Memprediksi Empat Besar Serie A 2013/14
Editor Bolanet | 12 September 2013 16:07
Bola.net - Tim mana saja yang akan finis di peringkat empat teratas Serie A musim 2013/14? Kompetisi memang baru dimulai, tapi perkiraan bisa dibuat kalau melihat peta kekuatan serta potensi yang dimiliki oleh setiap kontestan.
Hingga giornata 2, posisi empat besar dikuasai oleh Napoli besutan Rafael Benitez, generasi baru Internazionale racikan Walter Mazzarri, skuad Serigala AS Roma, dan La Viola Fiorentina.
Juara bertahan Juventus ada di tangga kelima, tapi sama-sama memiliki enam poin hasil dua kemenangan beruntun dalam dua giornata awal dengan lima pesaing di atasnya.
Dengan 36 giornata tersisa, pasti ada perubahan dan pertukaran posisi di klasemen, terutama di papan atas.
Berikut empat tim yang menurut kami bakal mengisi posisi tersebut. (br/gia)
Peringkat 4: AS Roma

Tak ada lagi nama Marquinhos, Pablo Osvaldo maupun Erik Lamela di skuad AS Roma musim ini. Namun, Giallorossi justru dianggap lebih kuat dibandingkan musim lalu. Minimal, peringkat empat pun rasanya tidak mustahil untuk mereka dapatkan.
Pasalnya, Roma sukses mendatangkan amunisi-amunisi pengganti yang tidak kalah berkualitas dalam diri Mehdi Benatia, Gervinho serta Adem Ljajic. Selain itu, sosok pelatih baru Rudi Garcia juga diyakini bisa memberi kestabilan bagi skuad penuh talenta milik Roma.
Lima musim mengarsiteki Lille, Garcia sukses mempersembahkan double gelar Ligue 1 dan Coupe de France. Dalam kurun waktu yang sama dengan masa kerja Garcia di Lille, Roma sudah beberapa kali berganti pelatih dari Luciano Spalletti sampai Zdenek Zeman.
Tanda-tanda ke arah sana pun cukup meyakinkan.
Dua kemenangan di dua laga awal dipersembahkan Garcia, yakni melawan Livorno dan Verona. Total lima gol dilesakkan oleh Francesco Totti dan kawan-kawan. Yang lebih impresif, mereka belum sekali pun kebobolan.
Gervinho mungkin masih perlu menggenjot kemampuan finishing-nya. Namun, para tifosi Roma boleh tersenyum karena Ljajic sepertinya sudah klop dengan tim barunya dan mencetak sebuah gol indah dalam debutnya ketika Roma menghantam Verona 3-0 di giornata 2.
Kalau konsistensi bisa dijaga, Roma bisa finis di papan atas.
Peringkat 3: AC Milan

Musim lalu, Massimiliano Allegri nyaris kehilangan jabatannya sebagai pelatih AC Milan karena tim besutannya melakoni start buruk di Serie A dan gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions. Namun, Allegri selamat setelah membawa Rossoneri finis peringkat tiga dan Presiden Silvio Berlusconi berubah pikiran di saat-saat terakhir.
Allegri pasti bertekad memperbaiknya musim ini. Sejumlah pemain baru pun didatangkan, dan yang paling menyita perhatian adalah pulangnya Kaka.
Gelandang serang Brasil itu diyakini bisa memberi kontribusi berarti bagi Milan. Dengan kehadiran Kaka, Mario Balotelli dan Stephan El Shaarawy diperkirakan bakal lebih mudah menjalankan tugasnya membobol gawang lawan.
Permainan menyerang Milan bakal lebih sempurna. Talenta yang dimiliki pun berkualitas. Namun, Milan masih memiliki masalah kronis, terutama dalam hal konsistensi dan rapuhnya lini belakang mereka.
Itu bisa dilihat dari kekalahan di tangan tim promosi pada giornata perdana.
Sejumlah pemain di Milan pasti ingin unjuk kebolehan demi bisa mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia tahun depan. Hal itu akan berpengaruh positif. Namun, melihat potensi yang dimiliki dua klub berikut ini, rasanya Milan harus puas hanya bisa finis di peringkat yang sama dengan musim lalu.
Runner-up: Napoli

Hengkangnya mesin gol Edinson Cavani ke PSG dan kepindahan pelatih Walter Mazzarri ke Inter Milan bukan membuat Napoli tambah lemah. Partenopei yang sekarang justru lebih kuat dan berpeluang besar menjadi penantang utama untuk takhta Serie A.
Datangnya pelatih bertaraf Eropa dalam diri Rafael Benitez adalah alasan pertama.
Alasan kedua adalah kualitas skuad Napoli secara keseluruhan. Berkat uang melimpah hasil penjualan Cavani, Napoli bisa membentuk tim tangguh dengan kehadiran sejumlah pemain hebat dan kaya pengalaman.
Skuad Napoli yang sudah dihuni Paolo Cannavaro, Goran Pandev dan Marek Hamsik sekarang ketambahan Pepe Reina, Raul Albiol, Jose Callejon serta Gonzalo Higuain.
Posisi teratas klasemen sementara dengan poin sempurna dan lesakan tujuh gol hanya dalam dua laga awal adalah salah satu buktinya.
Dengan skuad penuh talenta dan skema serta taktik racikan Benitez, yang pernah menaklukkan Eropa bersama Liverpool, Napoli sangat layak diperhitungkan, terutama oleh tim terakhir dalam daftar ini.
Juara: Juventus

Mempermalukan Lazio di Supercoppa Italiana dan giornata 2 Serie A merupakan bukti bahwa Juventus yang sekarang lebih komplet dan lebih kuat dibandingkan musim 2011/12, ketika mereka meraih Scudetto dua edisi secara beruntun. La Vecchia Signora bahkan masih lebih kuat daripada tim-tim lain di Italia.
Musim lalu, satu-satunya kekurangan Juventus adalah tidak punya striker berstatus 'world class', padahal pelatih Antonio Conte memiliki lini tengah dan belakang hingga pengawal mistar yang bisa dicap sebagai 'numero uno'.
Dengan skuad yang tidak sempurna, Juventus tetap bisa menjadi juara.
Sekarang, Carlos Tevez serta Fernando Llorente datang dan menjadi kepingan terakhir di skuad ideal Conte.
Setelah dua giornata berlalu, Juventus memang masih 'tercecer' di peringkat lima, tapi sama-sama meraih dua kemenangan dengan empat tim di atasnya.
Masih ada 36 giornata tersisa. Melihat segala unsur yang ada di tubuh La Vecchia Signora, rasanya sulit bagi Napoli, Milan, Roma, Inter, maupun Fiorentina untuk menghadang langkah sang juara bertahan untuk meraih Scudetto tiga musim tanpa jeda.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
LATEST UPDATE
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




