Setitik Asa di Akhir Sebuah Era

Editor Bolanet | 6 Oktober 2009 12:32
Setitik Asa di Akhir Sebuah Era
Diego Salah Satu Tumpuan Sepakbola Italia (c) AP

Bola.net - Oleh : Alexander Sugara Wibowo Ironis itulah kata yang paling tepat mewakili nasib Liga Serie-A Italia awal musim ini, Iya! hengkangnya dua simbol terbesar sepakbola ranah Mafia itu menjadikan Liga Italia kian tak favorit untuk kembali berjaya di ajang Eropa. Tanpa kekuatan dana rasanya susah bagi klub wakil Italia bersaing untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Padahal pada era 90-an Italia adalah kiblat-nya sepakbola dunia lihat saja bagaimana bintang-bintang semacam , Van Basten, Roberto Baggio, , , Hingga silih berganti menjadi ikon Serie-A, belum lagi semenjak 1980 Serie-A mengirim 16 pemainnya sebagai pemain terbaik Eropa dengan meraih Trofi Balon D'Or tersebut. Namun tampaknya era keemasan itu kini telah berakhir. Buktinya dalam 5 tahun terakhir hanya ada satu klub Italia yang mampu menjadi juara Liga Champions yaitu AC Milan pada tahun 2007 sisanya di bagi rata dua gelar untuk wakil La liga dan dua gelar untuk wakil Premiership. Kepergian Zlatan Ibrahimovic dan kian menegaskan perbedaan kelas antara Liga Italia dengan Liga Spanyol serta Liga Inggris. Di saat dua Liga tersebut melakukan belanja gila-gilaan Justru bintang Liga Italia lah yang menjadi sasaran pembajakan mereka, situasi perekonomian yang sulit dijadikan kesempatan, dari segi finansial memang kemampuan klub-klub Italia masih di bawah mereka. Akhirnya kekuatan uang pun berbicara. Fans Sepakbola Italia pun merana. Namun sejujurnya di saat situasi pelik ini masih ada setitik asa untuk para pencinta Liga Italia. Hilangnya bintang lama mereka bisa dimanfaatkan pemain–pemain lama untuk mencoba menjadi bintang baru kompetisi mereka sebut saja nama , belum lagi pemain muda bertalenta semacam dan mereka adalah asa masa depan publik Italia. Juga datangnya pemain yang baru berkiprah untuk pertama kalinya di Serie-A bersama , dan bersama . Mereka semua kini menjadi tumpuan harapan pencinta Calcio Italia untuk bangkit mengembalikan pamor mereka, sejujurnya tidak mudah memang menggeser dominasi klub Spanyol dan Inggris keduanya memang kini tengah merajai kompetisi Eropa. Namun tidak ada yang mustahil selama manusia masih mau berusaha. Tengok contoh tim nasional mereka pada Piala Dunia tahun 2006 lalu saat kompetisi mereka diguncang kasus Calciopoli mereka masih mampu keluar sebagai Sang Juara kala itu. Jadi mari kita pelihara setitik asa pada mereka untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Italia. (bola/lex)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE