Ralf Rangnick: Profesor Sepakbola Jerman, Bundesliga, dan Schalke
Editor Bolanet | 6 April 2011 21:18
Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
"Sebelum pertandingan, bila ada orang yang mengatakan kami bisa mengalahkan Inter dengan selisih tiga gol, dia bisa dianggap gila,"
Itulah kalimat yang diucapkan Rangnick sesaat setelah Schalke menghajar Inter di Giuseppe Meazza dengan skor fantastis, 5-2!
Dan sekarang kita semua benar-benar 'gila'.
Schalke membuktikan kalimat "impossible is nothing". Dua kali tertinggal dari Inter Milan, salah satunya melalui gol voli spektakuler Dejan Stankovic pada menit pertama, tak membuat mental Royal Blues ambruk.
Raul Gonzales dkk menunjukkan mental dan karakter khas Jerman. Karakter tim-tim Bundesliga. Pantang menyerah berapa pun gol yang telah masuk ke gawang.
Di Giuseppe Meazza, Schalke menunjukkan karakter itu. Bahkan suporter Schalke sendiri pun mungkin tak akan menyangka timnya mencetak LIMA gol ke gawang juara bertahan di kandang lawan.
Itu masih dengan catatan Schalke tak diperkuat Klaas-Jan Huntelaar.
Joel Matip, Edu, dan Raul menjawab keraguan publik Jerman, yang bahkan tak yakin Schalke mampu melangkah lebih jauh dari finalis tahun lalu Bayern Munich -yang ironisnya disingkirkan Inter pada fase sebelumnya.
Bintang Lima: Raul merayakan gol ketiga Schalke di Giuseppe Meazza. Schalke menang telak 5-2 atas Inter. (foto: AP)
Bagi Raul, gol ke gawang Inter adalah gol ke-70 legenda Santiago Bernabeu itu di Liga Champions. Gol yang menjaga impiannya bertemu Real Madrid di final.
Selain Raul dkk, siapa aktor di balik kesuksesan Schalke?
Ralf Rangnick.
Pelatih berusia 52 tahun ini baru beberapa pekan melatih Schalke setelah menggantikan Felix Magath.
Seperti pelatih-pelatih sukses lainnya, Rangnick tak punya rekor istimewa saat masih jadi pemain. Ia hanya berstatus pemain amatir meski sempat bergabung VfB Stuttgart.
Gagal menjadi pemain profesional tak menyurutkan langkah Rangnick. Ia sempat mengambil studi ke Inggris dan bermain untuk tim amatir Southwick FC.
Saat kembali ke Jerman, ia memulai karir kepelatihan, lagi-lagi bersama tim amatir SSV Reutlingen dan SSV Ulm. Ia membawa Ulm menjuarai divisi tiga tahun 1998. Prestasi yang membuatnya mulai dilirik mantan timnya, Stuttgart. Rangnick sukses membawa tim itu ke semifinal Piala Jerman dan 16 besar Piala UEFA.
Rangnick pernah melatih Schalke musim 2004/05 lalu, menggantikan posisi Jupp Heynckes. Saat itu ia baru saja gagal menjadi asisten pelatih Joachim Loew di timnas Jerman. Ia sukses membawa Schalke ke final Piala Jerman dan runner up Bundesliga, dua-duanya kalah dari Bayern.
Football Professor: Rangnick mengawali karir dan sukses bersama tim-tim amatir, membuatnya dijuluki The Professor. (foto: Reuters)
Merasa "cukup" di level atas bersama Schalke, Rangnick memilih ke habitat lamanya, tim gurem di divisi bawah. Hoffenheim beruntung mendapatkannya. Tangan dingin Rangnick membawa Hoffe promosi dari divisi tiga ke Bundesliga hanya dalam waktu dua tahun!
Bahkan pada musim perdana dalam sejarahnya di Bundesliga, Hoffenheim tampil memukau. Vedad Ibisevic dkk juara paruh musim 2008/09 dan bertahan di papan atas hingga akhir kompetisi.
Romantisme Rangnick dengan Hoffe berakhir awal tahun ini saat ia memutuskan untuk mundur setelah klub menjual Luis Gustavo ke Bayern Munich tanpa sepengetahuannya. Ironis. Di balik kejeniusannya meracik strategi, Rangnick punya prinsip, karakter, disiplin, dan profesionalisme tinggi.
Di Jerman, Rangnick punya julukan "The Professor" atau "Football Professor", julukan yang hampir sama diberikan pada Arsene Wenger di Inggris. Bukan kebetulan bila Rangnick juga mengagumi kejeniusan taktik dan startegi Wenger.
Kini satu kaki Schalke sudah di semifinal Liga Champions.
Bukan FIFA Manager 2011, di mana Ralf Rangnick ada di covernya. (bola/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Uji Coba: Chelsea Hajar AC Milan 3-0 di SUGBK
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:16
-
Lionel Messi Cetak Brace, Inter Miami Libas Atletico San Luis 4-2
Bola Dunia Lainnya 6 Agustus 2026, 09:27
-
Hasil Uji Coba: PSG Dibungkam Mallorca 0-3 pada Laga Perdana Pramusim
Liga Eropa Lain 6 Agustus 2026, 04:25
LATEST UPDATE
-
Aston Villa Hubungi MU, Ingin Angkut Pemain Ini
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 16:30
-
Prediksi Elche vs Barcelona 24 Agustus 2026
Liga Spanyol 22 Agustus 2026, 16:24
-
Lautaro Martinez Diincar Barcelona, Inter Milan: Gak Dulu!
Liga Italia 22 Agustus 2026, 16:00
-
Carlos Baleba OTW MU, Hari Ini Langsung Tes Medis
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 15:30
-
Prediksi Torino vs AC Milan 24 Agustus 2026
Liga Italia 22 Agustus 2026, 15:24
-
Arema FC Resmi Perkenalkan Mauro Zijlstra jadi Pemain Baru
Bola Indonesia 22 Agustus 2026, 15:20
-
Prediksi Susunan Pemain Hull City vs Manchester United: Mbeumo Jadi Andalan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 14:24
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Pilih Inter Milan, Fans Jadi Faktor Penentu
Liga Italia 22 Agustus 2026, 13:24
-
Lionel Messi Didenda MLS karena Menampar Pemain Philadelphia Union
Bola Dunia Lainnya 22 Agustus 2026, 12:24
-
Christos Tzolis Bisa Jadi Jawaban untuk Kelemahan Arsenal Musim Lalu
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 11:44
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 22 Agustus 2026, 11:37
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 22 Agustus 2026, 11:35
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 11:33
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




