Copa America: Deja Vu Semifinal dan Kisah Cinderella Venezuela

Editor Bolanet | 18 Juli 2011 09:17
Copa America: Deja Vu Semifinal dan Kisah Cinderella Venezuela
Franklin Lucena dan Luis Seijas merayakan sukses Venezuela ke semifinal Copa America. (c) AFP

Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
"Juara Copa America tahun ini, Peru atau Venezuela?", kata salah satu rekan di kantor belum lama ini. Saya yakin dia tak benar-benar serius mengatakannya. Saya pun tak berani bertaruh untuk Peru atau Venezuela. Tapi, fakta membuktikan Peru dan Venezuela secara mengejutkan lolos ke empat besar Copa America 2011, bersama Uruguay dan Paraguay. Sejak Bolivia menahan tuan rumah Argentina di laga pembuka dan Venezuela menahan imbang tanpa gol juara bertahan Brasil, anomali Copa America mencapai klimaksnya di perempat final. Secara kognitif dan historis, Argentina, Brasil, Kolombia, dan Chile lebih banyak diunggulkan mengisi spot semifinal. Argentina adalah tuan rumah, finalis dua edisi terakhir Copa. Namun di perempat final, kegagalan Carlos Tevez menaklukkan penampilan heroik kiper Uruguay, Fernando Muslera, melengkapi derita Lionel Messi yang menjadi sasaran kritik tajam publik Tango sejak awal turnamen. Kolombia dengan Radamel Falcao-nya, juara Grup A, secara mengejutkan tersingkir dari Peru, tim yang datang ke Copa dengan materi compang-camping tanpa diperkuat dua striker utama yang cedera, Claudio Pizarro dan Jefferson Farfan. Kegagalan Falcao mengeksekusi penalti pada waktu normal dihukum oleh tendangan roket Carlos Lobaton dan penyelesaian dingin kapten Juan Vargas, membawa Peru ke semifinal untuk pertama kalinya sejak tahun 1983. Brasil, pemegang titel sekaligus mengincar hattrick juara, tampak seperti bukan tim calon juara ketika empat eksekutor Selecao gagal menembus kokohnya kiper Paraguay, Justo Villar. "Saya pikir, secara keseluruhan kami bermain dengan baik di Copa, tapi kini kami harus pergi dengan kepala tegak untuk menyambut Piala Dunia di tanah kami," ujar Robinho menghibur diri usai tersingkir dari Paraguay. Apa pun yang dikatakan Robinho, tak menghalangi pesta Paraguay, tim yang belum pernah menang tapi melaju ke semifinal (tiga kali seri di penyisihan grup dan seri di waktu normal lawan Brasil). Toh fans Paraguay tak terlalu peduli Lucas Barrios dkk menjadi tim spesialis seri, karena mereka lebih cemas menunggu momen istimewa saat Larissa Riquelme menepati janjinya di Buenos Aires pekan depan. Venezuela melengkapi kisah Cinderella di Copa America tahun ini. Negara asal Telenovela yang pernah identik dengan lumbung gol Amerika Latin itu menyingkirkan Chile. Ini merupakan semifinal pertama bagi Lo Vintoninto. Seorang rekan di Twitter, @el_abie, mengatakan bahwa "Kualitas Amerika Latin setara," mengacu pada opini bahwa sejak Bolivia menahan imbang Argentina di laga pertama, tak ada lagi underdog di Copa America. Semua tim bisa menang (kecuali Paraguay) dan semua tim punya peluang yang sama untuk menjadi juara. Uruguay vs Peru dan Paraguay vs Venezuela di semifinal merupakan deja vu penyisihan grup. Siapa yang lolos ke final? Masih misterius karena sebelumnya Uruguay bermain imbang 1-1 dengan Peru dan comeback luar biasa Venezuela memaksakan hasil imbang 3-3 untuk Paraguay. Uruguay, Peru, Paraguay, dan Venezuela mungkin bukan komposisi "idaman" semifinal, tapi tetap menjanjikan laga yang menarik, seru, dan penuh kejutan. (kpl/bola)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE