Kaleidoskop Serie A 2017: Revolusi Milan yang Menggetarkan namun Gagal
Haris Suhud | 30 Desember 2017 15:13
Bola.net - Bola.net - Tahun 2017 menjadi tahun yang mengesankan khususnya bagi AC Milan. Meskipun belum mampu meruntuhkan dominasi Juventus di Serie A, namun klub bermarkas di San Siro tersebut menunjukkan adanya geliat perubahan.
Hasil manis di Serie A musim 2016/2017 yang berakhir pada bulan Mei masih menjadi milik Juventus. Bianconeri keluar sebagai juara dengan mengemas 91 poin. Itu merupakan Scudetto yang keenam kalinya secara beruntun bagi Juventus.
Di peringkat kedua ditempati oleh AS Roma dan di peringkat tiga bercokol nama SSC Napoli. Atalanta secara mengejutkan mampu menembus posisi keempat dan peringkat kelima menjadi milik Lazio.
AC Milan berada di posisi keenam dan Inter Milan tertinggal di posisi ketujuh. Menempati posisi keenam menjadi lompatan yang bagus bagi Milan pada tahun 2017 yang saat itu ditangani oleh Vincenzo Montella. Sebab dengan menduduki peringkat tersebut, Rossoneri musim ini bisa mengikuti kompetisi Liga Europa meskipun harus melalui babak playoff.
Milan Pindah Kepemilikan
Menjelang akhir musim menyambut musim baru kabar sangat menggemberikan menghampiri AC Milan. Setelah beberapa tahun mengalami masalah finansial, akhirnya Milan mendapat investor baru. Pada bulan April 2017, mereka mendapat suntikan dana segar dari investor China yang membeli saham mayoritas Milan seharga sekitar 800 juta euro dari tangan Silvio Berlusconi.Bos baru baru begitu ramah dalam mengalirkan dana untuk klub. Li Yonghong sebagai orang tertinggi di dalam hirarki organisasi baru Milan memberikan suntikan dana kurang lebih 200 juta euro untuk membeli pemain baru.
Hasilnya, Milan sukses membawa 11 wajah baru ke dalam skuat Milan yang masih dipegang oleh Montella saat itu. Nama-nama baru tersebut di antaranya adalah bek Juventus, Leonardo Bonucci, Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Ricardo Rodriguez, Lucas Biglia.
Persaingan Menuju Scudetto Dipercaya Ketat
Serie A musim 2017/2018 dimulai pada bulan Agustus. Milan yang baru saja berbenah dipercaya akan langsung kembali menjadi penantang gelar setelah terakhir kali menyabet gelar Scudetto pada tahun 2011.Revolusi yang terjadi di dalam tubuh Milan juga melahirkan antusiasme baru di tengah para tifosi Milan. Penjualan tiket musiman begitu meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Tribun San Siro yang mulanya sering lompong, mulai kembali dipenuhi oleh pendukung yang ingin melihat penampilan Milan di musim baru.
Klub-klub besar seperti Juventus, Napoli, AS Roma dan Inter Milan juga telah berbenah ketika memasuki musim baru. Lalu di awal-awal musim, semua klub penantang gelar sama-sama berlomba mendapatkan hasil positif. Di pekan pertama, Juventus menang atas Cagliari, Napoli menang atas Hellas Verona, Inter menang atas Fiorentina dengan skor 3-0, AS Roma mengalahkan Atalanta dan AC Milan mengalahkan Crotone.
Memasuki pekan ketiga, Milan ternyata sudah kalah kala bertemu dengan Lazio. Pada pertandingan yang digelar pada bulan September 2017 itu, Milan kalah dari Lazio dengan skor 4-1. Setelah kekalahan itu, meskipun sempat bangkit dua pertandingan selanjutnya, Milan kembali mengalami kekalahan tiga kali secara beruntun saat bertemu dengan Sampdoria, AS Roma dan Inter Milan.
Saat menjamu Juventus di kandang sendiri, Milan juga tak mampu banyak bicara. Mereka kembali mengalami kekalahan 0-2 dari tim tamu. Ini menunjukkan bahwa revolusi Milan seolah tidak memberikan perubahan apapun. Harapan bisa menjadi penantang gelar pun meredup.
Milan Pecat Montella
Setelah kalah lagi dari Napoli 2-1 dan mendapat hasil imbang menghadapi Torino pada bulan November tahun ini menjadi akhir perjalanan Milan bersama Montella yang sempat memberikan gelar juara di kompetisi Piala Super Italia 2016 setelah mengalahkan Juventus di partai final lewat adu penalti dengan skor 4-5.Milan kemudian mengangkat Gennaro Gattuso sebagai pengganti Montella. Mantan gelandang Timnas Italia tersebut mengawali debutnya di Serie A bersama tim senior ketika menghadapi Benevento awal Desember ini. Hasilnya, Milan menjadi klub pertama yang memberikan poin pada klub yang tak pernah mendapat poin sepanjang musim ini sebab pertandingan berakhir imbang 0-0.
Bersama dengan Gattuso, sejauh ini Milan hanya mendapat kemenangan sekali di Serie A yaitu ketika menghadapi Bologna. Setelah satu kemenangan itu, Milan kembali kalah lagi dua kali secara beruntun di Serie A yaitu saat menghadapi Hellas Verona dan Atalanta. Kekalahan ini membuat Milan saat ini berada di peringkat 11 klasemen sebelum pergantian tahun.
Napoli Berpotensi Runtuhkan Dominasi Juventus
Napoli menunjukkan sebagai tim paling konsisten sepanjang musim ini. Sejak awal musim yang dimulai pada bulan Agustus lalu, Napoli tercatat hanya sekali mengalami kekalahan yaitu ketika menghadapi Juventus. Namun demikian, klub yang berada dalam besutan Maurizio Sarri tersebut masih memuncaki klasemen hingga akhir tahun 2017 dengan mengumpulkan 48 poin berjarak empat poin dari Juventus yang menduduki peringkat dua.Inter Milan juga mencuri perhatian sejak awal musim ini. Musim lalu mereka hanya mampu mengakhiri musim di peringkat tujuh, tapi di akhir tahun ini bersama dengan Luciano Spalletti mereka mampu menusuk hingga peringkat tiga di klasemen sementara, berjarak delapan poin dari peringkat pertama.
Inter hanya mengalami dua kali kekalahan sepanjang musim ini. Dua kekalahan tersebut baru terjadi pada bulan Desember ini saat bertemu dengan Udinese dan Sassuolo. Bulan Desember memang terkenal angker bagi Nerazzurri.
Sementara itu Milan masih belum menunjukkan taringnya setelah melakukan perubahan besar-besar. Mereka masih tertinggal di peringkat 11. Milan bahkan lebih dekat dengan zona degradasi daripada peringkat pertama. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa kekuatan uang tak lantas bisa langsung membawa perubahan pada permainan di atas lapangan. Revolusi Milan bisa dikatakan gagal tahun ini jika melihat hasil yang didapatkan.
Namun berbagai kemungkinan masih bisa terjadi ketika memasuki tahun 2018 mendatang. Dan persaingan mengejutkan menuju gelar juara Serie A patut kita nantikan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
LATEST UPDATE
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
-
Jadwal Siaran Langsung Bodo/Glimt vs Man City Hari Ini, Live Gratis di SCTV!
Liga Champions 20 Januari 2026, 13:59
-
Link Live Streaming Proliga 2026 Matchweek 3 di Vidio Pekan Ini
Voli 20 Januari 2026, 13:43
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








