Michael Carrick Hanya Interim, 10 Kandidat Manajer Permanen Man United Musim Depan: Dari Enzo Maresca, Xabi Alonso hingga Zinedine Zidane

Afdholud Dzikry | 18 Januari 2026 06:29
Michael Carrick Hanya Interim, 10 Kandidat Manajer Permanen Man United Musim Depan: Dari Enzo Maresca, Xabi Alonso hingga Zinedine Zidane
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola (kiri) dan pelatih Manchester United, Michael Carrick saat keduanya bertemu di Old Trafford, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United kembali berada di persimpangan jalan penting. Pencarian manajer permanen untuk menggantikan Ruben Amorim menjadi fokus utama manajemen Setan Merah jelang musim panas nanti.

Penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih interim hanyalah solusi jangka pendek hingga akhir musim. Kecuali terjadi keajaiban luar biasa, Old Trafford dipastikan akan menyambut bos baru pada awal musim depan.

Advertisement

Manchester United sendiri sukses meraih kemenangan di debut Carrick sebagai pelatih interim, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. Tak main-main, MU berhasil menang 2-0 melawan Manchester City di Derby Manchester.

Manajemen MU menyadari bahwa pemilihan kali ini sangat krusial bagi masa depan klub. Mereka tidak boleh lagi salah langkah seperti yang sudah-sudah dan terperosok ke dalam jurang inkonsistensi.

Beruntung, pasar pelatih saat ini dipenuhi nama-nama besar dan berbakat. Berikut adalah 10 kandidat yang bisa menjadi target Manchester United di musim panas.

1 dari 10 halaman

Xabi Alonso: Opsi Menarik Meski Eks Liverpool

Xabi Alonso: Opsi Menarik Meski Eks Liverpool

Xabi Alonso usai laga antara Real Madrid melawan Real Betis di Bernabeu, 5 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Kegagalan singkatnya selama delapan bulan di Real Madrid tidak boleh menghapus reputasi Xabi Alonso. Pelatih muda ini tetap dianggap sebagai salah satu juru taktik paling menjanjikan di Eropa saat ini.

Gelar ganda domestik bersama Bayer Leverkusen pada 2023-24 adalah bukti nyata kualitasnya. Filosofi menyerang dan penguasaan bola yang ia usung sangat cocok dengan DNA United yang hilang.

Meski punya masa lalu kental dengan Liverpool, United wajib mempertimbangkannya. Rasio kemenangan 71% saat meninggalkan Bernabeu adalah statistik yang tak bisa dipandang sebelah mata.

2 dari 10 halaman

Carlo Ancelotti: Jaminan Mutu dan Pengalaman

Carlo Ancelotti: Jaminan Mutu dan Pengalaman

Manajer Timnas Brasil, Carlo Ancelotti (c) CBF Official

Jika United lelah dengan pelatih "proyek" yang minim pengalaman, Carlo Ancelotti adalah antitesisnya. Don Carlo menawarkan pragmatisme, ketenangan, dan lemari trofi yang penuh sesak.

Saat ini ia fokus memimpin Timnas Brasil menuju Piala Dunia 2026. Namun, tidak ada jaminan ia akan bertahan di sana, terutama jika Selecao gagal total di turnamen tersebut.

Sosoknya yang tenang sangat dibutuhkan di tengah panasnya kursi pelatih MU. Pengalamannya yang segudang di Premier League juga menjadi nilai plus yang tak terbantahkan.

3 dari 10 halaman

Enzo Maresca: Korban Kejamnya Chelsea

Enzo Maresca: Korban Kejamnya Chelsea

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca saat melawan Atalanta di Liga Champions, 10 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Enzo Maresca kini berstatus tanpa klub setelah didepak Chelsea secara mengejutkan awal tahun ini. Padahal, ia sukses mempersembahkan trofi Europa Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Pendekatan taktisnya yang terukur mungkin tidak selalu menghasilkan sepak bola indah, tapi terbukti efektif. Ia mampu memaksimalkan potensi skuad muda, sesuatu yang kini dimiliki United.

Maresca sempat digadang-gadang sebagai penerus Pep Guardiola di Man City. Namun, tawaran dari Old Trafford bisa saja mengubah haluannya meski berisiko menutup pintu ke Etihad.

4 dari 10 halaman

Thomas Tuchel: Opsi Lama yang Kembali Muncul

Thomas Tuchel: Opsi Lama yang Kembali Muncul

Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menghadiri konferensi pers di London, Jumat (29/8/2025), menjelang laga kualifikasi Piala Dunia melawan Andorra dan Serbia. (c) AP Photo/Kin Cheung

Thomas Tuchel saat ini sedang menukangi Timnas Inggris menuju Piala Dunia. Kontraknya akan habis pasca-turnamen, membuka peluang bagi klub manapun untuk merekrutnya.

Karakternya yang vokal dan taktis pragmatis mungkin bukan selera semua orang. Namun, rekam jejak juara dan pengalaman menangani klub besar adalah fakta yang berbicara sendiri.

Nama Tuchel sudah sering dikaitkan dengan United sebelumnya. Musim panas nanti bisa menjadi momen yang tepat bagi kedua pihak untuk akhirnya bekerja sama.

5 dari 10 halaman

Mauricio Pochettino: Penantian Panjang Berakhir?

Hubungan cinta jarak jauh antara United dan Pochettino mungkin bisa berujung pelaminan musim panas ini. Kabarnya, Setan Merah rela menunggu hingga Piala Dunia usai demi jasanya.

Tanda tanya besar memang masih menyelimuti mantan pelatih Tottenham dan Chelsea ini. Lemari trofinya yang masih sepi dan kegagalan di Stamford Bridge sedikit mencoreng reputasinya.

Namun, kemampuan man-management dan keberaniannya mengorbitkan pemain muda menjadi daya tarik utama. Sifatnya yang ramah juga bisa menjadi penawar bagi ruang ganti yang kerap tegang.

6 dari 10 halaman

Julian Nagelsmann: Gairah Muda dari Jerman

Julian Nagelsmann masih terikat kontrak dengan Timnas Jerman hingga Euro 2028. Namun, kegagalan di Piala Dunia musim panas nanti bisa mengubah segalanya dengan cepat.

Intensitas tinggi dan fleksibilitas taktik adalah ciri khas pelatih muda ini. Gaya mainnya diprediksi akan sangat cocok dengan tempo cepat Premier League.

Meski sudah lama absen dari level klub sejak dipecat Bayern Munchen, kualitasnya tak perlu diragukan. Di usia 38 tahun, ia tetap menjadi salah satu pelatih paling menarik di dunia.

7 dari 10 halaman

Zinedine Zidane: Mimpi Indah atau Berisiko?

Nama Zinedine Zidane selalu muncul setiap kali kursi pelatih klub besar kosong. Namun, pria Prancis ini sudah menganggur sejak meninggalkan Real Madrid pada Mei 2021.

Keraguan soal kecerdasan taktisnya masih sering terdengar meski ia mengoleksi tiga trofi Liga Champions. Banyak yang menilai kesuksesannya lebih karena materi pemain bintang ketimbang sistem permainan.

Zidane juga dikabarkan masih menunggu panggilan dari Timnas Prancis. Merekrutnya akan menjadi perjudian besar, namun nama besarnya jelas akan menggetarkan Old Trafford.

8 dari 10 halaman

Oliver Glasner: Sukses di Inggris, Tapi Formasinya...

Pengumuman Oliver Glasner yang akan meninggalkan Crystal Palace memanaskan rumor kepindahannya. Ia sukses membawa Eintracht Frankfurt juara Liga Europa dan tampil apik di Inggris.

Namun, Glasner identik dengan formasi 3-4-2-1, sistem yang sama dengan yang gagal diterapkan Amorim di MU. Hal ini bisa menjadi pertimbangan negatif bagi manajemen dan fans.

Selain itu, ia belum teruji menangani klub raksasa dengan tekanan masif. United tentu harus berpikir dua kali sebelum menunjuk pelatih yang belum terbiasa dengan sorotan global.

9 dari 10 halaman

Unai Emery: Master Taktik Aston Villa

Unai Emery telah melakukan keajaiban di Aston Villa dengan membawa mereka kembali ke Eropa. Kemampuan taktisnya dalam membaca permainan lawan sangat luar biasa.

Ia piawai mengembangkan pemain seperti Tielemans dan Kamara menjadi bintang. Emery diyakini bisa dengan cepat membenahi struktur permainan Man United yang berantakan.

Pertanyaannya, maukah ia meninggalkan proyek nyaman di Villa demi kursi panas di Old Trafford? Tantangan besar ini mungkin satu-satunya hal yang bisa menggoyahkan imannya.

10 dari 10 halaman

Xavi Hernandez: Hasrat Melatih di Inggris

Xavi Hernandez secara terbuka menyatakan keinginannya melatih di Premier League. Ia menyukai passion sepak bola Inggris yang dianggapnya lebih murni ketimbang di Spanyol.

Mantan pelatih Barcelona ini sukses mempersembahkan gelar La Liga dan mengorbitkan banyak pemain muda akademi. Profil ini tentu menarik bagi United yang bangga dengan tradisi akademinya.

Namun, kendala bahasa dan minimnya pengalaman di luar Spanyol menjadi risiko tersendiri. Menunjuk Xavi akan menjadi taruhan yang cukup berani bagi manajemen MU.

Sumber: si.com

LATEST UPDATE