Dua Tim Rival Yang Berbagi Stadion
Aga Deta | 17 Mei 2016 09:54
Bola.net - Bola.net - Stadion sepakbola sekarang ini bukan hanya sekedar lapangan untuk menunjukkan aksi dari para pemain. Mereka sudah menjadi kandang dan bahkan identitas sebuah klub.
Namun, tidak semua klub sepakbola memiliki stadion sendiri. Mereka memilih berbagi stadion dengan tim lain ketika menggelar laga kandangnya. Berikut ini tujuh tim yang berbagi stadion dengan rivalnya.
Allianz Arena

Bayern Munchen dan TSV 1860 Munchen sudah berbagi stadion sejak tahun 1972. Ketika itu mereka berdua menggunakan Olympiastadion sebagai kandang mereka sampai tahun 2005.
Setelah meninggalkan Olympiastadion, Bayern dan TSV kemudian menempati Allianz Arena untuk menggelar laga kandang. Stadion yang baru tersebut memiliki kapasitas 75 ribu penonton dan pernah menjadi venue Piala Dunia 2006.
San Siro

AC Milan dan Inter Milan berbagi stadion yang sama disebut San Siro. Rossoneri pertama kali menggunakan stadion ini ketika pertama kali dibuka pada tahun 1926. Milan kemudian mulai berbagi stadion dengan sang rivalnya Inter sejak tahun 1946.
San Siro sekarang memiliki kapasitas 80.018 penonton dan pada tahun 1980 stadion ini juga dinamakan Giuseppe Meazza untuk menghormati legenda Italia yang pernah bermain untuk kedua klub tersebut. San Siro tahun ini bakal menggelar hajat besar berupa final Liga Champions 2016.
Maine Road

Manchester City dan Manchester United terlibat persaingan sengit di Premier League dan masing-masing sudah punya stadion sendiri. Namun, dalam sejarahnya kedua klub tersebut pernah berbagi stadion yang sama di Maine Road.
Maine Road awalnya merupakan kandang The Citzens yang digunakan tahun 1923 sampai 2003. Perang Dunia kedua ternyata memaksa Setan Merah mengungsi ke Maine Road karena Old Trafford dibom pasukan Nazi Jerman.
MU berbagi stadion dengan City selama empat tahun atau sampai tahun 1949. Manchester United dan Manchester City bukan hanya tetangga berisik, mereka seperti mantan teman sekamar yang sering bertengkar.
Olimpico

Setelah terbentuk pada tahun 1900, Lazio memilih Olimpico sebagai kandang mereka pada tahun 1953. Stadion tersebut memiliki kapasitas lebih dari 72.000 penonton dan menjadi stadion terbesar kedua setelah San Siro.
AS Roma juga memakai Olimpico sebagai kandang mereka di tahun yang sama. Sejak saat itu stadion ini selalu rutin menggelar laga panas bertajuk Derby della Capitale.
Giallorossi kini bersiap untuk meninggalkan Olimpico dan tengah membangun stadion baru yang bernama Stadio della Roma. Stadion baru tersebut rencananya rampung pada tahun 2018.
Salt Lake Stadium

Salt Lake Stadium saat ini mempunyai kapastitas 68.000 penonton dan merupakan stadion terbesar di India. Stadion ini merupakan kandang dari dua klub rival Mohun Bagan dan East Bengal.
Mohun Bagan dibentuk pada tahun 1889 dan klub yang lebih tua dari AC Milan dan Bayern Munchen ini sudah memenangkan 246 piala sampai sejauh ini. Sementara itu, East Bengal dibentuk pada tahun 1920 dan merupakan klub sukses lainnya dalam sejarah sepakbola India. Kedua tim selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam derby Kolkata.
Azadi Stadium

Meskipun sepakbola Asia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara Eropa, namun tetatp ada derby paling panas di Asia. Derby ini berlangsung di Iran dan mengambil tempat di Azadi Stadium.
Azadi Stadium mampu menampung 100 ribu penonton dan menjadi kandang dari dua klub asal Teheran, Shahin FC dan Esteghal FC. Dua klub yang dianggap masuk dalam The Big Three liga Iran dan rivalitas antara kedua klub telah dimulai sejak liga Iran belum dibentuk.
Maracana Stadium

Maracana Stadium merupakan salah satu stadion bersejarah di Brasil dan pernah menjadi venue Piala Dunia 1950 dan 2014. Namun, stadion ini juga menjadi saksi bisu persaingan paling sengit di Brasil yang bertajuk derby Fla-Flu adalah antara Flamengo dan Fluminense.
Fla-Flu pernah mencatat rekor dunia penonton terbanyak dalam sepakbola ketika pertandingan digelar di Maracana pada 1963. Sebanyak 194 ribu suporter datang menyesaki stadion legendaris Brasil itu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Habis Dihajar MU, Terbitlah Bodo/Glimt: Apa Kata Pep Guardiola?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:19
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








