Ada Praktik Culas, Tondo: Ini Sebabnya Tak Perlu Mendewakan FIFA
Editor Bolanet | 27 Mei 2015 19:50
- Penangkapan sejumlah pejabat FIFA oleh Kepolisian Swiss merupakan bukti induk organisasi sepakbola dunia ini tak sesuci yang dianggap banyak orang. Hal ini diungkapkan mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo.
Karenanya, tak perlu kita mendewa-dewakan FIFA, ujar Tondo, pada Bola.net.
Buktinya, banyak juga penyelewengan dan kejahatan terorganisir yang terjadi di sana, sambung pria yang pada tahun 2000 pernah menimba ilmu di markas FIFA di Swiss ini.
Sebelumnya, Rabu (27/05) pagi waktu Swiss, Kepolisian Wilayah Zurich menggerebek Baur au Lac, sebuah hotel bintang lima di Zurich. Pada penggerebekan itu, mereka menangkap enam orang pengurus FIFA, yang sampai saat ini belum disebutkan identitasnya.
Enam orang ini dituduh telah menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan tindak kejahatan pencucian uang dan serangkaian tindak kejahatan terorganisir lainnya. Mereka akan diekstradisi ke Amerika dan akan diadili di sana.
Sejauh ini, belum diketahui siapa saja petinggi FIFA yang ditangkap dalam operasi ini. Namun, menurut BBC, Presiden FIFA Sepp Blatter tak nampak di antara yang ditangkap itu.
Sementara itu, Tondo tak menutup kemungkinan adanya hubungan antara adanya praktik culas dalam tubuh FIFA dengan sulitnya membenahi sepakbola Indonesia.
Yang jelas, kalau ingin sepakbola Indonesia berubah, Sepp Blatter, Jerome Valcke dan Thierry Regenass harus diganti. Pasalnya tiga orang ini, punya jaringan komunikasi yang erat dengan orang-orang lama di sepakbola Indonesia, tandasnya (den/dzi)
Karenanya, tak perlu kita mendewa-dewakan FIFA, ujar Tondo, pada Bola.net.
Buktinya, banyak juga penyelewengan dan kejahatan terorganisir yang terjadi di sana, sambung pria yang pada tahun 2000 pernah menimba ilmu di markas FIFA di Swiss ini.
Sebelumnya, Rabu (27/05) pagi waktu Swiss, Kepolisian Wilayah Zurich menggerebek Baur au Lac, sebuah hotel bintang lima di Zurich. Pada penggerebekan itu, mereka menangkap enam orang pengurus FIFA, yang sampai saat ini belum disebutkan identitasnya.
Enam orang ini dituduh telah menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan tindak kejahatan pencucian uang dan serangkaian tindak kejahatan terorganisir lainnya. Mereka akan diekstradisi ke Amerika dan akan diadili di sana.
Sejauh ini, belum diketahui siapa saja petinggi FIFA yang ditangkap dalam operasi ini. Namun, menurut BBC, Presiden FIFA Sepp Blatter tak nampak di antara yang ditangkap itu.
Sementara itu, Tondo tak menutup kemungkinan adanya hubungan antara adanya praktik culas dalam tubuh FIFA dengan sulitnya membenahi sepakbola Indonesia.
Yang jelas, kalau ingin sepakbola Indonesia berubah, Sepp Blatter, Jerome Valcke dan Thierry Regenass harus diganti. Pasalnya tiga orang ini, punya jaringan komunikasi yang erat dengan orang-orang lama di sepakbola Indonesia, tandasnya (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20














