Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 Lini Serang Paling Subur Abad 21

Aga Deta | 30 April 2026 16:05
Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 Lini Serang Paling Subur Abad 21
Selebrasi Michael Olise dan Harry Kane usai mencetak gol di laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Bayern Munchen kembali menunjukkan ketajaman luar biasa di musim 2025-26. Trio Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise sudah mencetak 100 gol gabungan.

Performa tersebut membuat mereka masuk dalam daftar elit lini serang tersubur di Eropa. Catatan ini menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah modern sepak bola.

Advertisement

Meski Bundesliga memiliki jumlah pertandingan lebih sedikit, produktivitas mereka tetap tinggi. Hal ini membuat Bayern bersaing dengan trio legendaris dari La Liga.

Nama-nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih mendominasi daftar ini. Namun Bayern berhasil mencuri perhatian lewat konsistensi mereka.

Berikut daftar 10 trio penyerang paling subur di abad ke-21 berdasarkan total gol dalam satu musim.

1 dari 10 halaman

10. Messi Villa Pedro

Trio Lionel Messi, David Villa, dan Pedro Rodriguez menjadi tumpuan lini serang Barcelona pada musim 2010-11. Pada periode tersebut, mereka tampil sangat tajam dan menyumbang 98 gol.

Lionel Messi mencetak 53 gol dari 55 pertandingan, menandai musim pertamanya menembus lebih dari 50 gol. Performa itu juga mengantarkan Barcelona meraih gelar La Liga dan Liga Champions.

David Villa menyumbang 23 gol dari 52 laga, sementara Pedro menambahkan 22 gol dari 53 pertandingan. Keduanya menjadi pelengkap penting dalam kesuksesan Messi sebagai top skor tim.

2 dari 10 halaman

9. Ronaldo Bale Benzema

Trio Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Karim Benzema menjadi andalan utama Real Madrid pada musim 2015-16. Kombinasi mereka dikenal sebagai “BBC” yang menjadi fondasi kekuatan lini serang Los Blancos.

Pada musim tersebut, mereka mencetak total 98 gol dalam 115 penampilan gabungan di semua kompetisi. Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak dengan 51 gol, disusul Karim Benzema dengan 28 gol.

Gareth Bale turut menyumbang 19 gol untuk melengkapi ketajaman trio tersebut. Musim itu juga menjadi awal dominasi Real Madrid di Liga Champions dengan tiga gelar beruntun.

3 dari 10 halaman

8. Ronaldo Benzema Bale

Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale mencatatkan musim terbaik mereka bersama Real Madrid pada 2014-15. Dalam 146 penampilan gabungan, mereka berhasil mencetak 100 gol di semua kompetisi.

Cristiano Ronaldo menjadi bintang utama dengan torehan 61 gol, menjadikannya musim paling produktif dalam kariernya. Performa tersebut juga mengantarkannya meraih European Golden Shoe untuk keempat kalinya secara beruntun.

Karim Benzema menambah 22 gol, sementara Gareth Bale mencetak 17 gol pada musim tersebut. Meski begitu, Real Madrid gagal meraih gelar di La Liga, Copa del Rey, maupun Liga Champions.

4 dari 10 halaman

7. Kane Olise Diaz

Trio Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz tampil tajam bersama Bayern Munchen pada musim 2025-26. Meski Bundesliga memiliki jumlah pertandingan lebih sedikit dibanding La Liga, mereka tetap mampu bersaing dengan trio-trio elite dari Spanyol.

Harry Kane menjalani musim terbaik dalam kariernya dengan torehan 54 gol setelah mencetak penalti ke gawang Paris Saint-Germain. Catatan tersebut menjadi bukti konsistensi ketajamannya di lini depan Bayern.

Luis Diaz menyumbang 26 gol, sementara Michael Olise menambahkan 20 gol sepanjang musim. Secara keseluruhan, Bayern Munchen mencatat salah satu musim paling produktif dalam sejarah sepak bola Eropa.

5 dari 10 halaman

6. Messi Eto’o Henry

Trio Lionel Messi, Samuel Eto'o, dan Thierry Henry menjadi lini serang pertama di abad ke-21 yang menembus 100 gol di lima liga top Eropa bersama Barcelona. Pencapaian tersebut diraih hanya dalam 123 penampilan gabungan pada musim 2008-09.

Di musim perdana Pep Guardiola, Lionel Messi mencetak 38 gol sebagai catatan terbaiknya saat itu. Samuel Eto’o menyumbang 36 gol, sementara Thierry Henry menambahkan 26 gol untuk Barcelona.

Selain trio utama, Xavi Hernandez dan Bojan Krkic masing-masing turut mencetak 10 gol. Kombinasi tersebut membawa Barcelona meraih treble pada musim yang sangat dominan itu.

6 dari 10 halaman

5. Messi Fabregas Sanchez

Trio Lionel Messi, Cesc Fabregas, dan Alexis Sanchez menjadi bagian dari skuat ofensif fleksibel Barcelona pada musim 2011-12. Dalam skema yang dinamis di bawah asuhan pelatih Pep Guardiola, peran mereka kerap berganti di lini serang.

Cesc Fabregas dan Alexis Sanchez sama-sama mencatatkan 15 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak kedua tim setelah Messi. Lionel Messi sendiri tampil luar biasa dengan torehan 73 gol di semua kompetisi.

Dari jumlah tersebut, 50 gol dicetak Messi di La Liga yang membuatnya meraih Trofi Pichichi. Meski begitu, gelar liga musim itu justru direbut oleh Real Madrid.

7 dari 10 halaman

4. Messi Suarez Neymar

Trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar kembali menjadi andalan lini serang Barcelona pada musim 2016-17. Pada musim tersebut, mereka mencatatkan total 110 gol sebelum akhirnya Neymar hengkang ke Paris Saint-Germain.

Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak dengan 54 gol, disusul Luis Suarez yang mengemas 37 gol. Neymar menambahkan 20 gol sebelum perjalanannya di Barcelona berakhir.

Meski produktif, Barcelona hanya mampu finis di posisi kedua La Liga pada musim itu. Mereka juga terhenti di perempat final Liga Champions, sehingga gagal meraih trofi besar di musim terakhir MSN bersama.

8 dari 10 halaman

3. Ronaldo Benzema Higuain

Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gonzalo Higuain pernah membentuk lini serang tajam di Real Madrid. Kombinasi mereka mencapai puncak performa pada musim 2011-12 dengan total 118 gol di semua kompetisi.

Musim tersebut menjadi momen bersejarah karena Real Madrid mencatat rekor sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim La Liga. Cristiano Ronaldo memimpin dengan 59 gol, sementara Benzema menyumbang 31 gol dan Higuaín mencetak 26 gol.

Ketiganya tampil sangat efektif dalam sistem serangan cepat yang diterapkan tim. Kolaborasi mereka menjadi salah satu fondasi dominasi Real Madrid di kompetisi domestik pada periode tersebut.

9 dari 10 halaman

2. Messi Suarez Neymar

Trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar mulai menunjukkan kekuatan mereka di Barcelona pada musim 2014-15. Mereka mencatatkan total 122 gol saat berhasil meraih treble winner.

Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak dengan 58 gol, sementara Neymar mencatat rekor pribadi terbaiknya di Barcelona dengan 39 gol. Luis Suárez menambah 25 gol pada musim debutnya bersama klub Catalan tersebut.

Selain trio MSN, hanya Pedro Rodriguez yang mampu mencapai dua digit gol pada musim itu. Menariknya, Barcelona justru kalah produktivitas gol di La Liga dari Real Madrid secara keseluruhan.

10 dari 10 halaman

1. Messi Suarez Neymar

Trio Luis Suarez, Lionel Messi, dan Neymar mencapai puncak kejayaan mereka pada musim 2015-16 bersama Barcelona. Pada periode tersebut, mereka berhasil melampaui catatan musim sebelumnya dengan total 131 gol gabungan yang belum tertandingi hingga saat ini.

Luis Suarez menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 59 gol, diikuti Lionel Messi dengan 41 gol dan Neymar dengan 31 gol. Kontribusi besar ketiganya membantu Barcelona mempertahankan gelar La Liga dan Copa del Rey pada musim tersebut.

Catatan mereka bahkan berpotensi lebih tinggi jika tidak tersingkir di perempat final Liga Champions. Kegagalan itu membuat mereka kehilangan kesempatan tambahan dua hingga tiga pertandingan untuk menambah jumlah gol.

Sumber: Planet Football

LATEST UPDATE