9 Pemain Hebat Ini Memilih Terjun ke Dunia Politik
Haris Suhud | 12 Desember 2015 03:08
Bola.net - Bola.net - Suasana Pilkada (Pemilihan Kepada Daerah) secara serentak yang baru dilaksanakan kemarin masih cukup kental hingga sekarang. Di antara para pembaca bola.net mungkin ada yang mengikuti ajang politik tersebut, baik sebagai pemilih atau terpilih.
Benar, meskipun kita mencintai sepakbola bukan berarti harus apatis terhadap pergerakan politik. Sebab, jika kekuasaan itu diamanahkan pada orang yang benar, pastinya akan memberikan dampak besar terhadap kesejhteraan bangsa.
Perlu diketahui, para pemain bola profesional dunia yang hebat di atas lapangan, beberapa dari mereka juga memiliki perhatian besar pada dunia politik. Mulai dari George Weah (AC Milan) hingga Roman Pavlyuchenko (Tottenham Hotspur), pemain ini terlibat aktif di dalam dunia politik.
Lalu siapa saja pemain itu? simak daftarnya pada tab di bawah:
Kakha Kaladze

Mula-mula ia bergabung dengan partai oposisi pemerintah, Georgian Dream-Demokratic Gerogia, yang didirikan oleh Bidzina Ivansihvili. Akhirnya ia menjadi anggota parlemen Gergio dan menjadi menteri di bidang energi dalam kabinet Bidzina Ivanishvili pada pada tahun 2012.
Roman Pavlyuchenko

Kabar Pavlyuchenko menjadi anggota dewan menjadi kontroversial mengingat ia masih terikat kontrak dengan klub London, Inggris. Ia diklaim hanya mencari uang dari jabatan ini.
Pada kenyataannya, Pavlyuchenko memang memiliki hubungan erat dengan Stavropol. Ia mengawali karir sepakbola dari tempat ini.
Gianni Rivera

Dalam dunia politik, pria kelahiran 1943 tersebut sudah makan asam garamnya. Pertama, ia bergabung dengan Christian Democracy sampai sekarang menjadi bagian dari Democratic Centre.
Rivera pernah menjadi sekretaris dalam urusan pertahanan Italia dalam kabinet Romano Prodi dan sekarang menjadi anggota parlemen di Eropa mewakili Italia.
Marc Wilmot

Pada tahun 2003, setelah gantung sepatu, ia bergabung dengan partai Mouvement Reformateur (MR). Dari sini lalu menggiringnya menjadi anggota senat.
Sering mendapat kritik dari anggota lain, Wilmot kemudian mengundurkan diri pada tahun 2005.
Gagal di dunia politik, Wilmot kembali terjun ke dunia sepakbola dan melatih Timnas Belgia. Di tangannya, prestasi Belgia terus saja menanjak.
Zico

Pada awal 90-an, ia diangkat menjadi menteri olahraga Brasil dalam kabinet Fernando Collor de Mello. Peran besar Zico dalam tugasnya ini adalah mendampingi tim-tim olahraga menjalankan bisnis agar bisa tetap berjalan.
Pele, sang pemain legenda sepanjang masa, menyebut Zico sebagai menteri pertama olahraga di Brasil yang luar biasa.
Grzegorz Lato

Pada tahun 1974, ia mendapat anugerah Golden Boot karena menjadi top skor di pagelaran Piala Dunia. Sejauh ini hanya dia yang mendapat penghargaan tersebut.
Lato mulai menekuni dunia politik sejak 2001, bergabung dengan partai Aliansi Demokrat Kiri. Ia menjadi senator hingga tahun 2005.
Tiga tahun kemudian ia terpilih sebagai presiden asosiasi sepakbola Polandia (PZPN) sebelum digantikan Zbigniew Boniek pada tahun 2012 kemarin.
David Icke

Pada akhir 80-an ia bergabung dengan Green Party di Inggris, sebuah gerakan perubahan yang peduli dengan lingkungan.
Selain menjadi politikus, Icke juga dikenal sebagai penulis. Ia telah menghasilkan empat buku yang salah satunya berjudul 'The Biggest Secret (1999). Dalam salah satu bukunya, Icke menulis soal teori konspirasi.
Icke mengklaim bahwa seluruh bidang mulai media, kesehatan, pendidikan, keuangan, dan politik, semuanya sudah dirasuki gerakan iluminati. Tujuan akhir dari gerakan 'bawah tanah' tersebut dikatakan ingin membentuk tatanan dunia baru atau sering disebut dengan New World Order.
George Weah

Setelah pensiun ia sangat aktif dalam dunia politik di Liberia. Ia pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2005. Sayangnya ia kalah bersaing di putaran kedua melawan Ellen Johnson. Tahun 2011, kembali maju tapi gagal lagi.
Bergabung dengan Kongres Demokrasi untuk Perubahan, Weah saat ini menjabat sebagai senator mewakili Montserrado County sejak tahun 2014 kemarin.
Viktor Orban

Sejak kecil, Orban sangat mencintai sepakbola. Ia menjadi pemain profesional bersama Felcslut FC. Setelah sekian lama memutuskan pensiun dari sepakbola, ia sukses di dunia politik bersama partai Fidesz.
Hingga sekarang ia menjadi penyokong dana mantan klubnya tersebut dan membangunkan fasilitas terbaik bagi pemain muda Hungaria yang berlatih di sana.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Ada Waktu untuk Larut dalam Kekecewaan, Arsenal!
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:33
-
Michael Carrick Bidik Dua Gelandang untuk Perkuat Manchester United
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:15
-
Dua Laga Imbang Tanpa Gol, Arsenal Lagi-Lagi Lewatkan Kesempatan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:01
-
Anfield Mulai Hilang Kesabaran: Arne Slot Dikecam Usai Liverpool Ditahan Burnley
Liga Inggris 19 Januari 2026, 13:57
LATEST UPDATE
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26





