Semangat Bangkit Kembali Bawa Malaysia Juara
Editor Bolanet | 30 Desember 2010 10:45
Bola.net - Oleh: Jeffrie Kemenangan sejati bukanlah kemenangan tanpa kegagalan, melainkan kemenangan yang diraih setelah bangkit dari kegagalan. Siapa sebelumnya yang menduga Malaysia akan keluar sebagai juara Piala AFF Suzuki 2010? Mereka datang bukan sebagai tim unggulan namun kini keluar sebagai juara seperti sebuah kisah dalam sebuah dongeng. Tidak ada yang memberi Malaysia kesempatan untuk bisa melewati babak grup kejuaraan Asean Football Federation (AFF), terlebih dengan pasukan mudanya yang kurang pengalaman. Pelatih K. Rajagopal kini boleh berbangga hati setelah anak buahnya berhasil dinobatkan sebagai yang terkuat di ASEAN usai menjuarai Piala AFF 2010 untuk pertama kalinya sejak turnamen dua tahunan ini diperkenalkan di tahun 1996. "Ini merupakan prestasi besar bagi sebuah tim yang terdiri dari pemula senior internasional," kata Rajagopal yang terlibat selama satu bulan dalam kejuaraan Piala AFF ini. Sebelumnya banyak yang langsung menilai Malaysia tidak memiliki harapan usai dihajar kekalahan memalukan 1-5 oleh Indonesia dalam pertandingan pembukaan Grup A di Jakarta awal Desember lalu. Dan hanya sedikit yang masih memiliki keyakinan akan kemampuan pemain muda Malaysia untuk bisa bangkit kembali dalam upaya mengejutkan tim-tim yang lebih mapan dan lebih difavoritkan seperti Vietnam dan Thailand. Awal dari kebangkitan Malaysia mulai terlihat usai menahan tim juara Piala AFF tiga kali Thailand dengan bermain imbang tanpa gol dalam pertandingan grup kedua mereka. Malaysia seakan-akan ingin membalas anggapan banyak pihak yang meremehkan keberadaan mereka dengan menggulung Laos 5-1. Dan kemudian, kemampuan mereka mulai diakui setelah berhasil menyingkirkan juara bertahan Vietnam dengan agregat 2-0 di semifinal. Halaman terakhir dari kisah dongeng ini terjadi pada Rabu (29/12) malam kemarin, Malaysia kembali ke SUGBK, ladang pembantaian mereka di awal kompetisi. Dengan begitu banyak provokasi, intimidasi dan tekanan pendukung Timnas Indonesia, Malaysia bisa bermain tenang dan fokus, seakan mereka telah lupa apa pernah menjadi salah satu korban keangkeran SUGBK. Meskipun akhirnya Malaysia kalah, namun mereka berhasil mengungguli favorit juara Indonesia dengan agregat 4-2. Piala AFF Suzuki 2010 menjadi penutup yang indah bagi kisah dongeng mereka. Rajagopal mengatakan keberhasilan mereka memang sedikit beruntung, karena sebelumnya ia tidak yakin akan bisa merebut Piala AFF saat bermain kembali di Jakarta. Ia menilai anak buahnya telah bermain dengan baik di babak pertama dan beruntung kapten Indonesia Firman Utina gagal mengkonversi penalti menjadi gol awal di menit 15. "Tentu saja, jika ia telah mencetak gol, itu akan memicu lahirnya gol-gol lainnya," kata Rajagopal pada konferensi pasca-pertandingan. Pelatih Indonesia, Alfred Riedl mengatakan bahwa Indonesia adalah tim yang lebih baik tetapi Malaysia memenangkan gelar. "Tertinggal lebih dulu dan pemain mampu menyamakan kedudukan hingga akhirnya menang, mereka hebat. Tapi memang kami tidak merebut gelar musim ini," kata Alfred usai laga. Sebelumnya laga Final leg kedua antara Indonesia dan Malaysia kemarin sempat dikhawatirkan akan berlangsung rusuh akibat banyaknya provokasi pembalasan terkait kecurangan pendukung Malaysia yang memakai laser untuk mengganggu permainan pemain Indonesia pada pertandingan leg pertama di Bukit Jalil. Kapten Malaysia, Safiq Rahim bahkan menggambarkan bahwa suasana menjelang kick-off seperti sebuah perang. "Kami datang dalam kendaraan lapis baja. Itu adalah suasana yang berbeda sama sekali tapi kami bisa mengatasinya dan tidak menyerah pada tekanan seperti di pertandingan pembukaan," katanya. Untungnya segala kekhawatiran tersebut urung terjadi, para pendukung Indonesia dengan sikap sportif bisa tertib sehingga permainan berjalan lancar. Begitupun saat mengetahui Indonesia gagal merebut juara, pendukung Indonesia bisa menerima dengan sikap ksatria sehingga kekhawatiran di awal tidak terjadi. Indonesia mungkin gagal untuk berjaya di ASEAN kali ini, meski kesempatan itu nyaris didapatkan. Namun jika bercermin pada penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 ini dan juga ditunjang pemain-pemain muda yang bermain cemerlang, kita bisa berharap banyak kemenangan dan prestasi untuk Timnas sudah menunggu di depan. Yang terpenting adalah bagaimana Timnas Indonesia bisa bangkit kembali, memperbaiki segala kekurangan, dan meningkatkan kemampuan. Maju terus, Garudaku! (kpl/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gol ke-2000 Milan Era Berlusconi Milik Cassano
Editorial 30 September 2011, 16:00 -
Akankah Batista Menjadi Pelepas Dahaga Argentina?
Editorial 23 Juni 2011, 13:00 -
KILAS BALIK: Final Liga Champions Eropa 2009
Editorial 28 Mei 2011, 12:30 -
NIGHTS TO REMEMBER, Enam Laga Final Barcelona
Editorial 28 Mei 2011, 04:50 -
Komparasi Antara Messi dan Rooney
Editorial 27 Mei 2011, 16:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Arema vs Persijap: Hansamu Yama Nyekor, Singo Edan Menang Tipis 1-0
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 17:36
-
Lupakan Taktik! Ini Instruksi Magis yang Bikin Chelsea Hancurkan West Ham
Liga Inggris 2 Februari 2026, 16:00
-
Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2027
Otomotif 2 Februari 2026, 15:49
-
MU vs Tottenham: Lebih dari 3 Poin Bagi Manchester United
Liga Inggris 2 Februari 2026, 15:35
-
Antoine Semenyo: Liga Belum Berakhir, Kami Akan Terus Kejar Arsenal!
Liga Inggris 2 Februari 2026, 14:44
-
Ini Alasan Barcelona Mempercepat Perpanjangan Kontrak Fermin Lopez
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 14:31
-
Link Nonton Live Streaming Arema FC vs Persijap - BRI Super League
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 14:29
-
Tempat Menonton Arema FC vs Persijap Jepara: Apakah Tayang di Indosiar?
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 14:18
-
Nonton Arema FC vs Persijap Sore Ini: Jadwal dan Live Streaming BRI Super League
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 14:06
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57







