Brasil vs Jerman, Menerka Siapa Pemenangnya
Editor Bolanet | 8 Juli 2014 09:55
Bola.net - Oleh Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia U-19
Laga partai vs pasti akan hadir dengan intensitas yang sangat tinggi. Tidak hanya di dalam lapangan hal-hal diluar lapangan, seperti ego benua akan turut menghiasi pertandingan yang menurut banyak orang dianggap sebagai final yang kepagian ini.
Kali ini saya ingin mencoba memprediksi pertandingan berbekal data-data statistik performa kedua tim di Piala Dunia kali ini. Selain itu, data lain yang akan menjadi penentu adalah proses persiapan dan kondisi tim terkini.
Berdasarkan data statistic Castrol Index dari kedua tim, kedua tim memang tidak menunjukkan banyak perbedaan. Dari penguasaan bola, kedua tim sangat dominan ketika bermain. Rata-rata lebih dari 50 persen penguasaan bola. Brasil lebih unggul dalam penyerangan, karena mereka bisa melakukan serangan berbahaya dengan rata-rata 45,8 kali sepanjang pertandingan dibanding jerman yang hanya 43 kali setiap pertandingan.
Jumlah percobaan ke gawang juga tidak banyak berbeda antara keduanya. Jerman lebih unggul dengan 16,6 kali mencoba usaha membobol gawang lawan dan Brasil mempunyai rata-rata 15 kali. Kedua tim juga menghasilkan jumlah gol yang sama dalam 5 pertandingan terakhir, yaitu 10 gol.
Salah satu hal yang akan menjadi penentu kemenangan adalah dalam hal akurasi dan variasi passing. Jerman lebih unggul jauh dalam hal akurasi dan frekuensi passing. Dalam 5 kali pertandingan Mereka mempunyai yaitu Jerman di angka 2938 kali passing Brazil 1816 kali passing dan terdistribusi lebih banyak pada medium pass.
Medium pass adalah passing dengan jarak antara 10-25 meter. Artinya jerman lebih efektif dalam mengalirkan bola berpindah dari
satu lini ke lini yang lain. Jerman juga mempunyai akurasi long pass yang cukup tinggi. Total mereka melakukan 243 long pass, ini berarti mereka melakukan 48 kali umpan panjang setiap laganya.
Umpan panjang adalah salah satu strategi menghindari pressing lawan yang ketat. Dengan kata lain, Jerman sangat sering bisa melepaskan diri dari tekanan lawan.
Yang lebih unggul lagi adalah total jarak yang ditempuh oleh pemain jerman. Para pemain jerman setiap pertandingan menempuh 115,3 km dan brasil hanya 106,8 km. Hal ini juga menjadi indikator bahwa para pemain Jerman bergerak jauh lebih banyak ketimbang para pemain Brasil.
Di dalam sepakbola modern, perubahan posisi yang lebih cepat dan dinamis akan memudahkan sebuah tim untuk memecah daerah pertahanan lawan. Situasi ini sangat fasih dilakukan oleh para pemain Jerman.
Satu hal yang mungkin akan merugikan Brasil dalam pertandingan nanti adalah tingkat agresivitas para pemainnya. Sejauh ini para pemain Brasil telah melakukan 96 kali pelanggaran yang 10 diantaranya menghasilkan kartu kuning. Jika dirata-rata maka muncul angka 19,2 kali pelanggaran tiap pertandingannya. Angka yang cukup tinggi untuk tim sekelas Brasil.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan para pemain jerman. Mereka hanya melakukan 57 kali pelanggaran dan hanya menghasilkan 4 kartu kuning sejauh ini. (ind/mac)
Faktor Neymar

Neymar benar-benar menjadi pemain kunci bagi Brasil. Dari lima pertandingan sejauh ini, Neymar telah menjadi 2 kali man of the match, yaitu saat lawan Kroasia dan Kamerun.
Ditambah lagi dengan statistic menunjukkan bahwa setelah Neymar ditandu keluar saat Brasil bertemu Kolombia, penguasaan bola berpindah ke Kolombia. Memang Scolari pasti sudah menyiapkan pemain yang bisa menggantikan peran Neymar. Tapi bagaimanapun juga tim Brasil telah lama dipersiapkan dengan mengakomodasi Neymar sebagai pemain kunci.
Persiapan lama dengan Neymar menjadi bagian tim tidak dengan mudah diubah mengikuti pola baru tanpa Neymar. Jerman menunjukan tren kondusif Jerman sejauh ini masih sangat nyaman dengan kondisi tim mereka. Persiapan yang mereka lakukan selama ini masih berjalan dengan mulus.
Selain itu, Jerman telah melewati masa tersulitnya sepanjang turnamen ini, yaitu ketika melawan Perancis. Secara mental, para pemain Jerman telah tertempa dengan sangat berat pada pertandingan terakhir. Sesuai dengan rumus kurva normal untuk kondisi mental, setelah mereka menghadapi tekanan yang berat dan berhasil lolos, maka mereka akan jauh lebih nyaman dalam tekanan yang kurang lebih serupa.
Pertandingan melawan Perancis benar-benar menunjukkan bagaimana Jerman harus bereaksi dalam kondisi tertekan. Kondisi inilah yang akan menguntungkan Jerman. Brasil menghadapi situasi yang berbeda. Meskipun mereka lolos melawan Kolombia, tapi ada kehilangan besar di kubu mereka, yaitu Kehilangan Neymar karena cedera dan kehilangan Thiago Silva karena akumulasi kartu.
Secara psikologis, tren mereka terlihat menurun. Jadi berdasarkan data-data seperti di atas, saya secara pribadi menjagokan Jerman untuk lolos ke partai puncak.
Timnas Jerman yang dikelola secara modern dan mutakhir sejauh ini telah menunjukkan kelasnya sebagai calon juara dunia yang baru. Dari sisi teknis, fisik maupun mentalitas, Jerman menunjukkan bahwa mereka pantas untuk menjadi Juara Dunia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berikan Saja Bolanya ke Erling Haaland
Piala Dunia 6 Juli 2026, 20:38
-
Nyland Kokoh di Bawah Mistar, Haaland Mematikan di Barisan Depan
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:39
-
Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Siklus Baru Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:07
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Brasil vs Norwegia
Piala Dunia 6 Juli 2026, 00:06
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
-
Tersisih di Era Xabi Alonso, Wonderkid Chelsea Ini Menolak Menyerah!
Liga Inggris 22 September 2026, 22:19
-
Tim Renang Putra Indonesia Finis Ke-6 di Final 4x100 Meter Gaya Ganti Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 22:11
-
Mantan Tangan Kanan Solskjaer Bakal Gantikan Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:08
-
MU Cari Bek Kiri Baru, Incar Bek Top EPL Ini?
Liga Inggris 22 September 2026, 21:59
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
-
Makin Kuat! Wakili Indonesia di Kompetisi Regional, Borneo FC Dapat Sokongan Mitra Baru!
Bola Indonesia 22 September 2026, 21:43
-
Perenang Indonesia Finis di Peringkat 6 Men's Backstroke 50m Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 21:30
-
Estevao Willian Bicara soal Minim Menit Bermain di Chelsea Era Xabi Alonso
Liga Inggris 22 September 2026, 21:10
-
Raphinha Segera Tunjuk Agen Baru, Tugas Pertamanya Negosiasi Kontrak Baru dengan Barcelona
Liga Spanyol 22 September 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


