Analisa Taktik Bayern Menghancurkan Barcelona

Editor Bolanet | 24 April 2013 11:52
Analisa Taktik Bayern Menghancurkan Barcelona

Bola.net - Bayern Munich menghancurkan Barcelona dengan skor telak 4-0 di Allianz Arena dini hari tadi, pada leg pertama semifinal Liga Champions musim ini. Hasil ini cukup mengejutkan banyak orang, sekaligus menipiskan peluang Barca lolos ke laga final.

Bayern dalam performa luar biasa yang akan dicatat sejarah saat dengan mudah melumat salah satu tim terbaik dunia, Barcelona. Bagaimana raksasa Jerman itu melakukan itu semua? Berikut analisanya seperti yang dilansir Bleacher. (ble/mac)

1 dari 5 halaman

Formasi

Formasi

Bayern Munich memakai pola defensif, 4-2-3-1 tetapi kali ini tanpa striker murni. Sementara Barca tetap menggunakan formasi pakem mereka 4-3-3.

Lionel Messi fit untuk bermain, Mario Gomez masuk untuk menggantikan Mario Mandzukic yang terkena larangan bermain dan Arjen Robben dipasang sebagai sayap kanan. Yang mengejutkan adalah dipasangnya Jerome Boateng dan Alexis Sanchez sejak menit pertama di masing-masing tim.

2 dari 5 halaman

Pola Permainan

Pola Permainan

Barca mengawali laga dengan penguasaan bola seperti yang menjadi pola permainan mereka. Mengalirkan bola hingga ke lini belakang untuk memancing pemain Bayern maju meninggalkan pos mereka masing-masing.

Sementara Bayern membiarkan dua bek Barca, Gerard Pique dan Marc Bartra untuk menguasai bola. Tetapi pemain Bayern tidak terpancing untuk maju, melainkan menjaga ketat trio penyerang Barca di lini depan. Sementara Thomas Mueller yang biasanya menjaga ketat pemain lawan di lini tengah dibiarkan bebas bergerak untuk maju ke area lawan.

Barcelona menempatkan Sergio Busquets untuk menjaga ketat Mario Gomez. Ketika Gomez turun terlalu dalam, Busquets melepas penjagaannya, tetapi begitu Gomez memasuki area Barca, Busquets menempel ketat sang striker bagaikan perangko. Hal ini yang membuat Mueller leluasa bergerak. Sementara Arjen Robben dan Franck Ribery menahan serangan kedua full-backs Barca.

Taktik yang digunakan Bayern ini dikenal dengan fake pressing. Mereka menjaga ketat pemain lawan yang akan menjadi target bola, dan membiarkan beberapa rekannya untuk bebas bergerak. Dengan cara ini Bayern sukses meredam agresivitas Barca, menghemat tenaga dengan bermain efektif dan tetap berbahaya melancarkan serangan.

Taktik Bayern ini sebenarnya beresiko tinggi karena memerlukan konsentrasi tinggi. Bek Bayern tidak boleh lengah sedikitpun mengingat kecepatan yang dimiliki trio lini depan Barca. Tetapi Bayern sukses mengkarantina trio lini depan Barca dari aliran bola. Sedangkan lini tengah Bayern juga sukses mematikan lini tengah Barca sebelum melancarkan serangan cepat.

3 dari 5 halaman

Cemerlangnya Javi Martinez

Cemerlangnya Javi Martinez

Tidak salah Bayern mengeluarkan banyak uang untuk menebus kontrak Javi Martinez. Mantan gelandang Athletic Bilbao ini menjadi kunci untuk meredam lini tengah Barca.

Martinez berhasil memenangkan duel di lini tengah pada laga dini hari tadi, dengan melakukan aksi tekel sebelum gelandang Barca melepas umpan panjang ke lini depan. Tercatat Martinez sukses melakukan 6 tekel dan dua intercept.

Variasi kerjasama Martinez bersama Mueller menjadi kunci kesuksesan Bayern menjebol gawang Barca. Sementara Bastian Schweinsteiger bermain agak mundur ketika Martinez maju ke depan.

4 dari 5 halaman

Agresif di Babak Kedua

Agresif di Babak Kedua

Martinez mendapat kartu pada awal babak kedua yang membuatnya harus berhati-hati ketika melakukan tekel. Hal ini yang kemudian membuat Bayern berganti strategi.

Permainan Bayern menjadi lebih agresif di babak kedua, dan permainan efektif yang mereka peragakan di babak pertama memberikan keuntungan. Dengan bermain efektif, Bayern mempunyai tenaga lebih di babak kedua untuk menaikkan tempo permainan.

Bayern membiarkan pemain Barca masuk ke area mereka sebelum merebut bola dan mengawali serangan. Pola Bayern berubah menjadi 4-4-1 dengan Franck Ribery dan Robben bermain lebih dalam untuk menjemput bola.

Pola Bayern mirip dengan yang diperagakan oleh Milan dengan mengandalkan serangan dari sektor sayap. Bedanya kedua sayap Bayern lebih berkualitas dibandingkan Milan. Robben bekerja tanpa lelah berlari mencari bola dan menusuk pertahanan Barcelona.

Bayern mengawali serangan dari area sendiri.

5 dari 5 halaman

Kesimpulan

Kesimpulan

Barca tidak bermain dengan baik melawan Paris Saint-Germain di babak perempat final. Klub asal Prancis itu menginspirasi Bayern jika bek berkualitas tanpa lelah dan gelandang disiplin bisa membuat Barca kesulitan.

Bayern memadukan pertahanan solid seperti yang diperagakan Thiago Silva dan Blaise Matuidi dengan ketajaman pemain depan yang tidak dimiliki oleh Milan dan PSG. Hasilnya sungguh mengejutkan.

Barca mencetak 4 gol saat melawan Milan yang sudah disiplin bertahan di Camp Nou. Lapangan yang lebih lebar di Camp Nou memang membantu Barca bermain lebih agresif, tetapi mengejar defisit 4 gol dari lawan seperti Bayern Munich sepertinya terlalu berat, bahkan untuk klub seperti Barcelona.

LATEST UPDATE