Riak Mulai Muncul di Tubuh Real Madrid
Editor Bolanet | 9 Oktober 2009 17:38
Bola.net -
Oleh: Chandra Wijaya
Pepatah "makin tinggi pohon, makin keras pula angin menerpanya" ternyata mulai berlaku ke Real Madrid. Sebagai klub raksasa dengan sokongan dana yang sangat besar dan penuh dihuni dengan pemain-pemain bintang kelas dunia, yang namanya masalah sangat mudah menerpa. Apalagi di musim ini mereka telah menghabiskan dana sebesar 252 juta Euro untuk membanjiri klub mereka dengan pemain-pemain termahal di dunia. Sedikit kesalahan saja akan bisa berkembang menjadi masalah yang cukup mengganggu. Masalah pertama yang jelas terlihat di tubuh Los Blancos saat ini adalah penentangan rotasi pemain yang diterapkan oleh pelatih Manuel Pellegrini. Untuk menjaga semua pemainnya berada dalam kondisi puncak di tengah padatnya kompetisi yang dijalani oleh , pelatih asal Chili ini terlihat beberapa kali mengistirahatkan beberapa pemain bintangnya. Namun kebijakan ini kurang disukai dan dimengerti oleh pemainnya dan bahkan oleh presiden klubnya. jelas-jelas mengungkapkan keberatannya. Pada laga melawan Tenerife, dia memulai pertandingan dari bangku cadangan dan harus puas melihat Esteban Granero diturunkan dari menit awal untuk mendampingi Xabi Alonso. Dia mengaku merasa frustasi melihat hal itu. Tetapi playmaker asal Brasil ini masih mengungkapkannya dengan halus, "Saya memahami adanya rotasi meski sangat nyata kalau saya selalu ingin bermain." Cristiano Ronaldo pun begitu. Dia nampak terganggu saat digantikan ketika melawan dan . Pada pertandingan lawan , ketika diganti di 10 menit terakhir, dia nampak tidak puas dengan keputusan . Pemain internasional Portugal ini dilaporkan sangat mengincar trofi Pichichi di musim La Liga pertamanya. Dia berobsesi mengalahkan Lionel Messi sebagai Pichichi dan sebagai kandidat penerima gelar Ballon d'Or dan pemain terbaik FIFA. Karena itu dia mau mencetak gol sebanyak mungkin dengan terus bermain penuh di setiap pertandingan. Tentangan yang paling keras berasal dari striker Real Madrid Karim Benzema. Dia tidak senang dengan perannya di sampai saat ini. Puncak kemarahannya pada Manuel Pellegrini, terjadi saat diganti ketika timnya kalah dari , Senin lalu. Padahal sebelumnya dia sudah diberi jaminan tidak akan dirotasi. Pemain Perancis berusia 21 tahun ini bergabung dengan Los Merengues dengan keyakinan akan terus tampil di formasi inti tetapi hal itu digagalkan dengan kebijakan rotasi . Sampai saat ini dia hanya bermain penuh selama 90 menit di 3 pertandingan. Sebenarnya protes-protes itu cukup masuk akal, 3 pemain itu masuk ke Los Merengues dengan status pemain bintang mahal dan bahkan adalah pemain termahal di dunia sampai sekarang. Dengan status pemain bintang itu, sangatlah wajar mereka ingin selalu tampil di semua pertandingan yang dijalani dan termasuk juga ingin bermain penuh. Karena sudah menjadi keinginan dasar dari seorang pemain untuk selalu ingin dimainkan. Dengan cara itulah mereka bisa menunjukkan kemampuannya, mencapai prestasi pribadi dan sekaligus meningkatkan kemampuan bermain yang dimiliki. Apalagi untuk pemain bintang, mereka pasti akan dengan sekuat tenaga memperjuangkan hal ini. Mereka tidak akan mau mendengar apapun alasan dirotasi, ketika mereka merasa fit untuk bermain. Hal ini bisa menjadi hal yang cukup pelik bagi . Karena sebenarnya alasan rotasi ini cukuplah masuk akal, sudah terbayang bagaimana terkurasnya tenaga seorang pemain jika harus tetap bermain di setiap 3 hari sekali di sepanjang musim. Kalau terlalu dipaksakan, pasti mereka tidak akan bisa tampil maksimal dan sangat beresiko cedera. Tetapi di sisi lain, pemain bintang tidak bisa dengan lapang dada menerima alasan ini. Memang bisa rotasi ini terus dipaksakan, tetapi mereka akan segera berhadapan dengan resiko pemain bintang itu akan meminta dijual ke klub lain. Kekalahan ini juga ternyata memicu masalah yang kedua. Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan mulai tidak senang dengan performa kepelatihan Manuel Pellegrini musim ini. Meski sudah menang 7 kali dari 8 pertandingan yang dijalani musim ini, tetapi kekalahan lawan semakin menguatkan keraguan dari Perez. Sang Presiden mulai kesal karena Pellegrini dianggap terlalu memaksakan idenya sendiri dan memberlakukan pendekatan berbeda seperti yang dibayangkan oleh Perez terutama dalam hal pemilihan pemain. Taktik Pellegrini yang beberapa kali melakukan rotasi dianggap sangat berbeda dengan apa yang diinginkan Perez. Di mana dia ingin semua pemain terbaik untuk bermain di setiap pertandingan, tanpa terkecuali. Hal ini diperkirakan akan membuat Perez makin campur tangan dalam hal pemilihan pemain terutama menghadapi pertandingan penting. Tapi hal ini sedikit diperhalus oleh Direktur Umum Jorge Valdano. Valdano membela kebijakan rotasi Pellegrini. "Saya kira sangat normal kalau Pellegrini membuat perubahan di line-up untuk membuat idenya bisa diterapkan oleh semua pemainnya. Dia juga dipaksa melakukan perubahan karena cedera yang dialami tim." Tangan kanan Perez itu bahkan mengatakan dewan klub puas dengan hasil yang dicapai sampai saat ini. "Kami tidak bisa lebih puas lagi dengan hasil yang kami capai sejauh ini. Tim ini mendapatkan 15 dari 18 poin yang mungkin didapat di liga dan 2 kemenangan di pertandingan Liga Champions. Tim telah bekerja dengan baik. Kami harus kompetitif. Permainan bagus akan mengikutinya." Sebenarnya jika memang benar Perez merasa tidak puas dengan kekalahan timnya lawan itu sangatlah normal. Tim Spanyol itu telah mengeluarkan sebegitu besar dana. Seseorang yang telah mengeluarkan dana yang begitu besar, sudah pasti akan mengharapkan hasil yang besar pula. Tidak ada ceritanya sudah keluar uang 252 juta Euro, tetapi cukup berpuas diri menjadi runner-up bukan juara. Ditambah lagi ini Real Madrid, tim yang sangat kental dengan sejarah juara, sudah pasti target juara merupakan harga mati. Jadi siapapun yang menjadi pelatih dari klub ini pasti mendapatkan beban yang sangat berat. Tidak ada alasan lagi baginya untuk berkelit jika nantinya tidak mendapatkan gelar. Karena presiden klub pasti mengatakan "sudah diberi banyak pemain terbaik di dunia dan gaji tinggi kok gak bisa juara?" Apalagi dari dulu memang sangat terkenal dengan fakta, siapapun pelatihnya dipastikan harus rela direcoki kuasanya dalam segala hal termasuk pembelian pemain dan pemilihan pemain mana yang diturunkan. Itulah sebabnya pelatih yang menghendaki kuasa penuh dalam melatih, sangatlah ragu dan menjauhi tawaran melatih , walaupun diberi gaji yang tinggi. Inilah problem yang terus ada di tubuh Real Madrid. Gabungan dari semua itu ditambah dengan besarnya tekanan semua publik Real Madrid membuat seringkali pelatih di tidak tahan lama. Hal ini langsung dibenarkan oleh mantan presiden mereka, Ramon Calderon. Katanya publik selalu saja mempertanyakan kemampuan pelatih setelah mengalami kekalahan. Walau semestinya mereka telah bermain baik dan mereka kalah lawan tim yang hebat. Juga tidak memperdulikan sebelumnya mereka telah menang 5 kali beruntun dan mencetak banyak gol, tetapi tetap saja begitu sekali saja kalah, kemampuan pelatih langsung diragukan. Hal ini sangat menghancurkan presiden, direktur, pelatih dan pemain. Calderon mengatakan begitu sulit untuk berbuat yang benar di apalagi berhadapan dengan tekanan yang begitu besar. Masalah yang ketiga adalah mulai munculnya dugaan begitu tergantungnya dengan . Hal ini mulai mencuat, ketika melihat bagaimana kurangnya penampilan Los Merengues tanpa ketika kalah lawan . Anggapan ini bisa membuat pemain tampil tertekan, ketika benar-benar tampil tanpa lagi. Mestinya mereka bisa menang dengan mudah, tapi karena besarnya keraguan publik, maka bisa saja mental mereka menjadi jatuh. Sebagai hasilnya, mereka akan tampil di bawah form dan berujung pada hasil akhir yang buruk. Tuduhan ketergantungan ini juga pastinya, sudah mulai sedikit mengikis kepercayaan diri pemain lainnya. Karena dengan anggapan itu sama saja mengatakan Real Madrid tidak ada artinya tanpa bintang Portugal itu. Juga akan memicu munculnya kecemburuan, kenapa hanya saja yang diperhatikan. Kenapa pencetak gol yang lain tidak pernah disebut walau sudah tampil bagus. Karena pastinya pemain seistimewa apapun tidak akan ada artinya jika tidak ditunjang oleh kemampuan pemain lainnya. Pemain bintang lainnya juga pasti tidak suka kalau hanya yang dianggap paling berjasa bagi klub. Hal ini akan memicu ketidakharmonisan antara pemain. Semua riak-riak ini jika tidak ditanggulangi dengan baik, lambat laun akan semakin membesar dan hasilnya akan tentu memberikan kerugian bagi Real Madrid. Dan ini akan membuat pesaing-pesaing akan bertepuk tangan gembira. Karena tanpa perlu usaha keras dari mereka, sudah kacau sendiri karena masalah internal. Apa yang akan dilakukan ? Mampukah mereka meredakan kembali riak-riak yang mulai bermunculan ini? (bola/cax)TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19











