Jose Mourinho, Tidak Pernah Berhenti Menebar Kontroversi
Editor Bolanet | 17 Oktober 2009 16:30
Bola.net -
Oleh: Chandra Wijaya
Jose Mourinho memang benar-benar sosok yang tidak bisa jauh dari kontroversi. Ketenangan, seakan-akan menjadi situasi yang sangat asing baginya. Dalam setiap musim, secara rutin dia selalu menebar komentar pedas. Yang menjadi penyebab terjadinya kontroversi di sini yaitu komentar-komentar pelatih Inter Milan itu kebanyakan menyerang pihak lain terutama di sini adalah manajer-manajer saingannya. Hal itu juga terjadi di musim 2009-2010 ini. Musim kompetisi masih berjalan selama 3 bulan, tetapi sudah cukup banyak tebaran kontroversi dari seorang . Komentar dan tindakannya sudah sangat sering membuat telinga pihak lain menjadi panas. Coba kita lihat beberapa kontroversi yang sudah ditimbulkan oleh pelatih asal Portugal ini sampai sejauh ini: 1. Vs Arsene Wenger dan Rafael Benitez (15 Oktober 2009) Saat wawancara dengan Inter Channel, saat ditanya tentang masa depannya di , tanpa ada penyebab apa-apa dia langsung menyebut nama manajer lain. " telah menjadi pelatih selama 15 tahun tetapi dia tidak pernah menang bahkan untuk Piala Carling sekalipun selama 6 tahun. tidak memenangkan satu gelar ligapun selama 6 tahun tetapi dia tetap menjadi pelatih . Ini bukan mentalis di Italia. Untuk bisa tetap di sini, saya harus terus memenangkan gelar dan bekerja dengan baik," katanya. Sebenarnya menjawab cukup dengan kalimat "Untuk bisa tetap di sini, saya harus terus memenangkan gelar dan bekerja dengan baik," itu sudah sangat cukup untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Tetapi karena ini , maka dia memilih keluar dari jalur komentar aman. Dia kembali mengungkit 2 nama manajer yang pernah menjadi rivalnya saat masih melatih di Inggris. Pernyataan ini, bukan kali pertama dia lontarkan. Dengan komentar ini bisa menimbulkan asumsi begitu cemburunya pada 2 sosok manajer tersebut karena bisa awet melatih di klubnya masing-masing. Apalagi saat dia dipecat dari , di musim sebelumnya dia masih mempersembahkan 2 gelar: piala Carling dan FA di tahun 2007, tetapi tetap harus dipaksa keluar meninggalkan Ada beberapa fakta yang salah dari yang diungkapkan dari pernyataannya itu. Pertama, dia menyebut tidak memenangkan gelar selama 6 tahun, padahal pada tahun 2005 menjadi juara Piala FA. Kedua, mentalitas di Italia yang selalu menuntut klub besar memenangkan gelar, kalau tidak ada gelar maka pasti akan dipecat. Hal itu kurang tepat sebenarnya. Coba kita lihat Carlo Ancelotti, pada tahun 2002, 2005, 2006, 2008 juga tidak berhasil memenangkan tetapi dia tetap dipertahankan sampai tahun 2009. Claudio Ranieri pada musim 2007-2008 juga tidak berhasil mempersembahkan gelar bagi tetapi tetap dipertahankan sampai tahun 2009. Berarti anggapan harus juara kalau tidak akan dipecat, sedikit kurang tepat. 2. Vs Media Italia (2 Oktober 2009) Special One merasa terganggu ketika 2 hasil imbang melawan dan Rubin Kazan di ajang Liga Champions mendapat kritikan dari press, sementara 2 hasil imbang yang didapat lawan Bayern Munich dan Bordeaux malah mendapat pujian dari media. "Saya tidak mempermasalahkan kalau kami tidak menang dalam 7 pertandingan Liga Champions. Tentu itu ketika kami yang mengalaminya, 7 pertandingan seolah-oleh seperti 17. Tetapi ketika tim lainnya () tidak menang dalam 6 pertandingan Eropa, seolah-olah baru 1-2 pertandingan saja. Saya tidak mempermasalahkannya karena saya sudah mulai terbiasa dengan hal ini," katanya. 3. Vs Luigi Del Neri (26 September 2009) Saat The Special One itu diwawancarai setelah kalah dari pada tanggal 26 September 2009 lalu, ditanya apakah dia menganggap pelatih Luigi del Neri sebagai saingannya yang sulit dikalahkan. Karena Luigi Del Neri saat masih menangani di musim 2008-2009 yang lalu, juga pernah mengalahkan . langsung menjawabnya dengan sinis,"Del Neri? Dia buka saingan yang sulit dikalahkan. Saingan utamaku adalah asisten saya, Morais. Bukan Del Neri, yang dipecat dari Porto." Dengan kata lain dia mengatakan kalau tidak mungkin orang yang dipecat dari Porto bisa menandingi dirinya. Apalagi saat di Porto, meraih sukses besar dengan mendapatkan gelar Liga Champions 2004. Pernyataan menantang ini memicu kemarahan Del Neri dan bahkan ketua . 4. Vs Media (20 September 2009) Saat melakukan mogok bicara setelah dia diusir dari lapangan karena perbedaan pendapat dan protes kerasnya saat mendampingi timnya melawan pada tanggal 20 September 2009. Ketua Marco Branca yang kemudian menggantikannya bertemu dengan wartawan mengatakan sangat kecewa dengan kartu merah yang didapatnya dan memilih untuk tidak mau memberikan keterangan pada pers. 5. Vs Fabio Capello (16 September 2009) Setelah pelatih Inggris Fabio Capello mengatakan musim ini harus memenangkan Liga Champions. langsung muncul, menanggapi harapan itu dengan keras, "Siapa saja yang mengatakan 'harus' memenangkan Liga Champions musim ini benar-benar tidak tahu apa-apa tentang sepak bola." Dia beralasan di Liga Champions saat ini sudah ada beberapa tim yang sudah mantap seperti , , Manchester United dan . Sedangkan baginya, masalah dalam tahap pengembangan. Tidak diketahui jelas mengapa kali ini dia begitu pesimis. 6. Vs Carlo Ancelotti (14 September 2009) Mantan pelatih Porto ini tidak mau dikatakan kalah dengan Carlo Ancelotti yang menciptakan rekor kemenangan beruntun di awal musim untuk . "Dia mungkin bisa mengalahkan rekor saya dalam kemenangan di awal musim bersama di Liga Premier, tetapi dia tidak akan pernah bisa mengalahkan rekorku. Saya telah memenangkan gelar di Inggris setelah klub tidak memenangkannya selama 50 tahun." Hal ini tentunya akan membuat telinga menjadi panas. 7. Vs Juventus (13 September 2009) terang-terangan meremehkan . Saat itu dia ditanya apakah takut dengan kekuatan yang dianggap sebagai saingan terberat . Dengan sinis dia menjawab, "Apakah saya takut dengan Juve? Saya melihat Juve dengan pandangan yang sama dengan musim lalu, dengan tetap menghormati kualitas dan ambisi mereka. Tetapi mereka bukanlah lawan utama Scudetto kami." Padahal saat itu jelas-jelas yang punya catatan hasil pertandingan yang bagus di Liga Italia adalah . Jika saingan terdekatnya saja dibilang begitu, berarti dia menganggap tidak punya saingan sama sekali untuk mempertahankan gelar Scudetto. 8. Vs Luciano Spaletti (23 Agustus 2009) Spalletti sebelumnya memang sempat menganggap tidak menghormati Seri A karena sering mangkir dalam konferensi pers menjelang maupun usai pertandingan di musim lalu. Pernyataan ini langsung dijawab dengan ketus oleh . "Ketika Spalletti mengatakan saya kehilangan respek, dia harusnya mengingat bahwa saya telah berbicara dalam sebuah konferensi pers mengenai Inter-Roma. Dia seharusnya mengingat hal itu dan saya ingin memperingatkannya bahwa seharusnya dia bekerja lebih baik. Sebab, tim yang ditanganinya saat ini belum memenangi apapun. Dalam kasus apapun, kita akan melihat akhir dari sebuah kompetisi untuk membuktikan siapa yang terkuat. Sebab, hampir selalu tim terbaik yang menang," jelas pelatih 43 tahun itu. Spalletti yang mendapat serangan itu langsung menanggapi: "Saya kira mudah saja untuk sekedar bicara, tidak penting bagi saya untuk menjawab. Siapa yang mengharapkan kegagalan pihak lain di depan publik adalah seseorang yang tidak punya respek. Saya tidak pernah mengharapkan kegagalan dari pihak lain." 9. Vs Marcello Lippi (19 Agustus 2009) sangat marah dengan Marcello Lippi setelah pelatih Italia itu menjagokan untuk meraih Scudetto. "Ini pertama kalinya seorang pelatih tim nasional, seseorang dengan tanggung jawab kelembagaan yang bear, memprediksi kemenangan dari satu klub. Jika itu benar, membuat saya berpikir kalau itu menunjukkan kurangnya rasa hormat," katanya. "Nampaknya kompetisi sudah berakhir sebelum dimulai. Sangat normal untuk para jurnalis memberikan opini mereka dan mengatakan Juve akan memenangkan gelar Liga ini. Snagat normal juga kalau pemain, official dan Presiden Juventus mengatakan hal yang sama, tetapi untuk pertama kalinya saya membaca kalau pelatih tim nasional mengatakan hal ini," jelasnya berapi-api. Pada keesokan harinya masih menambahkan lagi pernyaataanya dan menganggap Lippi tidak cerdas. "Lippi terlalu berlebihan beropini. Capello tidak akan melakukan hal sama di Inggris. Juga Del Bosque di Spanyol. Mereka terlalu cerdas untuk melakukan itu." Padahal saat menanggapi reaksi , Lippi sudah mengatakan: "Itu hanya sekedar prediksiI, hanya salah satu dari ribuan yang dibuat sebelum musim dimulai. Saya telah berkata selama 3 tahun kalau yang terkuat. Kemarin dalam satu wawancar, saya mengatakan Juventus bisa juara. Di saat lainnya saya telah mengatakan hal yang baik tentang klub lainnya. Saya kira hal ini terlalu dibesar-besarkan." Kesembilan kontroversi itu dibuatnya hanya dalam waktu 3 bulan. Entah berapa lagi yang akan muncul sampai akhir musim ini. Sebenarnya hal ini cukup disayangkan karena tentunya akan merusak citra sendiri sebagai pelatih kelas dunia. Cara melatih dan menyusun taktik permainannya telah diakui kehebatannya oleh publik dunia. Deretan banyaknya prestasi yang diraihnya ikut mendukung pengakuan kehebatannya. Sayangnya semua itu harus ditambah dengan anggapan dia juga cukup hebat membuat kuping pihak lain bahkan yang tidak tahu-menahu harus memanas karena komentar pelatih asal Portugal ini. Tetapi semuanya itu memang tidak bisa dipaksa untuk diubah, karena itu memang sudah ciri khas dari suatu . Mungkin saja itu semua bagian dari taktiknya untuk mempengaruhi lawannya dan sebagai perlindungan bagi dirinya serta klub yang dilatihnya. Kita ikuti saja ada berapa pihak lagi yang naik darah terkena serangan komentar pedas tiba-tiba dari seorang yang tidak pernah lelah menebar kontroversi. (bola/cax)TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inggris vs Kosta Rika 11 Juni 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 17:30
-
Prediksi Portugal vs Nigeria 11 Juni 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 17:00
-
Lionel Messi Bisa Bermain, tapi Argentina Tetap Ekstra Hati-Hati
Piala Dunia 9 Juni 2026, 16:45
-
Timnas Indonesia Diingatkan Tetap Waspada Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












