Lima Alasan Tak Perlu Kasihani Mourinho
Rero Rivaldi | 18 Desember 2015 07:00
Bola.net - Bola.net - Jose Mourinho memang benar-benar spesial. Belum lama ini pelatih berkebangsaan Portugal itu dipecat oleh . Luar biasanya, ini merupakan kali kedua ia disingkirkan oleh klub yang sama.
Mourinho pergi dalam kondisi Chelsea tengah duduk di peringkat 16 klasemen sementara Premier League, usai menelan kekalahan ke-9 mereka musim ini, dengan skor 1-2 di King Power Stadium atas Leicester City awal pekan ini.
Ada banyak orang yang menyayangkan kepergian Mourinho. Pasalnya, sang manajer sudah membuktikan kemampuannya dengan memberikan gelar juara Premier League musim lalu. Ditambah lagi, cukup beresiko memecat manajer di pertengahan musim, apalagi sekelas The Special One.
Namun demikian, ada beberapa alasan yang sebenarnya membuat kita tak perlu merasa iba atau simpati berlebihan atas pemecatan Mourinho.
Apa saja itu? Mari kita simak satu-persatu.
Gaji

Pada Agustus 2015 silam, sang bos mengikat kontrak baru dengan durasi empat tahun, yang akan membuatnya bertahan di Stamford Bridge hingga 2019. Namun rupanya nasib berkata lain, Mourinho harus pergi lebih cepat usai dipecat kemarin.
Namun di balik itu, sisa kontrak Mourinho di Chelsea bakal membuatnya mendapatkan kompensasi dengan nilai yang cukup besar dari klub. Kabarnya, sang manajer akan mengantongi 800 miliar rupiah lebih atas pemutusan ikatan kerjanya di London.
Banyak peminat

Sebelum membawa The Blues jadi juara Premier League musim lalu, ia juga pernah memberi gelar yang sama pada klub London di era pertamanya. Selain itu, sang bos juga sukses jadi juara liga bersama Porto, Inter Milan, dan Real Madrid. Ditambah lagi, trofi Liga Champions sempat ia raih di 2010 kala masih menangani Nerazzurri.
Meski musim ini mencatat start buruk bersama Chelsea, ada banyak klub papan atas Eropa yang akan siap menampung Mourinho, seperti mantan timnya, Real Madrid, atau bahkan rival Chelsea di EPL, Manchester United.
Kesempatan

Fans The Blues bahkan terus setia mengumandangkan nama Mourinho, meski dalam hati mereka merasa teriris usai klub kesayangannya terus menelan kekalahan demi kekalahan.
Mourinho sendiri juga sempat mengaku 'malu' karena ia mendapatkan dukungan yang sebenarnya tak layak ia dapatkan, mengingat hingga kini klub London Barat masih terpuruk di peringkat 16 klasemen sementara.
Pembuktikan

Ia berhasil membuktikan bahwa kemampuan untuk menyulap sebuah klub menjadi tim juara dalam waktu singkat masih ia miliki. Meski demikian, Mourinho sepertinya masih perlu belajar bagaimana caranya mengatasi keterpurukan, andai tim asuhannya menelan begitu banyak kekalahan seperti yang ia alami di Chelsea musim ini.
Maksimal

Namun rupanya semua itu tak sanggup membawa The Blues keluar dari periode buruk dan rasanya cukup adil jika klub kini mengatakan 'semua sudah cukup' dan mereka memutuskan berpisah dengan Mourinho.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
-
Tempat Menonton Juventus vs Pisa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 20:33



















