30 Tahun Lalu, Arsenal Pernah Takluk di Indonesia
Editor Bolanet | 2 Mei 2013 10:22
- Arsenal berencana mengunjungi Indonesia pada laga pra musim bulan Juli mendatang. Ini adalah kunjungan kedua Arsenal ke tanah air, setelah kunjungan pertama mereka 30 tahun silam.
Kembali ke tahun 1983, saat itu Arsenal ditangani Terry Neill datang ke Indonesia untuk melakoni 3 pertandingan persahabatan.
Dikutip dari situs resmi klub, pertandingan pertama Arsenal bertempat di Medan dan berhasil mengalahkan klub lokal, VSP dengan skor 3-0. Kemudian The Gunners beranjak ke Jakarta untuk menghadapi VSPSSI yang berakhir dengan kemenangan 5-0 untuk klub asal Inggris itu.
Di pertandingan ketiga, terjadi kejutan, Arsenal dipaksa menyerah dari NIAC Mitra di Surabaya dengan skor 0-2. Digelar di stadion 10 November, Fandi Ahmad dan Joko Malis kala itu sukses menjebol gawang Arsenal yang turun dengan kekuatan terbaiknya.
Saat itu Arsenal memainkan pemain bintangnya O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix. Namun 3 laga dalam rentang waktu 6 hari diperkirakan menguras tenaga pemain Arsenal hingga berujung dengan kekalahan di laga terakhir.
Kini setelah 30 tahun berselang, banyak yang berubah ketika Arsenal akan datang untuk kedua kalinya ke Indonesia. NIAC Mitra kini berubah menjadi Mitra Kukar dan home base berpindah ke Kutai Kertanegara. Sementara Fandi Ahmad kini menjadi pelatih di sekolah sepakbola milik Arsenal di Indonesia. (ars/mac)
Kembali ke tahun 1983, saat itu Arsenal ditangani Terry Neill datang ke Indonesia untuk melakoni 3 pertandingan persahabatan.
Dikutip dari situs resmi klub, pertandingan pertama Arsenal bertempat di Medan dan berhasil mengalahkan klub lokal, VSP dengan skor 3-0. Kemudian The Gunners beranjak ke Jakarta untuk menghadapi VSPSSI yang berakhir dengan kemenangan 5-0 untuk klub asal Inggris itu.
Di pertandingan ketiga, terjadi kejutan, Arsenal dipaksa menyerah dari NIAC Mitra di Surabaya dengan skor 0-2. Digelar di stadion 10 November, Fandi Ahmad dan Joko Malis kala itu sukses menjebol gawang Arsenal yang turun dengan kekuatan terbaiknya.
Saat itu Arsenal memainkan pemain bintangnya O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix. Namun 3 laga dalam rentang waktu 6 hari diperkirakan menguras tenaga pemain Arsenal hingga berujung dengan kekalahan di laga terakhir.
Kini setelah 30 tahun berselang, banyak yang berubah ketika Arsenal akan datang untuk kedua kalinya ke Indonesia. NIAC Mitra kini berubah menjadi Mitra Kukar dan home base berpindah ke Kutai Kertanegara. Sementara Fandi Ahmad kini menjadi pelatih di sekolah sepakbola milik Arsenal di Indonesia. (ars/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











