Liga Champions: 5 Prediksi AC Milan vs Barcelona
Editor Bolanet | 7 Februari 2013 08:45
Bola.net - Ada beberapa hal yang bisa diharapkan terjadi dalam bentrokan AC Milan kontra di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2012/13.
Membuat prediksi untuk bentrokan dua klub besar Eropa ini bakal jauh lebih mudah seandainya Mario Balotelli tidak menyandang status cup-tied. Namun, karena keterlibatannya dengan Manchester City di fase grup, striker anyar Rossoneri itu tak bisa ambil bagian di babak selanjutnya.
Milan dan Barcelona bersua empat kali di edisi sebelumnya. Saat itu, Barcelona lebih unggul daripada Milan. La Blaugrana menang dua kali dan imbang dua kali untuk lolos bersama ke fase knockout serta menghentikan langkah sang raksasa Italia di perempat final.
Roda nasib berputar dan mempertemukan mereka kembali musim ini. Kira-kira, apa saja yang akan terjadi di San Siro 20 Februari nanti? Berikut prediksinya. (br/gia)
Bojan Membobol Gawang Mantan Klubnya

Ada satu hukum tak tertulis dalam sepak bola. Bunyinya: Seorang pemain akan selalu mencetak gol saat melawan mantan klubnya tak peduli seburuk apa pun performanya.
Untuk yang satu ini, kita fokus pada Bojan Krkic dari kubu Milan.
Bojan melakoni debut bersama Barcelona di usia 17 tahun dan 19 hari. Namun, dia gagal menorehkan karier fenomenal. Setelah melakoni 100 pertandingan lebih untuk Barcelona, Bojan hijrah ke Italia memperkuat AS Roma, lalu dipinjamkan ke Milan.
Bojan bukan starter reguler di skuad Massimiliano Allegri. Akan tetapi, tak ada salahnya bagi sang arsitek Milan untuk memberi Bojan kepercayaan saat Barcelona datang bertandang.
Jika mengacu pada 'hukum' di atas, para tifosi Milan boleh berharap melihat Bojan membobol gawang Victor Valdes, mantan rekannya, meski harus memulai laga dari bangku cadangan.
Thiago Catatkan Pass Success Terbanyak

Siapa pun yang dimainkan, style permainan Barcelona takkan terlalu banyak berubah.
Xavi, sang dirigen tiki-taka Barcelona, tengah dibekap cedera dan bakal absen saat timnya Menghadapi Getafe serta Granada sebelum berkunjung ke Italia.
Calon terkuat pengganti Xavi di dua laga tersebut adalah Thiago Alcantara.
Jika bermain hebat melawan Getafe dan Granada atau Xavi ternyata tidak pulih tepat waktu untuk partai kontra Milan, maka San Siro bakal jadi sebuah panggung besar bagi Thiago guna unjuk kemampuan.
Mexes Mendapat Kartu

Musim ini, Philippe Mexes telah mengoeleksi enam kartu kuning dalam 14 pertandingan Serie A dan tiga dalam empat partai Liga Champions.
Melawan Barcelona, bek 30 tahun tersebut bakal dihadapkan pada front four menakutkan milik tim tamu, yang terdiri dari Cesc Fabregas, Pedro Rodriguez, Andres Iniesta, dan tentu saja Lionel Messi.
Berbekal pengalaman, Mexes tahu bahwa ada kalanya seorang pemain bertahan harus melakukan pelanggaran meski berisiko diganjar kartu. Semua itu demi mengawankan wilayahnya.
Selama 90 menit berduel dengan Barcelona, sepertinya bakal ada minimal satu momen di mana Mexes mendapat satu kartu kuning demi Rossoneri.
Pedro Mencetak Gol Pembuka

Pedro Rodriguez telah menemukan kembali ketajamannya di tahun 2013. Meski koleksi Pedro tak banyak, gol-gol yang dicetaknya sering sekali bersifat krusial.
Pada musim 2009/10, Pedro mencetak gol kemenangan atas Athletic Bilbao di Supercopa de Espana dan Shakhtar Donetsk di UEFA Super Cup serta menyarangkan satu gol ke gawang Atlante FC di semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA.
Gol terakhir itu menjadikan Pedro pemain pertama sepanjang sejarah yang sanggup mencetak gol di enam kompetisi resmi dalam satu musim.
Pedro juga membobol gawang lawan di El Clasico serta final Liga Champions dan membukukan 11 gol dalam 24 pertandingan internasional bersama Spanyol.
Saat Milan fokus mengawasi pergerakan Messi dan Iniesta, terbuka peluang bagi Pedro untuk mencetak opener alias gol pembuka.
Milan Tidak Kalah

Dua bentrokan MIlan dan Barcelona di San Siro musim lalu menghasilkan output berbeda.
Di fase grup, Milan dua kali tertinggal dan dua kali menyamakan kedudukan jadi 2-2 sebelum akhirnya Xavi memastikan Barcelona pulang dengan tiga angka.
Di babak knockout, yang juga merupakan leg pertama seperti laga 20 Februari mendatang, Milan dan Barcelona bermain imbang tanpa gol.
Barcelona memang kuat dan lebih dijagokan menang di San Siro nanti, tapi Rossoneri memiliki kualitas memadai untuk meraih hasil bagus yang bisa dijadikan pijakan kuat guna melakoni leg kedua di Camp Nou serta menjaga kans lolos ke putaran berikutnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













