Barcelona vs Manchester United: "Final Yang Fantastis" di Wembley
Editor Bolanet | 6 Mei 2011 00:24
Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
"Ini akan menjadi final yang fantastis," kata Sir Alex Ferguson setelah Manchester United memastikan tiket final Liga Champions.
Pertemuan United dan Barcelona di Wembley 28 Mei mendatang akan menjadi lembaran baru bagi sejarah panjang kedua klub. Refleksi dominasi United dan Barca di dua liga domestik terbaik dunia hingga adu strategi dua pelatih beda generasi.
Dua tahun lalu kedua tim bertemu pada final di Olimpico, Roma. United yang masih diperkuat Cristiano Ronaldo, harus mengakui superioritas Barcelona melalui dua gol yang dicetak Samuel Eto'o dan Lionel Messi.
Mari kita simak, seberapa fantastis final Liga Champions tahun ini.
Sejarah Pertemuan
United dan Barcelona telah sepuluh kali bertemu di ajang Eropa. Keduanya berbagi tiga kemenangan dan empat kali seri sejak pertama kali bertemu di perempat final Piala UEFA 1983/84. United dan Barca dua kali bertemu di final Eropa.
Selain tahun 2009, keduanya bertemu pada final Piala Winners 1991 yang dimenangi Setan Merah dengan skor 2-1, sekaligus menjadi gelar Eropa pertama Sir Alex Ferguson bersama Untied. Mantan striker Barca, Mark Hughes, menjadi pahlawan kemenangan United dengan dua golnya ke gawang Carlos Busquets, ayah Sergio Busquets.
United dan Barca juga pernah bertemu pada babak penyisihan grup Liga Champions 1994/95 dan 1998/99 dengan hasil tiga kali seri dan sekali kemenangan untuk Blaugrana. United membalas saat keduanya bertemu lagi di semifinal 2007/08, sebelum Barcelona menjadi raja Eropa di Roma, setahun kemudian.
Pengalaman Wembley
"Kami merasa terhormat bermain di Wembley. Football coming home," kata Pep Guardiola setelah menyingkirkan sang rival abadi Real Madrid dengan agregat 3-1. Faktanya, United-lah yang bakal "coming home" karena lebih sering bermain di Wembley. United sembilan kali menjuarai Piala FA di Wembley dan ini akan menjadi final Eropa ke enam yang digelar di stadion keramat milik bangsa yang mengaku sebagai "penemu" sepak bola modern itu.
Pada tahun 1968, United menjadi tim Inggris pertama yang mengangkat trofi Liga Champions melalui babak perpanjangan waktu setelah mengalahkan Benfica yang diperkuat Eusebio dengan skor 4-1. Barcelona meraih gelar Liga Champions di Wembleu 24 tahun kemudian dengan mengalahkan Sampdoria. Saat itu Barca masih diperkuat Pep Guardiola. Barca menang berkat gol tendangan bebas Ronald Koeman.
Rekor Eropa
Kedua tim sama-sama tiga kali menjuarai Liga Champions dan siapa pun yang menjadi juara di Wembley akan menyamai rekor empat kali juara milik Ajax dan Bayern Munich. Namun mereka masih kalah dari Liverpool, AC Milan, dan Real Madrid. Sebelum dikalahkan Barcelona tahun 2009 lalu, United punya rekor 100% kemenangan di final saat mengalahkan Benfica (1968), Bayern Munich (1999), dan Chelsea (2008).
Barcelona enam kali ke final dan tiga kali juara, menghadapi Sampdoria (1992), Arsenal (2006), dan United (2009). Kekalahan Barca saat final dialami saat berhadapan dengan Benfica (1961), Steaua Bucarest (1986), dan Milan (1994). Bila mampu mengalahkan United, Barcelona akan menjadi tim pertama yang tiga kali juara dalam satu dekade terakhir.
Sir Alex Ferguson vs Pep Guardiola
Guardiola masih berumur tujuh tahun saat Sir Alex Ferguson meraih gelar Eropa pertamanya bersama tim Skotlandia Aberdeen di tahun 1978/79. Bila mampu mengalahkan Barcelona di Wembley, Ferguson akan menyamai kompatriotnya, Bob Paisley, yang meraih tiga gelar Eropa bersama Liverpool di tahun 1977, 1978, dan 1981.
Guardiola adalah satu dari tujuh orang yang menjuarai Liga Champions sebagai pemain dan pelatih. Sosok lainnya adalah Miguel Munoz, Giovanni Trapattoni, Johan Cruyff, Carlo Ancelotti, dan Frank Rijkaar. Dari keenamnya, hanya Munoz dan Ancelotti yang dua kali menjuarai Liga Champions sebagai pelatih.
Final Inggris vs Spanyol
Inggris dan Spanyol telah 15 kali bertemu di final semua kompetisi antar klub Eropa. Spanyol tujuh kali menang dan Inggris delapan kali, sejak Tottenham mengalahkan Atletico Madrid 5-1 pada final Piala Winners 1962/63. Final klub Inggris dan Spanyol dengan skor tertinggi adalah final Piala UEFA 2000/01 ketika Liverpool mengalahkan Alaves dengan skor fantastis, 5-4.
Dalam satu dekade terakhir, Spanyol memiliki rekor head to head lebih baik dibandingkan Inggris. Pada musim 2005/06, Sevilla meraih piala pertama mereka setelah menang telak 4-0 atas Middlesbrough di final Piala UEFA. Seminggu kemudian, Barcelona mengalahkan Arsenal 2-1 pada final di Paris. Tiga tahun berikutnya, Barcelona mengalahkan United, dan pada final Liga Europa tahun lalu Atletico Madrid mengalahkan wakil Inggris lainnya, Fulham.
Tahun ini, wakil Spanyol kembali bertemu tim Premier League. Siapa pun yang menang, entah Barcelona yang meneruskan dominasi Spanyol atas Inggris, atau United yang meraih gelar Liga Champions ketiga mereka, yang pasti semoga final ini nantinya benar-benar menjadi "final yang fantastis" seperti kata Sir Alex. (uefa/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Juventus vs Verona 3 Mei 2026
Liga Italia 1 Mei 2026, 05:00
-
Prediksi Man Utd vs Liverpool 3 Mei 2026
Liga Inggris 1 Mei 2026, 04:00
-
Prediksi Sassuolo vs Milan 3 Mei 2026
Liga Italia 1 Mei 2026, 01:00
-
Prediksi Osasuna vs Barcelona 3 Mei 2026
Liga Spanyol 30 April 2026, 19:17
-
Prediksi Arsenal vs Fulham 2 Mei 2026
Liga Inggris 30 April 2026, 18:26
LATEST UPDATE
-
Pilih Lawan Arsenal di Final UCL? Bayern Munchen Aja!
Liga Inggris 6 Mei 2026, 21:31
-
Nonton Live Streaming Liga Champions: Bayern vs PSG
Liga Champions 6 Mei 2026, 21:05
-
Harry Kane vs Ousmane Dembele, Ojo Dibandingke
Liga Champions 6 Mei 2026, 20:45
-
Dua Monster Gol Liga Champions, Bayern Munchen dan PSG!
Liga Champions 6 Mei 2026, 19:49
-
3 Tahun Gila Lamine Yamal: Messi Kalah Jauh di Usia yang Sama!
Liga Spanyol 6 Mei 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18









