Lima Senjata Rahasia Kepelatihan Van Gaal
Editor Bolanet | 20 Mei 2014 04:41
Bola.net - Louis van Gaal kini menjadi pelatih yang paling banyak diperbincangkan di seluruh jagat sepakbola. Betapa tidak, ia baru saja resmi ditunjuk untuk menangani klub penuh tradisi asal Inggris, Manchester United.
Tugas bos Belanda itu tidak mudah. Ia dituntut untuk mengembalikan United ke era kejayaan seperti sedia kala, saat masih dilatih sang legenda Sir Alex Ferguson.
Selain itu, sang meneer juga wajib menghapus trauma akibat kinerja buruk yang ditunjukkan pendahulunya, David Moyes, di sepanjang musim 2013/14.
Datang ke Old Trafford, Van Gaal tak hanya sekedar membawa nama besar dan reputasi. Sekurang-kurangnya, ia punya lima 'senjata rahasia' yang membuat rezim kepelatihannya dinilai cukup sukses kala menangani , Bayern Munich, Ajax, dan Belanda.
Apa sajakah lima senjata tersebut? Berikut Bolanet paparkan satu-persatu, sesuai dengan apa yang dimuat dalam buku 'The Coaching Philosophies of Louis van Gaal and the Ajax Coaches' karangan Henry Kormelink dan Tjeu Seeverens. (tele/rer)
Komunikasi Bagian I

Ada juga pembicaraan secara detail mengenai pertandingan terakhir. Sebelumnya, diskusi yang terjadi lebih mengarah pada monolog yang dilakukan oleh pelatih - alias diri saya sendiri. Namun berkat pendekatan baru yang saya bawa, reaksi pertama muncul begitu cepat dan diikuti dengan dialog normal. Perkembangan di atas lapangan juga terjadi lebih cepat.
Setiap sesi latihan merupakan bentuk komunikasi. Materinya sendiri tidak begitu penting, ini lebih merupakan pertanyaan mengenai apa yang akan anda lakukan terhadap mereka. Selama sesi latihan, para pemain melihat apa yang diinginkan pelatih. Saya sering menghentikan sesi pertandingan saat latihan dan menantang pemain untuk berpikir mengenai masalah sepakbola yang mereka hadapi.
Berkat 11 tahun pengalaman saya sebagai guru, saya punya cukup banyak pengalaman untuk tahu apakah saya harus ikut terlibat atau tetap diam. Secara alami, saya lebih banyak memberi penjelasan pada pemain muda daripada pemain yang sudah berusia 30 tahun dan berpengalaman, yang sudah memiliki pakemnya sendiri dan mungkin sulit untuk mengubahnya.
Komunikasi Bagian II

Pada hari Kamis kami akan mendiskusikan mengenai setiap pemain, bersama dengan tim pendukung. Saya juga menanyakan pada setiap orang mengenai apa yang ia rasakan tentang pertandingan sebelumnya dan apa yang ia pikirkan mengenai lawan berikutnya. Saya berbicara dengan pemain setiap hari. Kemudian datang bagian saya sebagai pemimpin tim - dan saya amat ingin melibatkan para pemain sebagai bagian dari hal tersebut - untuk menentukan susunan pemain berdasarkan informasi yang saya terima dan menentukan jalur mana yang akan diambil. Saya kemudian mengharap semua orang mendukung keputusan yang sudah saya ambil di depan publik, karena melakukan sebaliknya hanya akan membuat masalah.
Kami juga melakukan banyak latihan menggunakan video: ketika saya bermain di klub Eropa, saya sering menggunakan ini untuk persiapan. Amat berguna menggunakan rekaman video untuk menunjukkan beberapa detail penting, contohnya, memperbaiki pola permainan. Saya tidak hanya sekedar mengambil detail kecil dari satu pertandingan: contohnya, melihat rekaman satu babak secara utuh jauh lebih penting daripada hanya melihat beberapa highlight singkat. Dengan cara ini, anda bisa menemukan mengapa sebuah tim menggunakan taktik tertentu dan kemudian anda bisa mempelajarinya.
Saya tidak begitu tertarik dengan video populer yang menunjukkan gol terbaik dari barisan striker. Saya selalu melihat seorang striker dalam konteks hubungan dengan seluruh tim. Kapan seorang striker akan breada dalam kondisi waspada penuh, bagaimana ia bereaksi terhadap situasi tertentu, dan pola permainan seperti apakah yang sudah ia pelajari? Saya selalu mencoba mengarahkan pemain untuk melihat semua pertandingan dengan cara seperti ini.
Membangun Kekuatan Tim

Dalam sepakbola, semuanya tergantung pada aspek tim. Semua pemain harus belajar untuk mengutamakan kepentingan tim terlebih dahulu. Di Ajax, pada sore hari sebelum laga penting di Eropa melawan Gent, saya menanyakan pada striker saya John van Loen mengenai sistem terbaik yang harus kami gunakan untuk melawan sebuah tim Belgia yang solid. John membalas:
'4-3-3 pelatih. Ia tahu benar bahwa ia tidak akan masuk dalam tim jika kami bermain menggunakan taktik tersebut, namun di momen yang amat penting, John mengutamakan kepentingan tim. Hal tersebut membuat seorang pelatih amat puas.
Stamina

Kita biasa diajarkan bahwa ketahanan tubuh merupakan aspek yang paling penting dari seorang pemain sepakbola. Anda akan mendapatkan jaringan otot yang berbeda jika anda berkonsentrasi pada ketahanan tubuh. Amat penting untuk menghindari efek samping dari proses asam dari dalam tubuh, kala menjalani proses persiapan, dan untuk memberi kesempatan para pemain melakukan pelatihan berkala, di masa awal kompetisi.
Para pemain rupanya amat menikmati proses itu. Semuanya terasa jauh lebih menyenangkan dan tidak membuat stress, daripada terus berlarian tanpa henti. Saya seharusnya tahu: saya ingat hari-hari saya saat masih menjadi pemain. Saya selalu berada di barisan belakang ketika kami melakukan latihan ketahanan fisik. Pada hari di mana saya berada dalam kondisi baik, hanya akan terus mencoba bertahan. Namun di atas lapangan, saya biasa berlari lebih banyak dari pemain lain.
Buku Catatan Legendaris

Berikutnya, saya selalu mencatat beberapa kesalahan individu, tentu saja. Dengan cara ini, saya punya banyak alasan logis mengenai apa yang harus saya bicarakan dengan pemain saat menjalani sesi latihan. Itulah mengapa saya berpikir daftar ini amat berguna. Kesempatan untuk melupakan hal yang amat penting sering terjadi dan tidak bisa dihindari.
Sebagai tambahan, saya menggunakan catatan saya untuk bahan diskusi pasca laga dan sebagai bentuk komunikasi lain dengan para pemain, tentu saja, untuk menyusun materi latihan setelah pertandingan berakhir. Jika anda tidak menuliskan semuanya, maka anda akan melupakan sesuatu.
Diskusi Tim

Dalam sebuah pertandingan penting melawan Bayern Munich, pemain Ajax milik saya Frank de Boer memberi tahu pemain muda Patrick Kluivert dengan cara yang paling mengejutkan di depan jutaan penonton, dan Kluivert bereaksi dengan keras. Efek dari tindakan yang dilakukan oleh De Boer membuatnya benar. Dengan tidak melakukan taktik yang sudah disepakati, Kluivert tengah membahayakan tim.
Kluivert kemudian mengeluarkan reaksi yang emosional, yang menurut saya wajar. Lagipula, saya mengharap Kluivert akan bisa memberikan reaksi yang lebih rasional tak lama kemudian. Ia lalu mengakui bahwa ia memang salah. Pada saat itulah, semuanya hanya kembali pada persoalan memaafkan dan melupakan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06











