Milan Terlalu Berlebihan!

Editor Bolanet | 3 September 2010 13:00
Milan Terlalu Berlebihan!
Associazione Calcio Milan

Bola.net - Hanya dalam rentang waktu dua hari sebelum deadline transfer musim panas 2010-2011 ditutup, AC Milan, berhasil mengubah predikat sebagai pesakitan dalam bursa transfer menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak Milan yang sebelum hari Minggu tanggal 30 Agustus yang lalu hanya mampu merekrut pemain-pemain semenjana, mulai dari Mario Yepes, Sokratis Papastathopoulos. Bila ada nama yang mungkin agak besar adalah Marco Amelia dan Kevin Prince Boateng itupun, mereka dapat karena kemurahan hati Genoa yang mau meminjamkan pemain-pemainnya itu ke San Siro.


Rekrutan semenjana Milan sebelum deadline transfer(c) AFP
Tak ayal mereka dinilai begitu pasif, irit, pelit, bahkan miskin, oleh para fans fanatik mereka sendiri saat itu, Namun segalanya berubah ketika hari Minggu (30/08), Zlatan Ibrahimovic, berhasil didaratkan dari Barcelona. Tidak sampai di situ, Robinho menyusul satu hari kemudian, membuat peta perebutan Scudetto Serie A musim 2010-2011 yang diyakini akan mengerucut kepada dua nama Inter dan Juventus runtuh begitu saja. Siapa yang tidak senang dengan kedatangan penyerang kelas dunia, tidak hanya satu, dua bahkan, yang disebut sebagai 'hadiah indah' dari Presiden flamboyan mereka, Silvio Berlusconi, oleh sebagian orang. Namun jangan dulu senang kemudian, Milan bisa saja terlalu berlebihan dengan langkah mereka ini, mendatangkan Zlatan mungkin memang brilian namun dengan menambahkan seorang rasanya ini bisa menjadi sebuah perjudian.

Zlatan dinilai sebagai calon rekrutan terbaik musim ini (c) AFP
Ingat Berlusconi adalah tipikal pemiliki yang suka ikut campur urusan penerapan strategi di atas lapangan, komposisi ingin ia sendiri yang menentukan, tak peduli dengan kondisi apa pun yang menyertai sang pemain. Saya pikir dengan seorang Zlatan pun Milan sudah cukup akan mengerikan, namun dengan adanya Robinho ini mungkin sudah terlalu berlebihan, saya justru kasihan kepada Massimilano Allegri selaku pelatih mereka. Max Allegri datang memang bermodalkan predikat pelatih terbaik Serie A musim lalu, membawa tim semenjana Cagliari untuk bisa meraih kemapanan, ia mengalahkan Jose Mourinho yang kalah santun dan sopan darinya, di mata media Italia. Namun ia sama sekali belum memiliki wibawa jika harus menentang titah sang presiden, bagaimana jika Berlusconi memaksanya untuk selalu menurunkan , , Pato, dan juga secara bersamaan? Di atas kertas mungkin kombinasi ini akan nampak mengerikan, namun bagaimana pula dengan keseimbangan tim yang ada di lapangan? Ini yang masih dipertanyakan dan dipikirkan! Ingat Real Madrid? apa yang mereka lakukan 2 musim sebelum ini? Belanja besar-besaran berpusat pada sektor penyerangan, melabeli dirinya sebagai Los Galacticos namun akhirnya menjadi olokan Los Gagalticos di akhir musim. Salah satu kegagalan, karena tidak adanya keseimbangan tim yang mereka turunkan, hal ini bisa saja dialami juga oleh, Milan, Nesta sudah tak lagi muda, Thiago Silva juga pasti perlu pelapis, setidaknya di sektor tengah, lalu jika kombinasi lini depan maut itu dipasang dan mereka semua keasyikan menyerang, maka jangan harap tidak melihat lini belakang Milan keteteran. Jelas sekali tekanan terbesar akan berada pada pundak Allegri sebagai pelatih, ia akan menghadapi apa yang Leonardo rasakan musim lalu, tekanan dari sang pemiliki yang lebih keras kepala, formasi 4-3-3 andalan Allegri sama sekali tidak mendukung adanya keberadaan Pato-Dinho-Robinho-Zlatan secara bersamaan, belum lagi ego pemain bintang yang selalu ingin dimainkan. Kenapa Zlatan pergi dari Nou Camp salah satunya karena ia beberapa kali kerap tak dijadikan pilihan utama oleh Guardiola, lalu Robinho, ego si anak yang belum dewasa ini sudah terbukti sering meledak-ledak tanpa ia sadari.

Robinho juga didatangkan dari Citizen (c) MCFC
Allegri pasti harus memikirkan jalan keluar ini semua jika tidak ingin bernasib sama dengan Leonardo, ego para pemain dan pemilik harus diredam, ia pun mungkin belum berani banyak bersuara sebagai orang baru di San Siro. Saat Zlatan dipastikan berhasil digamit ia sempat berujar, "Tridente Pato, Ronaldinho, dan Zlatan, akan membuat saya bahagia, tim Eropa mana pun akan iri dengan apa yang kami miliki," Namun kemudian ketika Robinho juga didatangkan, ia berucap, "Saya sama sekali tidak berharap dengan pembelian Robinho," kata-kata halus yang mungkin juga bisa dimaknai sebagai kalimat tak langsung dari 'ini sudah berlebihan Milan'. Allegri bisa saja memang benar-benar tidak bahagia karena hal ini, Zlatan Oke! Namun Robinho adalah bom waktu yang bisa saja meledak tanpa diduga, yang pasti apakah Milan berlebihan atau tidak hanya waktu yang bisa menjawabnya, semoga saja Allegri masih disayang oleh Tuhan nantinya! (bola/bola)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE