-20 menembus final. Ia saat ini sedang dimonitor oleh sejumlah klub Eropa dan menjadi pemain reguler di timnas Yunani U-17.

Dominik Szoboszlai (Hungaria)
Dominik Szoboszlai sudah mendapat panggilan timnas senior Hungaria meski usianya baru menginjak 16 tahun. Sang pelatih Bernd Storck mengatakan bahwa sang gelandang punya masa depan yang cerah.

Egy Maulana Vikri (Indonesia)
Egy Maulana Vikri merupakan top skor Piala AFF U-18 2017 pada September lalu dengan delapan gol. Egy dinilai memiliki permainan seperti Lionel Messi dan merupakan pemain masa depan Indonesia.
4 dari 6 halaman

4

4

Mohammad Sharifi (Iran)
Mohammad Sharifi sudah membuat debutnya untuk Esteghlal Khuzestan di Liga Iran dan juga Liga Champions Asia. Ia membantu negaranya menembus final Piala Asia U16 2016 dan dianggap sebagai kapten masa depan Iran.

Mohamed Dawood (Irak)
Mohamed Dawood mencetak enam gol di Piala Asia U16 2016 dan menjadi top skor untuk membantu Irak menjadi juara. Dawood diharapkan bisa menjadi penerus striker Younis Mahmoud yang mencetak gol kemenangan pada final Piala Asia 2007.

Moise Kean (Italia)
Kean menjadi pencetak gol pertama di antara lima liga top Eropa yang lahir pada tahun 2000. Ia sudah pernah membela timnas Italia U-19 dan saat ini sedang dipinjamkan ke Verona untuk mendapat kesempatan bermain di tim utama.

Alessandro Plizzari (Italia)
AC Milan sepertinya sudah menemukan penerus Gianluigi Donnarumma. Alessandro Plizzari tak kalah hebat dengan Donnarumma dan saat ini sedang menjalani masa peminjaman di Ternana yang bermain di Serie B.

Rei Hirakawa (Jepang)
Rei Hirakawa membantu Jepang menembus semifinal Piala Asia U16 2016 dan akan ikut ambil bagian di Piala Dunia U-17 di India bulan ini. Hirakawa mencuri perhatian setelah tampil reguler bersama tim FC Tokyo U-18 sejak usia 16 tahun.

Vincent Thill (Luksemburg)
Vincent Thill merupakan salah satu eksekutor tendangan bebas terbaik di generasinya. Pemain berusia 17 tahun itu bermain di klub Prancis Metz dan mulai dibandingkan dengan Miralem Pjanic karena handal dalam mengeksekusi bola mati.

Hadji Drame (Mali)
Hadji Drame mencetak gol selama Piala Afrika U-17 2017 dan mengantarkan Mali meraih gelar kontinental keduanya. Penampilan Drame yang cemerlang itu bisa membuatnya pindah ke klub Eropa dalam waktu yang tidak lama lagi.

Diego Lainez (Meksiko)
Diego Lainez sering dibandingkan dengan Lionel Messi karena gaya permainannya yang mirip. Pemain berusia 17 tahun itu sudah membuat debutnya di Liga MX dengan Club America dan akan membela negaranya di Piala Dunia U-17 bulan ini.

Lutsharel Geertruida (Belanda)
Lutsharel Geertruida merupakan defender yang muncul dari akademi Feyenoord. Geertruida duduk di bangku cadangan saat timnya kalah melawan Manchester City di Liga Champions bulan September kemarin.

Kik Pierie (Belanda)
Kik Pierie beradaptasi dengan cepat dengan sepakbola Belanda sehingga debutnya dengan Heerenveen tahun ini bukan kejutan. Ia tampil cukup bagus di Eredivisie dan sempat diminati Ajax sebelum memutuskan bertahan di klub.
5 dari 6 halaman

5

5

Erling Braut Haaland (Norwegia)
Erling Braut Haaland lahir di Leeds sebelum sang ayah Alf Inge Haaland pindah ke Manchester City dan ia punya impian bermain di Premier League. Haaland saat ini bermain bersama Molde dan kemampuannya semakin meningkat saat dipegang legenda Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Jorgen Strand Larsen (Norwegia)
Jorgen Strand Larsen mendapat julukan Peter Crouch bukan hanya karena postur tubuhnya dan pendukung Liverpool, tapi ia juga bisa mencetak gol. Larsen saat ini bermain di tim primavera AC Milan yang ditangani Gennaro Gattuso dengan status pinjaman dari Sarpsborg.

Pedro Neto (Portugal)
Pedro Neto membuat kejutan saat bergabung dengan Lazio pada musim panas meski baru bermain tiga kali untuk Braga. Neto yang mencetak gol pada laga pertamanya untuk Braga setelah sembilan menit di lapangan, punya banyak kesamaan dengan bintang Manchester City Bernardo Silva.

Ionut Rus (Rumania)
Kiper asal Rumania ini sudah berlatih dengan tim utama Lazio selama berbulan-bulan setelah bergabung dengan klub dua tahun lalu. Ia dianggap sebagai kiper masa depan Rumania setelah belajar dari kiper senior seperti Ciprian Tatarusanu dan Costel Pantilimon.

Kirill Kolesnichenko (Rusia)
Kirill Kolesnichenko tercatat sebagai pemain Rusia termuda yang bermain di liga. Punya gaya permainan yang mirip dengan Andriy Yarmolenko, Kolesnichenko mencetak tiga gol untuk Rusia U-17 pertandingan kualifikasi Euro 2017.

Ilya Martynov (Rusia)
Dia menjadi pemain termuda Krasnodar U-21 yang bermain di Premier League Youth League. Meski Sergey Ignashevich dan Berezutski bersaudara masih dianggap sebagai bek tengah terbaik di Rusia, Martynov punya semua kualitas untuk menempati posisi tersebut pada masa mendatang.

Armin Djerlek (Serbia)
Kapten Serbia U-17 ini merupakan gelandang serang yang cukup bagus. Sering disebut mirip dengan Adem Ljajic maupun Eden Hazard, Djerlek saat ini berada di tim Partizans U-19 dan tidak lama lagi bisa membuat debutnya di level senior.

Lyle Foster (Afrika Selatan)
Lyle Foster mencuri perhatian di kasta tertinggi setelah menjadi pemain termuda di liga setelah dipromosikan Orlando Pirates. Sang pelatih Milutin 'Micho' Sredojevic menyebut Foster sebagai talenta special yang masih perlu bimbingan untuk menjadi pemain bintang.

Antonio Blanco (Spanyol)
Meski bertubuh kecil, Antonio Blanco merupakan gelandang pekerja keras dan punya teknik yang bagus. Ia merupakan pemain penting di tim Spanyol yang memenangkan Euro U-17 pada musim panas dan dipanggil lagi bulan ini untuk ajang Piala Dunia.

Abel Ruiz (Spanyol)
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Euro U-17 dengan 16 gol, Abel Ruiz adalah kapten tim Spanyol yang memenangkan kompetisi tersebut pada musim panas ini. Ruiz direkrut Barcelona dari Valencia pada usia 12 tahun dan kini bermain untuk Barcelona B di divisi dua Spanyol.
6 dari 6 halaman

6

6

Ferran Torres (Spanyol)
Pemain bertalenta yang mirip dengan Marco Asensio, Ferran Torres bermain bagus untuk Valancia B di Segunda B. Torres merupakan anggota skuat Spanyol U-17 dan kabarnya sedang diminati Real Madrid dan Barcelona.

Filston Mawana (Swedia)
Sejak bergabung dengan Hoffenheim pada Desember 2016, Filston Mawana sudah tampil cukup bagus bersama tim junior Bundesliga tersebut. Saat ini sejumlah tim besar Eropa seperti Chelsea sedang memonitor pemain yang lebih mengidolakan Cristiano Ronaldo ketimbang Zlatan Ibrahimovic tersebut.

Lorenzo Gonzalez (Swiss)
Lorenzo Gonzalez merupakan talenta terbesar Swiss di generasinya dan sudah dibandingkan dengan Xherdan Shaqiri dan Sergio Aguero karena postur tubuhnya. Meski diminati Juventus dan Manchester United, Gonzalez memilih bergabung Manchester City dan diyakini bisa sukses di level tertinggi.

Berke Ozer (Turki)
Meski masih muda, Berke Ozer sudah menjadi bintang untuk tim utama Altinordu. Ia menembus tim utama pada musim lalu dan mendapat panggilan timnas senior melawan Makedonia pada bulan Juni.

Timothy Weah (Amerika Serikat)
Anak legenda sepakbola Liberia George Weah ini lahir di Amerika Serikat sebelum pindah ke Prancis pada 2014 untuk bergabung akademi PSG. Weah Jr mencetak hattrick pada laga debutnya untuk PSG di UEFA Youth League dan sudah membela timnas Amerika Serikat U-17.

Andrew Carleton (Amerika Serikat)
Andrew Carleton membuat debutnya di MLS bersama Atlanta United pada musim ini di usia 16 tahun. Carleton sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo dan sudah mencetak 20 gol dari 32 pertandingan untuk timnas Amerika Serikat U-17.

Gustavo Viera (Uruguay)
Gustavo Viera membuat debut profesionalnya untuk Liverpool pada usia 16 di divisi satu Uruguay dan kemudian menjadi pemain termuda ketiga yang tampil di Copa Sudamericana. Ia punya karakteristik seperti Luis Suarez, Edinson Cavani dan Diego Forlan dan sudah memperkuat timnas Uruguay U-17 yang gagal lolos ke Piala Dunia.

Jan Carlos Hurtado (Venezuela)
Jan Carlos Hurtado adalah striker muda dari Venezuela yang cukup bertalenta. Pemain berusia 17 tahun itu sudah bermain di Copa Libertadores untuk Deportivo Tachira dan diyakini bisa meraih kesuksesa di masa mendatang.

Christian Makoun (Venezuela)
Makoun adalah anggota tim Venezuela yang dikalahkan oleh Inggris pada final Piala Dunia U-20. Ia membuat debut profesional dengan Zamora sebelum turnamenn tersebut berlangsung dan bermain di Copa Libertadores melawan tim asal Chile Deportes Iquique.

TAG TERKAIT

LATEST UPDATE