Akankah Messi Menjadi Yang Terbesar Sepanjang Sejarah?

Editor Bolanet | 23 Maret 2010 17:32
Akankah Messi Menjadi Yang Terbesar Sepanjang Sejarah?
Lionel Messi, akankah menjadi yang terhebat sepanjang sejarah?

Bola.net - Oleh: Jeffrie Penampilan Lionel Messi kian hari makin menggila, bukan saja karena kelincahan, kepiawaiannya dan kejeniusannya menciptakan peluang, tetapi juga dalam hal produktifitas mencetak gol. Dalam 4 pertandingan terakhirnya bersama Barcelona, termasuk di ajang Liga Champions, Messi telah mencetak 10 gol yaitu 2 gol saat di kandang Almeria, Hattrick ke gawang Valencia, lalu disusul 2 gol saat menggulingkan Stuttgart dan terakhir adalah Hattrick keduanya saat tandang ke Zaragoza. Dapat dikatakan Messi berhasil mencetak satu gol setiap 36 menit!. Sanjungan Terhadap Messi Mengalir Dunia pun bereaksi setelah pertunjukkan fantastis yang dilakukan Messi. Rekan setimnya di Barcelona Pedro Rodriguez menilai Lionel Messi sudah lebih baik dari pada pendahulunya yang merupakan legenda Argentina, Diego Armando Maradona, meskipun pemain yang memiliki julukan La Pulga, yang artinya si kutu ini masih berusia sangat muda, 22 tahun. "Bagi saya, Messi lebih bagus dibandingkan Maradona. Saya bermain dengannya, saya melihatnya setiap hari dan bagi saya dia adalah yang terbaik. Maradona telah menjadi pemain terbaik dunia sepanjang sejarah tetapi bagi saya, Messi malah lebih bagus dari dia. Messi masih muda, namun sudah memenangkan banyak hal, bagi saya dialah yang terbaik" komen Pedro kepada harian Marca. Pengakuan kehebatan Messi bukan saja mengalir dari para penggemar sepakbola yang melihat aksi hebatnya di lapangan, namun rekan-rekannya di Barcelona, yang kita tahu terdiri dari sejumlah pemain-pemain hebat, juga mengakui kemampuan luar biasa yang dimiliki bocah Argentina yang saat kecilnya mengalami gangguan pertumbuhan ini. "Tentu saja dia [Messi] bisa dibandingkan dengan Diego Maradona dan bisa saja lebih hebat. Dan jika ia tetap menjaga kesederhanaannya dia dapat menjadi lebih baik lagi," kata kepada Canal +. Rekan senegaranya, Milito, yang saat meninggalkan lapangan mendapatkan standing ovation dari pendukung Zaragoza, klub lamanya, juga memberi pujian untuk Messi yang selalu memberi kejutan bagi semua orang. "Leo kembali tampil luar biasa. Dia melakukan hal yang membuat kita semua terkejut. Dia memiliki kualitas yang dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi terasa mudah," kata pemain bertahan yang juga adalah saudara dari penyerang Inter Milan, Diego Milito. pernah mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bermain di tim yang sama dengan Messi, dia menilai pemain kelahiran 24 Juni 1987 itu sangat susah dihentikan pergerakannya. "Kami sangat beruntung Messi berada di tim, sebab dia adalah pemain yang sangat susah dihentikan. Tim kami bermain sangat bagus dan kami merasa senang," ujar Maxwell.

Salah satu gol spektakuler Messi ke gawang Zaragoza. Sampaikan komentar Anda mengenai Gol ini kepada kami.
Tak terkecuali, karena begitu hebatnya Messi, pelatih lawan pun dipaksanya mengakui kemampuannya. Jose Aurelio Gay, pelatih Real Zaragoza, juga membandingkan Messi dengan Maradona setelah mendapati timnya sukses dihancurkan oleh seorang pemain belia. "Kami telah kalah melawan seorang pemain yang fantastik. Kami telah berjuang sejauh yang kami bisa lakukan. Tim memiliki semangat pantang menyerah sepanjang pertandingan sampai akhirnya Messi berhasil mematahkannya," ujar pelatih asal Spanyol ini saat konfrensi pers. "Pertandingan tadi sangat menyenangkan, penuh semangat, indah dan kami senang melihat permainan dari seorang pemain besar. Hari ini saya kembali melihat Maradona di masa kejayaanya, tetapi dengan banyak perubahan, lebih cepat," puji sang pelatih yang pernah memperkuat Timnas Spanyol U20 di tahun 1985. Dan akhirnya, tidak ketinggalan Sang Presiden Barcelona, Juan Laporta, mengeluarkan pernyataan yang lebih jauh dibandingkan yang lain dengan mengatakan Messi adalah pemain terbesar sepanjang masa. "Dia adalah pemain terbaik di dunia dan juga di dalam sejarah sepakbola. Bersama dengan [Johan] Cruyff and [Diego] Maradona, dia adalah yang terbaik yang pernah kita temukan di Barcelona," ujar Laporta kepada Canal +. "Dia telah bermain di pertandingan besar, dia adalah pesepakbola yang jenius dan dia bermain untuk tim. Dia adalah pemimpin dari Barcelona. Dia juga memikirkan rekan-rekan setimnya dengan memberikan kesempatan kepada Zlatan Ibrahimovic untuk mengeksekusi penalti." Legenda Sepakbola Seorang pemain besar sepanjang sejarah persepakbolaan dunia sering dianggap sebagai sebuah anugrah yang langka. Para pemain ini ibarat seperti malaikat yang jatuh ke lapangan bola dalam kurun waktu tertentu. Mereka adalah sekumpulan orang dengan bakat luar biasa yang mampu membuat banyak mulut akan menganga dengan kedua tangan memegang kepala karena aksi-aksi mereka. Banyak dari generasi kita mungkin hanya bisa menyaksikan aksi-aksi beberapa dari mereka lewat youtube atau mungkin bagi mereka yang beruntung masih memiliki koleksi videonya. Kemunculan mereka menjadi sebuah legenda yang selalu tidak habis-habis dibicarakan, seperti munculnya nama Pele di tahun 1958, bocah Brazil berumur 17 tahun yang tampil fenomenal saat menghadapi Swedia, atau di tahun 1986 ketika seorang pemain pendek asal Argentina meliuk-liuk melewati pertahanan Timnas Inggris dengan mudahnya, Anda pasti sudah hafal siapa pemain itu. Maradona, Pele, Marco van Basten, Beckenbauer, Platini, Roberto Baggio, Cruyff, Lothar Matthaus, Alfredo Di Stefano dan masih banyak lagi pemain lainnya adalah sejumlah pemain-pemain hebat, yang tanpa disangkal lagi bakat mereka telah menjadi legenda sepakbola sampai kini. Seiring perkembangan industri sepakbola yang telah terkontaminasi oleh beragam kekuasaan dan komersialisasi, era sepakbola kini telah menjadi lebih besar, dengan permainan lebih cepat, lebih kuat, lebih memiliki kemampuan dengan taktik-taktik cerdas yang kompleks dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Saat ini sepakbola telah berkembang lebih pesat lagi hampir di seluruh penjuru dunia, dan pemain-pemain muda potensial hampir seperti pasir di pantai jumlahnya. Tetapi untuk urusan bakat bintang tetap saja merupakan barang langka. Setiap pemain akan menemui kompetisi yang sangat ketat untuk menuju puncak prestasi mereka. Dan beberapa diantara mereka berhasil jadi bintang seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, Del Piero, Roberto Carlos, David Beckham, Paolo Maldini, Luis Figo, Oliver Kahn, Batistuta, Raul Gonzalez dan lain sebagainya. Kini terdapat beberapa calon pemain-pemain legenda tengah mendaki puncak kejayaan mereka seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Kaka dan Lionel Messi. Kontribusi para pemain-pemain bintang sangat besar bagi kemajuan industri sepakbola. Permainan mereka seperti memberi sentuhan magic yang berhasil menyedot perhatian para penikmat olahraga terbesar dunia ini. Lionel Messi akhir-akhir ini berhasil mendapat perhatian lebih lewat aksi-aksinya dibanding pemain-pemain lainnya, walau Rooney juga tidak kalah hebat karena tengah on fire bersama United. Keunggulan pemain Barcelona berusia 22 tahun dan memiliki postur pendek, 169 cm, ini adalah karena ia telah mendapatkan hampir semua penghargaan yang menjadi impian para pemain bola, kecuali satu yaitu Piala Dunia. Bersama Barcelona Messi telah mencicipi manisnya 11 gelar juara, yaitu 3 gelar Liga Spanyol, sekali Piala Spanyol, 1 Piala Super Spanyol, 2 Piala Champions Eropa, 1 Piala Super Eropa dan 1 Piala Dunia Antar Klub FIFA. Messi juga berprestasi bersama Timnas Argentina dengan meraih Piala Dunia U-20 FIFA dan Medali Emas Olimpiade 2008. Dan untuk prestasi individu, Messi perlu sebuah lemari besar di ruangannya untuk memajang 39 penghargaannya. Sangat ironis jika mengetahui Messi yang saat kecilnya menderita gangguan hormon pertumbuhan kini bisa menjadi pemain terbaik dunia. Dengan postur tubuh setinggi 169cm, Messi dapat mengatasi pemain-pemain bertahan yang berpostur ideal sebagai pemain bola. Kisah Messi tak ubahnya seperti sebuah cerita dongeng yang menceritakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin dan bahkan menjadi luar biasa. Dengan gaya bermain yang disebut-sebut seperti gaya Maradona, tapi dengan kecepatan yang lebih baik, Messi menjadi pemain yang tidak bisa dihentikan. Pelatih Mallorca, Gregorio Manzano, mungkin akan membawa senapan untuk menghentikan striker Barcelona itu."Anda perlu senapan. Dor! Dor! Begitulah," kata Manzano sambil bercanda seperti dikutip El Periodico. Tidak berlebihan jika Manzano mengatakan guyonan seperti itu, ia ingin menggambarkan bagaimana sulitnya menahan gerakan gesit Messi. Gerakannya cepat, kalaupun lawan bisa mengejarnya, belum tentu bisa menebak gerakan selanjutnya dari Messi. Dalam hal menggiring bola, kaki Messi seperti memiliki magnet di mana ia bisa dengan lincah memainkan kakinya melakukan gerakan zig-zag melewati pertahanan, menghentikan langkahnya dengan memotong arah tiba-tiba dan melanjutkan dengan kecepatan lari yang memiliki akselerasi sempurna, menciptakan dan membuka ruang yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Langkahnya yang ringan dan gesit serta didukung keseimbangan yang luar biasa menjadi modal terbesarnya saat berhadapan dengan lawan yang berpostur lebih besar. Saat ini ada beberapa pemain yang membutuhkan pengawalan lebih, paling tidak 2 orang pemain bertahan ditugaskan untuk mengawasi pergerakannya. Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain yang sering menimbulkan kepanikan para pemain bertahan kala bola berada di kakinya. Dan di Liga Inggris ada Wayne Rooney, penyerang yang sangat berbahaya yang dimiliki Manchester United, kelengahan pemain bertahan AC Milan dalam menjaganya berakibat sangat fatal. Namun dibandingkan kedua pemain tersebut, permainan Messi sedikit berbeda. Messi lebih unggul saat berhadapan dengan pertahanan lawan karena kelincahannya, namun juga tidak menutup kenyataan bantuan rekan setim juga sangat membantu performanya. Lihat saja bagaimana ia berhasil menciptakan gol fenomenal pada semifinal Piala Copa del Rey melawan Gestafe tiga tahun yang lalu, gol yang mirip sekali dengan gol terbaik abad ini milik Maradona di tahun 1986. Saat itu Messi masih berumur 19 tahun!. Messi bahkan sempat mempermalukan Rooney dan Ronaldo, yang saat itu masih berkostum United, pada final Liga Champions musim 2008/2009 lalu, dengan mencetak satu gol kemenangan dari header. Di balik itu semua, Messi masih memiliki kelebihan lain dibanding pemain-pemain bintang lainnya. Bukan dari apa yang ia lakukan saat menyerang tetapi sebaliknya yaitu pada saat bertahan. Ketika pelatih Pep Guardiola tiba di Barca pertama kali, ia mengatakan satu hal kepada pemain bintang Argentina itu, "Kamu sudah menjadi pemain terbaik dunia dengan bola, sekarang saatnya kamu harus menjadi yang terbaik tanpa bola". Messi benar-benar memperhatikan apa yang dikatakan Pep saat itu, kini kita dapat melihat Messi berlari hampir di seluruh area lapangan, saat bertahan maupun menyerang. Messi selain menjadi motor serangan juga kerap memotong serangan lawan di lini tengah. Seminggu yang lalu, saat Messi mencetak hattrick ke gawang Valencia, Kiper Blaugrana, Victor Valdes memberikan pujian kepadanya, "Messi telah menjadi pemain terbaik di dunia, dan ia dapat menjadi pemain bola terbesar sepanjang sejarah", sanjung Valdes. Piala Dunia Well, pencapaian Messi sampai saat ini bisa saja menjadikannya yang terbaik di dunia, namun belum cukup untuk menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Namun kesempatan untuk menjadi yang terbesar bisa saja dicapai Messi jika merujuk pada usianya yang masih muda, kemampuan, pencapaian personal dan piala-piala yang diraihnya bersama tim, Messi masih memiliki ruang besar untuk lebih berkembang. Satu hal yang bisa menjadi paspor Messi untuk menuju ke sana adalah Piala Dunia, satu-satunya penghargaan tertinggi yang belum ada di portfolionya. Meski penampilannya di Timnas Argentina tidak secemerlang di Barcelona, yang membuat Messi mendapatkan cemoohan dari publik Argentina, Messi sangat berharap bisa meraih mimpi membawa Argentina menjuarai Piala Dunia musim panas ini, sekaligus mentahbiskan dirinya sebagai pemain dengan prestasi terlengkap di dunia. Mungkin masyarakat Argentina lupa akan komitmen Messi untuk Argentina, Messi pernah berselisih dengan klubnya saat memilih untuk membela Argentina di Olimpiade dan juga melewatkan laga kualifikasi Liga Champions untuk membela Argentina saat bertemu Brazil. Jadi alasan untuk meragukan kesungguhan Messi tampaknya tidak tepat. Namun kenapa Messi tidak bersinar? banyak pengamat meragukan Messi akan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2010 ini, semua dikarenakan kebijakan Maradona sebagai pelatih. Mantan pemain Timnas Argentina 1978, Rene Housemann bahkan secara gamblang mengatakan kalau Maradona secara sengaja menghambat permainan Messi. "Maradona menyabotase Messi," sahut pemain yang pernah mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 1978 ini. "Diego [Maradona] menyiksa anak itu karena ia ingin terus menjadi mitos, pemain terbesar sepanjang masa. Namun Messi sudah lebih bagus darinya." Penampilan Messi di tubuh Timnas Argentina memang memegang peranan sangat penting setelah Riquelme menolak untuk bergabung. Banyak orang Argentina menginginkan Messi menjadi inspirator serangan Argentina. Tetapi seharusnya yang benar adalah sebaliknya, di Barcelona Messi tidak melakukan hal itu, ia memiliki 2 pemain pendukung di sebelahnya, dan memiliki kebebasan bermain di sebelah kanan sambil menusuk ke jantung pertahanan. Dua gelandang Barcelona, Xavi dan Iniesta membagi peranan sebagai pengatur serangan, sementara Dani Alves selalu siap berlari dari belakang menutup pos yang ditinggalkan Messi atau bahkan ikut membantu saat menyerang. Messi tentu merasa keberatan dengan tanggung jawab mengatur serangan sambil juga ikut menyerang. "Saya tidak bisa melakukan segalanya seorang diri," ujar pemain yang memulai debutnya bersama Barcelona di umur 17 tahun 114 hari. Maradona seharusnya bisa bersikap bijak mengantisipasi keluhan dari pemainnya ini. Sebab jika tidak, ia akan menyia-nyiakan sebuah talenta besar yang mampu membuat perbedaan di tim Argentina saat ini. "Anda harus menyuntikkan kepercayaan diri kepada Messi. Jika Anda merebutnya, Anda akan membunuhnya," ujar Mario Kempes, legenda Argentina lainnya. Tetapi apa yang dilakukan Maradona adalah sebaliknya, dengan memberi Messi tanggung jawab lebih dan tekanan untuk menjadi pemimpin permainan Argentina yang membuatnya tak bisa bergerak bebas. Maradona jelas berbeda dengan Pep, yang membebaskan Messi bermain di posisi yang diinginkannya dan memberi pemain-pemain yang selalu bisa mendukungnya untuk bermain layaknya pemain terbaik dunia. Di umur yang masih muda seperti Messi, semua mimpi masih bisa diwujudkan. Jika gagal di Piala Dunia 2010 ini, Messi masih bisa berharap meraih juara di Piala Dunia 2014 di Brazil, saat itu Messi akan berumur 27, usia yang menurut teori Arsene Wenger adalah usia puncak bagi pemain di sektor depan. Namun semua harus dengan catatan Messi tetap berusaha menjaga dan meningkatkan performa terbaiknya sebagai pemain terbaik dunia dan berharap Maradona telah mengubah pola pikirnya dengan membiarkan Messi untuk menggantikan dirinya sebagai yang terbaik sepanjang sejarah, itupun kalau Argentina masih bandel untuk memakai Maradona sebagai pelatih. (bola/goal/fft/wiki/blog/jef)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE