Ada Apa Ronaldo? Lima Faktor yang Buat Sinar CR7 Meredup

Rero Rivaldi | 2 Desember 2015 07:00
Ada Apa Ronaldo? Lima Faktor yang Buat Sinar CR7 Meredup
Cristiano Ronaldo (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Ada apa Cristiano Ronaldo? Mungkin inilah pertanyaan yang ingin diajukan oleh para Madridista, andai mereka berkesempatan untuk berkomunikasi dengan mega bintang asal .

Ya, performa Ronaldo ini memang mendapatkan sorotan tajam dari media-media Spanyol musim ini. Secara statistik, pengoleksi tiga trofi Ballon d'Or memang punya catatan yang cukup mentereng - membuat 16 gol dari 18 penampilan di La Liga dan Liga Champions.

Advertisement

Namun apa yang tersaji di lapangan tidak menggambarkan kesan yang positif. Di tiga laga terakhir di kompetisi domestik saja, Ronaldo cuma bisa membuat sebiji gol. Namanya absen di papan skor kala tim tumbang di tangan dan . Sementara di duel melawan pekan lalu, ia beberapa kali melewatkan peluang emas, sebelum bisa menaklukkan kiper lawan via tendangan penalti.

Hampir tiap pekan atau tiap Madrid usai bertanding, media-media berbasis ibu kota Spanyol selalu menyempatkan memberi analisis terkait performa CR7 dan bahkan manajer Rafael Benitez sepertinya sudah hafal, tak peduli hasil apapun yang diraih tim - pertanyaan akan pendapatnya soal aksi Ronaldo akan selalu muncul.

Ada kekhawatiran, atau mungkin sekedar penasaran, apa yang kiranya membuat Ronaldo sampai tak lagi menunjukkan aksi impresif usai musim lalu membuat 48 gol di La Liga dan meraih trofi Sepatu Emas.

Berikut lima faktor yang kemungkinan besar berpengaruh terhadap penurunan permainan Ronaldo.

1 dari 6 halaman

Figur Panutan

Figur Panutan

Bukan rahasia lagi bahwa Carlo Ancelotti merupakan salah satu sosok pelatih favorit Ronaldo selama ia berada di Real Madrid. Sukses memenangkan Liga Champions dan Copa del Rey di musim pertama bersama Carletto, membuat CR7 makin dekat dengan bos asal Italia tersebut.

Tak heran jika Ronaldo kemudian diklaim kehilangan figur panutan dan amat terpukul, setelah Madrid memutuskan memecat Ancelotti musim panas lalu akibat tak bisa memberi satu pun gelar juara. Apalagi hal itu dilakukan klub, usai sebelumnya Ronaldo terang-terangan menunjukkan dukungan pada sang entrenador di muka publik, sesuatu yang sepertinya amat jarang ia lakukan di kesempatan sebelumnya.
2 dari 6 halaman

Rafael Benitez

Rafael Benitez

Masih ada hubungannya dengan poin pertama. Usai memecat Ancelotti, Madrid bergerak cepat dengan menunjuk Rafael Benitez sebagai pengganti. Pengangkatan eks manajer Napoli, Chelsea, Inter Milan, Liverpool, dan Valencia tersebut membuat banyak orang terheran-heran. Benitez memang sosok yang ternama di jagat sepakbola Eropa, namun ia dinilai tak punya karakter dan pengalaman yang cukup untuk mengatasi beban tekanan di klub sebesar Madrid.

Hal serupa sepertinya juga dirasakan oleh Ronaldo. Benih-benih 'perpecahan' dengan sang bos pun mulai muncul, setelah Benitez enggan menyebut CR7 sebagai sosok terhebat yang pernah ia tangani. Bintang Portugal agaknya tersinggung, hingga ia sempat teribat cekcok kecil dengan manajernya di sesi latihan di Australia musim panas lalu. Hingga kini, hubungan kedua pihak dikabarkan terus dingin.

Steven Gerrard, eks anak buah Benitez di Liverpool, sempat menuturkan pendapatnya soal cara sang bos menangani barisan bintang di klub.

Rafa adalah manajer yang bagus bagi saya, saya hanya bertanya-tanya seperti apa hubungannya dengan para pemain bintang di ruang ganti, karena dari luar semua terlihat tak bagus, tutur Gerrard.

Anda harus mampu mengatur pemain secara individu, terutama di Real Madrid, semua tentang Ronaldo dan para pemain bintang. Rafa harus beradaptasi dengan mereka, bukan sebaliknya.
3 dari 6 halaman

Tak Yakin pada Madrid

Tak Yakin pada Madrid

Tak seperti musim-musim sebelumnya, Real Madrid kali ini tak terlalu jor-joran dalam mendatangkan pemain bintang. Selain Danilo, bek yang dibeli di era Carlo Ancelotti, praktis transfer besar yang dilakukan oleh Florentino Perez hanyalah Mateo Kovacic, gelandang yang ditebus dari Inter Milan dengan harga 20,3 juta pounds.

Ini tentu mengherankan, mengingat Madrid memulai musim 15/16 dengan modal nirgelar di musim sebelumnya. Boleh jadi kondisi ini lantas membuat Ronaldo tak lagi yakin dengan ambisi timnya untuk merebut trofi juara dan hal itu berimbas pada kurangnya motivasi baginya untuk memberi yang terbaik di lapangan.
4 dari 6 halaman

Fisik

Fisik

Memasuki usia 30 tahun, Ronaldo sepertinya sudah mulai mengalami penurunan dari segi fisik. Sepertinya sang bintang tak bisa mencurangi waktu, betapapun ia berlatih keras di gym dan di markas latihan Los Blancos.

Berbagai laporan mengklaim hingga kini pemain Portugal masih belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut, yang sempat mengancamnya absen di Piala Dunia 2014 silam. Total, sejak membela Madrid dari tahun 2009, Ronaldo sudah sembilan kali mengalami cedera dan di tiga kesempatan terakhir ia selalu bermasalah dengan paha atau lututnya.

Hal ini diakui pula oleh Guillem Balague, jurnalis terkemuka Sky dan AS, yang dikenal punya banyak koneksi dengan pihak internal Madrid dan orang yang dekat dengan CR7.

Saya kira Ronaldo sudah mengalami penurunan fisik, ia sudah mencapai puncak sebelumnya. Ia menuntut terlalu banyak dari tubuhnya sedari awal, ujar Balague.

Ia berlatih ke gym ketika ia tidak membutuhkannya...Anda lihat tubuhnya bukan tubuh seorang pesepakbola dan ia terus mengalami rasa sakit di lututnya. Itu membuat ia sudah jarang lagi berlatih mengambil tendangan bebas.
5 dari 6 halaman

Peran baru

Peran baru

Ronaldo bermain di tiga posisi berbeda di tahun terakhirnya bersama Ancelotti, di mana ia bisa membuat total 61 gol di semua ajang. Posisi yang dimaksud adalah winger kiri (36 kesempatan dan 37 gol), striker tengah (17-22), dan secondary striker (1-2).

Di era Benitez, Ronaldo cukup sering dimainkan di posisi striker tengah. Dari delapan kesempatan, ia membuat enam gol. Namun produktivitasnya jauh lebih baik ketika dimainkan di sayap, di mana CR7 sanggup menorehkan 10 gol dari 10 pertandingan.

Hal ini seolah memberikan gambaran akan posisi favorit Ronaldo, yang sayangnya justru dikabarkan tak diakomodasi oleh Benitez. Sang entrenador lebih suka membuat Ronaldo bermain sebagai seorang bomber, demi membuka ruang bagi Bale, yang kabarnya sudah dijanjikan peran sebagai pemain no.10 di klub musim ini.

Ronaldo pun dikabarkan tak nyaman dengan peran barunya ini dan hal itu juga diamini oleh eks pemain Madrid, Hugo Sanchez.

Ia punya kualitas untuk bermain di posisi lain. Saya lihat ia sedikit tak nyaman ketika bermain sebagai striker murni, namun saya kira ia punya talenta dan kekuatan untuk beradaptasi, papar Sanchez.

Sekarang ia lebih banyak berkutat di kotak penalti. Kedewasaan membuat Anda seperti ini. Ada saatnya di mana kondisi fisik Anda akan menurun dan Anda perlu menghemat tenaga guna menunggu momen yang tepat.

Semua orang melakukan ini dan itulah yang terjadi dengan Cristiano.
6 dari 6 halaman

Ekstra

Ekstra

Ronaldo kemungkinan masih terus galau atau gagal move on hingga saat ini. Pasalnya, sejak putus dengan Irina Shayk, model Rusia yang pernah jadi kekasihnya selama lima tahun, pada Januari silam - pemain kelahiran Madeira tak kunjung menemukan tambatan hati anyar.

Boleh jadi hal tersebut ikut memberikan kontribusi terhadap menurunnya performa CR7 di atas lapangan. Apalagi Ronaldo tidak pernah menjalin hubungan yang begitu lama dengan seorang wanita sebelumnya.

Ronaldo sendiri nampaknya juga ingin buru-buru lepas dari status jomblo. Beberapa bulan lalu, ia sempat me-like foto bintang Hollywood berparas cantik, Margot Robbie, di Instagram. Dan pekan ini, CR7 kembali melakukan hal yang sama pada atlet cantik Ivana Macanovic dan bintang reality show 'Keeping Up with the Kardashian', Kylie Jenner.

Sedang coba pdkt Ronaldo?

LATEST UPDATE