Six and the City: Statistik dan Rekor Enam Gol City di Manchester Derby
Editor Bolanet | 25 Oktober 2011 10:30
Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
Manchester Derby hari Minggu (23/10) kemarin disebut-sebut sebagai derby terbesar dalam sejarah kedua tim, bahkan sebelum kick-off dimulai. Faktanya, laga di Old Trafford tersebut memang menghasilkan sesuatu yang besar, kemenangan terbesar, sekaligus kekalahan terbesar.
Setengah lusin: Aguero merayakan gol pertama City yang dicetak Balotelli
Skor 6-1 untuk Manchester City membuat sisi biru kota Manchester larut dalam euforia. Berikut beberapa catatan statistik dan rekor yang tercipta dari Manchester Derby kemarin.
Ini merupakan laga ke-100 Roberto Mancini bersama City. Sebuah kebetulan yang sempurna karena pada laga keseratusnya di City, Mancini memberi kekalahan paling telak dalam 54 tahun karir Sir Alex Ferguson, sebagai pemain maupun manajer.
Kekalahan 6-1 dari City merupakan kekalahan pertama yang dialami Manchester United di Old Trafford sejak bulan April 2010. Selama lebih dari 18 bulan Old Trafford menjadi benteng menakutkan bagi setiap tim dengan rekor 25 pertandingan tanpa terkalahkan, termasuk 19 kemenangan kandang beruntun. Namun rekor itu dipatahkan City yang justru baru meraih kemenangan kedua di kandang sang rival sejak tahun 1974.
Sekitar 85 tahun lalu, tepatnya 1926, City juga mengalahkan United dengan skor 6-1, kemenangan besar berikutnya adalah dengan skor 5-1 pada September 1989. Namun Mancini tak mau larut dalam kemenangan telak ini karena berkaca pada tahun 1996 (United kalah 5-0 dari Newcastle) dan 1999 (kalah 5-0 dari Chelsea), skuad Sir Alex Ferguson tetap membuktikan mental juara dengan mengangkat trofi Premier League di akhir kompetisi.
United terakhir kali kebobolan enam gol di kandang sendiri pada pertandingan top flight juga lebih dari 80 tahun lalu, yakni dari Huddersfield Town pada 10 September 1930. Huddersfield kini bermain di divisi tiga.
Jonny Evans mendapat kartu merah pada awal babak kedua karena professional foul pada Balotelli. Uniknya, Evans pula yang menjadi pemain United yang terakhir kali kena kartu merah di Old Trafford, yakni saat lawan Bolton musim lalu (19 Maret 2011).
Mario Balotelli menjadi pemain Italia ke sembilan yang mencetak sedikitnya 10 gol di Premier League. Rekor gol terbanyak pemain Italia di top flight masih dipegang Paolo Di Canio (67 gol).
Balotelli menjadi pemain City kedua yang mencetak brace (dua gol) di Old Trafford sejak Craig Bellamy musim 2009/10 lalu. Edin Dzeko yang masuk menggantikan Balotelli pada babak kedua juga mencetak brace dan menyamai rekor keduanya.
Dalam sembilan pertandingan awal musim ini, City hanya sekali kehilangan poin, saat ditahan imbang Fulham 2-2. Ini merupakan rekor terbaik dalam sejarah City. Bahkan saat juara liga musim 1967/68 lalu, pada kurun waktu yang sama City sudah tiga kali kalah dan sekali seri.
Enam gol yang dicetak City ke gawang David De Gea bila ditotal sama dengan jumlah kebobolan United dalam delapan pertandingan sebelum lawan Aguero cs. Bagi City, 33 gol dalam 9 pertandingan awal musim ini merupakan rekor terbaik City sepanjang sejarah Premier League. (mcfc/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gol ke-2000 Milan Era Berlusconi Milik Cassano
Editorial 30 September 2011, 16:00 -
Akankah Batista Menjadi Pelepas Dahaga Argentina?
Editorial 23 Juni 2011, 13:00 -
KILAS BALIK: Final Liga Champions Eropa 2009
Editorial 28 Mei 2011, 12:30 -
NIGHTS TO REMEMBER, Enam Laga Final Barcelona
Editorial 28 Mei 2011, 04:50 -
Komparasi Antara Messi dan Rooney
Editorial 27 Mei 2011, 16:00
LATEST UPDATE
-
Tanpa Pelatih dan Tanpa Harapan? Chelsea Terpuruk di Akhir Musim
Liga Inggris 6 Mei 2026, 17:47
-
Barcelona Diam-Diam Coba Dekati Bintang Newcastle Ini
Liga Spanyol 6 Mei 2026, 17:10
-
Prediksi Strasbourg vs Rayo 8 Mei 2026
Liga Eropa UEFA 6 Mei 2026, 17:02
-
Prediksi Crystal Palace vs Shakhtar 8 Mei 2026
Liga Eropa UEFA 6 Mei 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18












