EDITORIAL: Amerika Latin vs Eropa
Editor Bolanet | 8 Juli 2014 14:44
Bola.net - Oleh: Titis Widyatmoko, penggemar sepakbola
Untuk pertama kalinya sejak 1970, Amerika Latin mendapat dua tempat di semifinal Piala Dunia. Untuk pertama kali juga dalam sejarah Piala Dunia, Brasil dan Argentina sama-sama lolos ke semifinal Piala Dunia yang sama.
Untuk pertama kalinya pula sejak 1950, terbuka peluang final sesama Amerika Latin. Uniknya, tempat terakhir final sesama Amerika Latin itu juga akan menjadi venue final 2014, Stadion Maracana.
Mungkinkah final sesama Amerika Latin terwujud? Mari menilik bursa taruhan global. Yang pertama perlu dilihat adalah bursa taruhan tentang tim mana yang akan menjadi juara Piala Dunia 2014. Untuk pertama kalinya bursa William Hill menggeser Brasil sebagai kandidat terkuat juara. Posisi Brasil digeser Jerman dan Argentina dengan nilai odds yang sama. Brasil ada di tempat ketiga disusul Belanda.
Mengapa bursa bisa meminggirkan Brasil? Ini wajar mengingat Brasil tampil tanpa dan Thiago Silva di semifinal melawan Jerman. Performa Brasil juga kurang mantap terutama saat melawan Chile dan Kolombia.
Sekarang mari tengok bagaimana bursa taruhan global memandang dua laga semifinal. Pada partai pertama Jerman lawan Brasil, pada three way result (seri juga dihitung) peluang keduanya nyaris seimbang. Tetapi pada two way result, Jerman lebih diunggulkan menang lawan Brasil. Lain halnya dengan laga kedua Argentina vs Belanda dimana baik pada bursa three way result atau two way result, Argentina lebih diunggulkan lolos ke final.
Jadi di mata bursa global, final ideal: Jerman vs Argentina.
Tapi bagi Anda pendukung Brasil, jangan patah hati dulu. Lembaga pencatat statistik olahraga Infostrada masih menganggap Brasil sebagai kandidat terkuat juara.
Infostrada tidak asal meramal. Mereka menggunakan sistem elo rating seperti catur dalam menentukan siapa bakal menang. Rating berbasis semua pertandingan resmi yang dijalani sebuah tim dan terus diperbarui seusai laga. Tim yang menang akan mendapat poin sementara tim kalah kehilangan poin. Poin didapat lebih banyak saat menang melawan tim dengan ranking lebih tinggi.
Hasilnya, Brasil diyakini menang atas Jerman di semifinal dengan peluang (58%:42%) sementara Argentina diramal menang lawan Belanda di semifinal kedua dengan peluang 61%:39%. Di final, Infostrada meramal Brasil mengalahkan Argentina dengan perbandingan peluang 55%:45%.
Lupakan ramal meramal. Kita lihat situasi final Piala Dunia dari satu gelaran ke gelaran lainnya. Terutama jika dihubungkan dengan persaingan Amerika Latin vs Eropa. Dari 16 final, enam di antaranya final sesama Eropa, termasuk dua final terakhir. Dari 32 tempat di final, 22 diisi sembilan tim asal Eropa, sisanya Brasil, Argentina dan Uruguay.
Enam Piala Dunia terakhir, empat dimenangi tim Eropa, dua sisanya oleh Brasil 1994 dan Brasil 2002. Tampak bahwa Eropa sedikit lebih unggul dari Amerika Latin. Hanya saja, situasi itu didapat dari kenyataan Eropa tujuh kali tuan rumah sejak 1934, sementara Amerika Latin hanya tiga kali tun rumah, terakhir di Argentina 1978.
Catatan-catatan di atas rasanya membuat Eropa pun sebenarnya berpeluang menjadi finalis di Brasil 2014. Bisa jadi Amerika Latin vs Eropa di final.
vs
Jerman tim yang matang dan solid. Dari empat semifinalis, inilah tim yang paling sedikit menggunakan pemain, yaitu 17 orang. Jerman tim pertama sepanjang sejarah Piala Dunia yang mencapai semifinal empat kali berturut-turut. Jerman juga makin matang dalam hal olah bola dengan menjadi tim rata-rata tertinggi untuk umpan sukses per pertandingan sebanyak 473 kali.
Sementara Brasil tanpa seakan-akan diragukan kekuatannya. Brasil tampak lebih main fisik daripada cantik, tampak dari 53 pelanggaran saat lawan Kolombia, 31 di antaranya oleh pemain Brasil. Satu hal yang tidak bisa diremehkan dari Brasil tentu saja dorongan mental selagi main di kandang sendiri. Spirit ini bisa jadi faktor penentu.
vs
Belanda punya keunggulan dari sisi pengalaman. Ini semifinal ketiga dari empat Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti. Belanda juga punya lima pemain dengan rekor gol impresif di level internasional (Robin van Persie 46, Huntelaar 35, Sneijder 27, 26, Kuyt 25). Mereka ini semua pemain-pemain yang sudah banyak makan asam garam termasuk tekanan di laga sepenting semifinal Piala Dunia.
Di sisi lain, Argentina masih sangat bergantung dengan Lionel Messi. Nama terakhir ini tidak ada yang mengalahkan dalam hal mengkreasi peluang, total 18 peluang. Naik turunnya Argentina, akan sangat bergantung pada Messi. Sayang memang, partner setia Messi, Angel di Maria harus absen. (tis/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
-
Tersisih di Era Xabi Alonso, Wonderkid Chelsea Ini Menolak Menyerah!
Liga Inggris 22 September 2026, 22:19
-
Tim Renang Putra Indonesia Finis Ke-6 di Final 4x100 Meter Gaya Ganti Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 22:11
-
Mantan Tangan Kanan Solskjaer Bakal Gantikan Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:08
-
MU Cari Bek Kiri Baru, Incar Bek Top EPL Ini?
Liga Inggris 22 September 2026, 21:59
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
-
Makin Kuat! Wakili Indonesia di Kompetisi Regional, Borneo FC Dapat Sokongan Mitra Baru!
Bola Indonesia 22 September 2026, 21:43
-
Perenang Indonesia Finis di Peringkat 6 Men's Backstroke 50m Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 21:30
-
Estevao Willian Bicara soal Minim Menit Bermain di Chelsea Era Xabi Alonso
Liga Inggris 22 September 2026, 21:10
-
Raphinha Segera Tunjuk Agen Baru, Tugas Pertamanya Negosiasi Kontrak Baru dengan Barcelona
Liga Spanyol 22 September 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33






