Kekonyolan di Kubu Arsenal
Editor Bolanet | 18 Februari 2010 14:58
Bola.net - Pertandingan antara tuan rumah FC Porto melawan tamunya Arsenal Kamis (18/02) dini hari tadi memperlihatkan sebuah kekonyolan yang menggelikan. Gol kedua FC Porto di pertandingan leg pertama babak 16 besar Piala Champion itu pastinya akan menambah koleksi cuplikan kesalahan-kesalahan menggelikan di football blooper DVD. Sebuah kejadian lucu lahirnya sebuah gol yang mungkin anak berusia 10 tahun pun bisa mencetaknya. Backpass Campbell ke Lukacz Fabianski. Ketika Campbell sedang berusaha mengamankan bola di wilayah kotak pinalti, ia mengirimkan bola ke arah Lukacz Fabianski. Entah karena tegang atau memang lupa cara bermain bola, Fabianski langsung mengamankan bola tersebut dengan tangannya. Tanpa perlu mendengar pembelaan, wasitpun langsung menghadiahkan tendangan bebas untuk FC Porto. Setelah peluit ditiup, Campbell linglung. Campbell langsung membungkuk dengan tangan memegang lutut, mungkin karena kelelahan karena usianya tidak muda lagi atau karena frustasi akan kesalahannya yang membuat peluit wasit dibunyikan. Apapun masalahnya, Campbell adalah pemain veteran yang kaya pengalaman dan semestinya bisa mengendalikan situasi. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, saat drama sedang dimainkan, Campbell malah sibuk melakukan pemeriksaan yang menyeluruh pada kaos kaki dan sepatunya. Fabianski, The Good Boy. Fabianski dengan baiknya memegang bola dan kemudian menyerahkannya ke wasit seperti seorang anak kecil polos yang baru saja melakukan kesalahan dan mengakuinya. Fabianski semestinya segera membuang bola jauh-jauh dari tempatnya, menendangnya ke samping, atau melemparkannya ke depan, apa saja yang memungkinkan daripada hanya memegangnya sambil menunggu keputusan wasit. Saat pemain FC Porto memintanya dari wasit dan wasit membunyikan peluit, Fabianski hanya bisa melenggang dan tidak punya cukup waktu untuk kembali mempertahankan gawangnya. Proses tendangan bebas yang cepat. Tentu saja, wasit memperbolehkan pemain FC Porto untuk melakukan tendangan bebas yang cepat. Ini adalah kebijakan yang dimiliki oleh wasit untuk memperbolehkan pemain melakukan tendangan bebas langsung atau tidak tanpa perlu menunggu pemain lawan siap mengatur dinding penghalang. Mungkin Wenger lupa menjelaskan aturan ini kepada anak asuhannya. Halangan Wasit. Setelah wasit memberi ijin tendangan bebas diambil dengan cepat, ia juga membuat Campbell tidak bisa bergerak. Kejadiannya berlangsung begitu cepat sehingga wasit tidak punya waktu untuk mundur dan Campbell tidak sempat mencegah Falcao mencetak gol. Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengkritik keras kepemimpinan wasit setelah pertandingan berakhir untuk membela anak asuhannya. Namun itu tidak akan terjadi saat pasukan Arsenal berada di ruang ganti, amarah Wenger pasti akan jadi santapan mereka sebelum pulang ke London. (bola/jef)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19











