Fondasi Sepakbola Montella Mulai Mengakar di Milan
Gia Yuda Pradana | 18 Oktober 2016 15:25
Bola.net - Bola.net - Ball possession alias penguasaan bola dikenal sebagai fondasi utama sepakbola Vincenzo Montella. Hal itu terlihat sudah mulai mengakar dalam permainan AC Milan.
Milan menang 3-1 di kandang dalam lanjutan kompetisi Serie A 2016/17 akhir pekan kemarin. Rossoneri pun tak terkalahkan dalam lima laga terakhirnya, dengan sekali seri (0-0 vs Fiorentina giornata 6) dan dua kali menang beruntun (1-0 vs Sampdoria giornata 4, 2-0 vs Lazio giornata 5 serta 4-3 vs Sassuolo giornata 7, 3-1 vs Chievo giornata 8).
Ditunjuk menangani Milan di awal musim, Montella dihadapkan pada tantangan berat. Sempat menang 3-2 dengan susah payah menjamu Torino di pekan perdana, Milan racikan Montella lalu berturut-turut dihajar tuan rumah Napoli 2-4 dan dipermalukan Udinese 0-1 di San Siro. Namun, mantan pelatih Fiorentina serta Sampdoria itu akhirnya sanggup membawa Milan ke jalur yang benar dengan permainan atraktif dan dipadu pula dengan hasil yang memuaskan.
Milan kini memiliki 16 poin di peringkat tiga. Milan hanya kalah selisih gol dari AS Roma di posisi dua dan terpaut lima poin dari juara bertahan di pucuk klasemen sementara. Ini adalah kondisi ideal bagi Milan untuk meladeni Juventus di San Siro pada giornata berikutnya.
Milan punya modal bagus untuk menghadapi Juventus. Selain kepercayaan diri, Milan kini juga sudah punya gaya sepakbola yang bisa diandalkan. Calciomercato membeberkan analisisnya dari laga melawan Chievo.
Montella dan ball possession sudah seperti dua bagian yang tak terpisahkan. Di bawah arahannya, Milan menunjukkan perkembangan konstan di segi penguasaan bola dalam beberapa laga terakhir mereka di Serie A (47% vs Sampdoria, 52% vs Lazio dan Sassuolo, 55% vs Chievo).
Kita semua tahu kalau keunggulan ball possession tak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Namun, tak perlu diragukan, itu adalah faktor kunci dalam gaya sepakbola Montella.
Melawan Chievo, Alessio Romagnoli dan Gabriel Paletta adalah dua pemain yang membukukan jumlah operan terbanyak. Bisa dilihat dari gambar di atas, ketika dua bek sentral itu menguasai bola, dua bek sayap Milan sama-sama naik ke lini tengah dan berada satu garis dengan para gelandang. Sementara itu, playmaker Milan - Manuel Locatelli - memposisikan diri di antara dua bek sentral, menjadi bek 'bayangan'.
Milan juga berusaha membangun serangan dengan perpindahan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Strategi ini berjalan dengan baik, terutama melawan tim yang bertahan cukup dalam seperti Chievo.
Anak-anak asuh Montella sudah mematangkan serta menerapkan skema serangan ini. Hasilnya, mereka pun telah mencetak banyak gol lewat strategi tersebut.
Serangan Milan sejauh ini adalah salah satu yang tertajam di Serie A 2016/17. Total 15 gol sudah dicetak Milan hingga giornata 8. Jumlah tersebut sama dengan produktivitas gol Napoli, cuma terpaut dua gol dari Juventus dan Torino, serta hanya selisih empat gol dari Roma.
Melawan Chievo, Milan membukukan total 16 shots. Itu menunjukkan kalau Milan terbilang piawai dalam menciptakan peluang - dan menuntaskannya.
Hanya saja, di balik kelebihan juga ada kekurangan. Bicara Milan, kelemahannya adalah pertahanan. Para bek Milan masih kerap 'membiarkan' lawan menciptakan peluang-peluang yang mengancam gawang Gianluigi Donnarumma.
Lini pertahanan Milan masih sering kebingungan ketika lawan menaikkan tempo dan meningkatkan tekanan untuk mencari gol. Itu lah yang terlihat ketika Chievo mencoba menyamakan kedudukan setelah Milan unggul 1-0 lewat tembakan keras Juraj Kucka.
Itu juga salah satu faktor yang membuat gawang Milan sudah bergetar 11 kali di Serie A musim ini. Jika dibandingkan Juventus yang baru kebobolan lima, kekuatan defensif Milan jelas masih kalah.
Terlepas dari itu semua, Milan masih punya sangat banyak ruang untuk perbaikan. Namun, yang paling penting sejauh ini, fondasi sepakbola Montella sudah mulai mengakar di Milan dan hasilnya juga telah terlihat.
Dengan kata lain, Montella dan Milan sudah berjalan di jalur yang tepat. Itu merupakan kondisi ideal untuk turun dalam grande partita melawan La Vecchia Signora.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Venezia vs Inter 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 10:08
-
Prediksi Milan vs Bologna 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 09:13
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
Prediksi Torino vs Como 28 Oktober 2026
Liga Italia 26 Oktober 2026, 12:10
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




