Analisa: Madrid Dibantai Dortmund, Kesalahan Taktik Mourinho?
Editor Bolanet | 25 April 2013 12:13
Bola.net - Mengikuti jejak Bayern Munich sehari sebelumnya, dini hari tadi Borussia Dortmund melumat Real Madrid dengan skor telak 4-1 pada laga leg pertama semifinal Liga Champions. 4 Gol Dortmund diborong oleh Robert Lewandowski, sementara Madrid hanya bisa membalas sekali melalui Cristiano Ronaldo.
Senjata apa yang digunakan Dortmund? Apa yang salah dari taktik Jose Mourinho? Berikut ulasan taktiknya seperti dilansir dari Bleacher. (ble/mac)
Formasi

Angel Di Maria datang terlambat di Dortmund setelah menunggui istrinya melahirkan. Keterlambatan Di Maria ini memaksa Jose Mourinho melakukan perubahan komposisi pemain. Luka Modric menjadi starter dalam formasi 4-3-3 memaksa Mesut Oezil bermain sebagai sayap kanan menggantikan posisi Di Maria.
Sementara Dortmund turun dengan pakem formasi mereka 4-2-3-1. Mario Goetze berperan sebagai playmaker dan Marco Reus tampil impresif ditempatkan di sayap kiri Dortmund.
Lini Tengah Milik Dortmund

Sejak wasit meniupkan peluit di babak pertama, Dortmund bisa tampil apik menekan. Tidak efektifnya lini tengah Madrid, terutama Ozil di sisi kanan membuat playmaker Dortmund, Ilkay Gundogan bisa leluasa mengatur pola serangan.
Seperti halnya Andrea Pirlo di Juventus, Gundogan bermain ke dalam agar bisa leluasa mengatur tempo permainan. Digesernya Ozil ke kanan membuat Madrid kehilangan taji di lini tengah. Malahan trio lini tengah Madrid, Modric-Alonso-Khedira malah membiarkan Gundogan menguasai bola dan mengawali serangan Dortmund.
Bek Dortmund, Mats Hummels juga dibiarkan oleh Madrid untuk bebas maju memberikan umpan. Minimnya pengawalan kepada deep playmaker Dortmund membuat Madrid kesulitan untuk mengembangkan permainannya.
Permainan Madrid Sulit Berkembang

Seperti dijelaskan sebelumnya, trio lini tengah Madrid tampil melempem pada laga dini hari tadi. Dengan digesernya Ozil ke kanan, Madrid kehilangan sosok pengatur serangan. Sementara Modric yang diharapkan mampu menggantikan peran Ozil kalah bersaing dengan Gundogan.
Alonso yang berada di posisi paling belakang di antara tiga gelandang Madrid tampak kesulitan untuk mengalirkan bola ke depan.
Dengan tekanan dari pemain-pemain Dortmund, Alonso tidak bisa maksimal melepas umpan-umpan panjang ke lini depan.
Begitu Alonso menguasai bola, pemain Dortmund dengan cepat menutup ruang gerak serta target umpan bola di depan. Akibatnya Alonso dipaksa untuk kembali ke area permainan Madrid sendiri.
Sementara serangan dari sektor sayap Madrid tidak bisa berfungsi maksimal. Fabio Coentrao kesulitan untuk bisa melewati penjagaan Jakub Blaszsykowski dan Lukasz Piszczek menempel ketat Cristiano Ronaldo.
Perubahan Taktik Mourinho

Mourinho bisa dibilang tak melakukan apa-apa untuk bisa membatasi ruang gerak Gundogan. Bahkan pergantian formasi menjadi 4-2-4 malah mengurangi jumlah gelandang di lini tengah.
Karim Benzema masuk berduet dengan Ronaldo di lini depan Madrid. Ozil tetap bermain di sayap sementara Di Maria masuk mengisi posisi sayap kiri yang sebelumnya ditempati Ronaldo.
Secara keseluruhan Dortmund bermain luar biasa, mereka menekan lawan, tampil lugas dan memaksimalkan penguasaan bola. Lewandowski dan Gundogan menjadi pahlawan kemenangan Dortmund saat melumat Madrid dini hari tadi.
Kesimpulan

Dortmund memang layak mendapatkan kemenangan dini hari tadi. Satu kaki Dortmund kini sudah berada di final, mementahkan prediksi yang sebelumnya banyak menjagokan Real Madrid.
Cukup terkejut melihat Mourinho tidak melakukan usaha berarti untuk bisa menghentikan Gundogan. Akibatnya Alonso tidak bisa leluasa untuk mengatur serangan dan terpaksa menjemput bola hingga mundur ke lini belakang.
Dari awal, Mourinho berencana untuk memaksimalkan serangan balik cepat dengan Alonso sebagai porosnya. Sayang rencana Mou tidak berjalan dengan baik, bahkan Alonso yang terpaksa turun membantu pertahanan malah memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah ketika menjatuhkan Marco Reus di kotak penalti Madrid.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo: Fakta-fakta Menarik sang Ikon Sepak Bola Dunia
Asia 8 Juni 2026, 08:52
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















