Kejadian-Kejadian Penting Sepakbola Ini Jatuh Tepat di Hari Ibu
Rero Rivaldi | 22 Desember 2015 07:00
Bola.net - Bola.net - 22 Desember dikenal sebagai hari yang istimewa bagi kita yang tinggal di Indonesia. Pada hari yang dikenal sebagai 'Hari Ibu' ini, setiap orang mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan kasih sayang yang mereka punya pada ibunda, dengan cara yang lebih istimewa dari biasanya.
Hari ibu sendiri tidak diperingati di tanggal yang sama di tiap negara. Sebagai contoh, di Spanyol hari tersebut jatuh pada tanggal 3 Mei, sementara di Inggris justru dirayakan tiga pekan sebelum Paskah.
Well, apapun itu, hari ibu selalu mengusung semangat yang sama, yakni memberikan kesempatan pada semua orang untuk menghargai perjuangan dan kerja keras seorang ibu selama ini.
Kembali ke lapangan hijau, siapa sangka bahwa pada 22 Desember terjadi cukup banyak peristiwa menarik di dunia sepakbola. Mulai dari aksi yang akan terus dikenang banyak orang, hingga kemunculan pemain muda yang dianggap bakal jadi bintang besar di masa mendatang.
Peristiwa-peristiwa apa saja yang dimaksud? Berikut daftarnya satu-persatu.
Rasisme

Dalam pertandingan tersebut, para penonton tuan rumah diketahui memberikan teriakan suara monyet pada beberapa pemain Inggris berkulit hitam, termasuk di antaranya Ashley Cole dan Rio Ferdinand, begitu pula dengan pemain cadangan seperti Shaun-Wright Phillips, dan Jermain Defoe. Kejadian ini dianggap luar biasa, karena dilaporkan sekitar 80 persen penonton yang ada di stadion ikut memberikan chants ejekan pada para pemain tersebut.
Bendtner

Meski Bendtner direkrut oleh Arsenal di 2005, ia sempat menghabiskan waktunya sebagai pemain pinjaman di Birmingham pada musim 2006/07, dan amat bertekad untuk mengamankan tempat di tim reguler asuhan Arsene Wenger. Di Desember, ia ikut membuat beberapa gol krusial di Liga Champions dan Piala Liga, namun tak kunjung melakukan hal yang sama di Premier League.
Kesempatan Bendtner akhirnya datang di laga melawan Tottenham. Saat ia masih duduk di bangku cadangan, Emmanuel Adebayor membawa timnya unggul di menit ke-48, sebelum mampu disamakan Dimitar Berbatov di menit ke-66. Pada menit ke-74, Bendtner masuk menggantikan Emmanuel Eboue. Sentuhan pertamanya memanfaatkan umpan Cesc Fabregas langsung berbuah gol kemenangan untuk The Gunners.
Kompetisi Brasil

Sepakbola Brasil sendiri sudah mulai berkembang sejak era 1980an, namun liga nasional pertama belum bergulir hingga 1971. Meski sebelumnya, sudah banyak digelar beberapa turnamen dan liga dengan sistem regional, seperti Taca Brasil, Taca de Prata, dan Torneio Roberto Gomes Pedrosa.
Pada 1971, publik Brasil menilai bahwa pemenang Taca de Prata tak ubahnya klub terbaik di negeri Samba, setara dengan mereka yang memenangkan Serie A di era modern. Sayangnya, CBF tidak mengakui gelar yang dimenangkan klub selain Serie A dan hal ini membuat Sao Paulo menjadi tim dengan rekor juara terbanyak - yakni enam kali.
Namun pada 2010, sejumlah klub, termasuk Palmeiras dan Santos, mengajukan petisi untuk meminta CBF mengakui gelar juara yang mereka menangkan sebelum Serie A digelar. Permintaan itu akhirnya diloloskan, dan Palmeiras serta Santos kala itu langsung tercatat sebagai klub dengan gelar juara terbanyak (8), mengungguli Sao Paulo (6).
Rio Ferdinand

Pada 22 Desember 2003, presiden FIFA, Sepp Blatter, sempat memberikan pernyataan sikap soal kasus Ferdinand lewat sebuah pernyataan resmi. Dalam pernyataan tersebut, Blatter mengatakan ia tidak akan memberikan komentar apapun hingga FA memberikan salinan laporan dan dokumen yang sesuai padanya dan sekaligus membantah bahwa ia telah memberikan tanggapan mengenai kasus Ferdinand pada sejumlah media Inggris.
Alcides Ghiggia

Efek 'Maracanazo' amat kuat, hingga disebutkan ada beberapa orang yang melakukan bunuh diri karena amat kecewa dengan kekalahan Brasil.
Ghiggia sendiri menjalani karirnya di level klub bersama Penarol, Roma, dan AC Milan.
Singapura

Singapura saat itu diasuh oleh pelatih Radojko Avramovic, yang juga menjadi pelatih tersukses di ajang ini, usai sebelumnya juga pernah merasakan gelar juara di tahun 2004 dan 2007.Pemain mereka, Shahril Ishak, juga terpilih sebagai pemain terbaik usai mampu membuat empat gol di sepanjang kompetisi, atau hanya terpaut satu dari peraih trofi Sepatu Emas, Teerasil Dangda.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







