Road To Final: Kuda Hitam Melaju Kencang
Editor Bolanet | 27 Juni 2010 08:00
Bola.net - Oleh: Fajar Rahman Piala Dunia kali ini memang Piala Dunia penuh dengan kejutan. Pulangnya sang juara bertahan lebih awal merupakan satu kejutan tersendiri, ditambah lagi tersingkirnya di babak penyisihan grup. Belum apa-apa kita akan dikejutkan oleh final prematur yang terjadi di babak 16 besar ini. Partai tersebut adalah vs dan vs . Tim unggulan lainnya malah diprediksikan akan saling jegal di perempat final, seperti dan , dengan pemenang antara Inggris dan Jerman. Di saat trek tim unggulan mewajibkan mereka harus bertemu lebih awal entah di 16 besar ataupun 8 besar, tim kuda hitam aman di jalurnya untuk sampai minimal sampai ke babak semi final. Melihat sepak terjang dan faktor sejarah Piala Dunia yang dimiliki, maka akan sangat pantas jika Uruguay kita sebut sebagai tim kuda hitam dalam Piala Dunia kali ini. Tentu saja hal ini tanpa bermaksud mengecilkan semangat juang wakil Asia, Jepang dan wakil Afrika, Ghana yang masih tersisa mewakili benua mereka. Inggris, Jerman, Argentina dan memori indah Piala Dunia 1986. Inggris yang sering mengaku sebagai negara asal sepak bola akan bertemu Jerman sang spesialis turnamen. Inggris pernah mengalami hal seperti sekarang ini pada Piala Dunia 1986. Dua kali partai penyisihan mereka tidak pernah menang, namun akhirnya lolos menjadi runner up grup. Saat itu Inggris berhasil menang melawan di babak 16 besar. Sebelum langkah mereka dihentikan Argentina di perempat final. Hal ini sama dengan yang terjadi sekarang ini. Jika Inggris berhasil menang melawan Jerman, sudah ada Argentina, yang diperkirakan akan menang mudah melawan yang menunggu di perempat final. Masih di tahun 1986, Jerman saat itu juga mengalami kekalahan di fase grup dan berhasil melaju ke babak final. Di babak 16 besar Jerman mengalahkan , selanjutnya ada Meksiko yang menanti di perempat final. Kejadian itu sama persis dengan sekarang ini. Jika Jerman menang melawan Inggris, Meksiko siap menanti mereka namun dengan catatan Meksiko harus mengalahkan Argentina. Argentina malah memiliki kenangan paling indah di Piala Dunia 1986. Maradona mempecundangi Inggris dengan Gol Tangan Tuhannya di perempat final, dan menjadi juara setelah mengalahkan Jerman di final. Jadi memori siapa yang akan terulang di Afrika Selatan ini? Brasil vs Belanda, ulangan adu penalti semifinal 1998 Jika kedua tim sama-sama menang maka mereka akan bertemu di perempat final untuk mengulang semifinal 1998. Saat itu Carlos Dunga menang adu penalti setelah hanya bermain imbang 1-1 selama 90 menit dan 2 kali tambahan waktu. Belanda pernah mengalahkan Brasil 2-0 pada Piala Dunia tahun 1974, namun kemenangan John Cruijff itu terjadi di babak penyisihan. Sang Kuda Hitam Melaju Kencang Uruguay dipastikan akan melenggang ke perempat final, setelah mereka berhasil mengalahkan Korea Selatan. Lawan bagi mereka berikutnya adalah Ghana, pengalaman mengalahkan Afrika Selatan bisa menjadi tolak ukur mereka untuk menilai kekuatan Asamoah Gyan dan kawan-kawan. Suporter Bafana Bafana dengan vuvuzelanya tak mampu membendung laju Luis Suarez dan kawan-kawan, maka Ghana pun bisa diprediksikan akan mampu mereka kalahkan. Uruguay juga pernah menggenggam juara pada tahun 1930 dan 1950. Pada Piala Dunia tahun 1970 yang berlangsung di Meksiko mereka berhasil menembus semi final dan dikalahkan Brazil 1-3. Jika siklus 20 tahunan memang sebuah tradisi dan mitos tersendiri bagi Uruguay, maka tidak menutup kemungkinan semi final ini mereka akan bertemu Brasil, atau bahkan mereka keluar menjadi juaranya. Who knows? (kpl/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












