ANALISIS: Torino 1-1 Roma, I Lupi Kehilangan Taring
Editor Bolanet | 4 November 2013 12:11
Bola.net - Rekor 100 persen kemenangan AS Roma di Serie A 2013/14 terputus setelah hanya sanggup bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah pada giornata 11. I Lupi bermain dominan, tapi ibarat serigala yang kehilangan taring, mereka gagal mencabik habis barisan pertahanan I Granata.
Dua gol di Turin, Senin (04/11), tercipta melalui proses yang nyaris serupa. Roma memecah kebuntuan di menit 28 ketika umpan tarik Miralem Pjanic dari wilayah kiri kotak penalti disambar oleh Kevin Strootman, lalu Torino membalas melalui gol Alessio Cerci di menit 63 berkat assist Riccardo Meggiorini yang hampir identik dengan rancangan Pjanic. Gol Roma dihasilkan dengan diawali set piece, sedangkan pasukan Giampiero Ventura memanfaatkan serangan balik.
Tanpa Francesco Totti (cedera) dan Leandro Castan (skorsing), Rudi Garcia memasang Marco Boriello serta Nicolas Burdisso di starting line-up Roma. Selain itu, Garcia juga mencadangkan Adem Ljajic, memainkan Michael Bradley sejak menit awal, dan menggeser Pjanic ke kiri-depan.
Pjanic bermain gemilang. Meski hanya sempat sekali melepas tembakan, perannya lebih dari itu. Lewat operan-operan yang akurasinya mencapai 91%, lima peluang terbuka bagi Roma. Salah satunya adalah assist untuk Strootman.
Hanya saja, performa apik Pjanic tidak diikuti oleh dua penyerang Roma lainnya, Borriello dan Alessandro Florenzi. Hasilnya, dominasi permainan berkat kemampuan Daniele De Rossi, Bradley dan Strootman dalam mengontrol aliran bola di lini tengah serta kerja keras Pjanic untuk menciptakan celah pun seolah menguap hampir tanpa sisa. Keputusan Garcia mengganti Borriello dengan Ljajic di menit 67 mungkin terlalu terlambat bagi Roma. Pasalnya, lewat Ljajic lah Roma mendapatkan dua dari tiga shot on target mereka sepanjang laga.
Torino sendiri, meski kalah penguasaan bola, justru sanggup menciptakan peluang lebih banyak daripada Pasukan Serigala. Semua itu tak lepas dari permainan gemilang dua strikernya, Cerci dan Meggiorini, serta Alessandro Gazzi di posisi gelandang kanan.
Roma, yang terhindar dari tikaman-tikaman tambahan Torino berkat empat penyelamatan Morgan De Sanctis di bawah mistar, menyerang habis-habisan pada menit-menit pemungkas laga, terutama lewat sejumlah free kick beruntun di wilayah berbahaya. Namun, lini belakang Il Toro bertahan sekuat tenaga dan sanggup menjaga skor 1-1 hingga peluit panjang.
Untuk pertama kalinya musim ini, Roma gagal meraup poin maksimal. Untuk kali kedua, gawang Roma kembali bergetar.
Streak kemenangan Roma terhenti di angka 10. Namun, Roma masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan tiga poin atas Napoli dan Juventus.
Selain itu, I Lupi juga sudah menetapkan sebuah standar baru untuk start terbaik sepanjang sejarah Serie A, yaitu kemenangan beruntun dalam 10 giornata awal.
*Data serta statistik via WhoScored dan Squawka. (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
LATEST UPDATE
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Usai Mansfield Town, Arsenal Alihkan Fokus ke Bayer Leverkusen
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:37
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59














