ANALISA: Ziegler dan Lichtsteiner, Kekuatan Baru Duo Bek Sayap Juventus
Editor Bolanet | 13 Juli 2011 12:54
Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
Antonio Cabrini, Andrea Fortunato, Moreno Torricelli, Alessandro Birindelli, Gianluca Pessotto, hingga Gianluca Zambrotta. Memori indah bek sayap yang pernah berkostum hitam putih kebanggaan Juventus.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Bianconeri tak lagi memiliki bek sayap berdeterminasi tinggi, hingga kehilangan naluri golnya dan "terbuang" ke Parma.
Musim lalu Juve punya Marco Motta, dibeli dari Udinese dengan harapan tinggi seperti yang ia tunjukkan bersama Roma. Alih-alih jadi pilihan utama Cesare Prandelli di skuad Azzurri, Juve lebih sering memainkan bek Denmark berusia 18 tahun yang baru belajar bahasa Italia, Frederik Sorensen, di sektor bek sayap, meski itu bukan posisi asli Sorensen.
Sejak dijualnya Zambrotta ke Barcelona lima tahun lalu, Juve berusaha mengisi bek sayapnya dengan pemain-pemain baru yang diharapkan punya kualitas sama. Namun Jonathan Zebina, Cristian Molinaro, Zdenek Grygera, bahkan Fabio Grosso gagal memenuhi harapan tinggi Bianconeri.
Seiring dengan anjloknya prestasi Juve tahun lalu, direktur umum Beppe Marotta berjanji untuk memperkuat sejumlah area yang akan menjadi kekuatan skuad Antonio Conte musim depan.
Pertama yang didatangkan adalah Reto Ziegler, bebas transfer. Mantan winger Tottenham yang terlahir kembali sebagai bek kiri tangguh Sampdoria. Ziegler tak hanya memberi opsi overlap dari sisi kiri, tapi juga tendangan bebas kaki kiri, sebuah keuntungan bagi Juve musim depan yang melengkapi set piece kaki kanan milik Alessandro Del Piero dan Andrea Pirlo.
Di bek kanan, Juve membayar 10 juta euro (sekitar Rp 119 miliar) pada Lazio untuk membawa rekan senegara Ziegler, Stephan Lichtsteiner. Selain fullback, ia juga bisa bermain sebagai gelandang, tipe pemain yang punya fisik prima, mengingatkan kita pada Valon Behrami saat masih di Lazio.
Statistik Whoscored mencatat Lichtsteiner musim lalu unggul duel bola atas di semua area dengan prosentase 61%.
Dan berikut perbandingan duo bek sayap baru Juventus, Ziegler dan Lichtsteiner dengan pasangan bek sayap Palermo (Federico Balzaretti - Mattia Cassani), Inter (Yuto Nagatomo - Douglas Maicon), Milan (Ignazio Abate - Luca Antonini) dan pasangan incumbents Juventus sendiri (Fabio Grosso-Marco Motta).
Duel Ziegler vs Nagatomo musim lalu, bakal mewarnai Derby D'Italia musim depan. (foto: Reuters)
Dalam total 43 umpan silang, kombinasi Ziegler dan Lichtsteiner hanya kalah dari pasangan Palermo. Namun Lichtsteiner mencatat 37 umpan crossing sempurna, terbanyak di antara semua bek sayap Serie A, sebuah statistik yang menunjukkan kemampuan menyerang Lichtsteiner sama baiknya dengan naluri bertahan.
Dalam hal disiplin, Ziegler dan Lichtsteiner masih perlu lebih hati-hati karena keduanya musim lalu mencatat total 72 pelanggaran dan 12 kartu kuning. Duo Palermo mencatat 74 pelanggaran dan 12 kartu kuning. Pasangan Milan 48 pelanggaran dan 3 kartu kuning, sedangkan Inter 35 pelanggaran dan 8 kartu kuning.
Namun rekor Ziegler dan Lichtsteiner masih lebih baik dari Grosso dan Motta yang mencatat 73 pelanggaran dan 14 kartu kuning.
Dari jumlah tekel, Ziegler dan Lichtsteiner tercatat memenangkan 118 tekel, satu lebih banyak dari pasangan Palermo, 13 tekel lebih banyak dari Milan, 35 lebih banyak dari Inter, unggul jauh 45 tekel dari Motta dan Grosso. Abate memegang rekor dengan total 80 tekel, terbanyak di antara semua bek sayap di Serie A.
Di posisi bek kiri, Juve juga punya pemain muda Paolo De Ceglie, namun duet mantan pemain Grasshoppers di kedua sisi fullback tampaknya bakal menjadi andalan Conte yang ingin seragam hitam putih Juventus "basah oleh keringat" di lapangan.
Harapan baru untuk musim dan era baru La Vecchia Signora. (ws/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












