AFC Segera Licensing Klub-Klub Indonesia
Editor Bolanet | 2 Oktober 2012 09:01
- Klub-klub peserta liga utama di Indonesia kini harus siap-siap berbenah. Sebelum musim 2013 dimulai, AFC akan melakukan penilaian guna memberikan lisensi pada sebuah klub untuk layak tampil atau tidak di liga masing-masing, terutama untuk liga level Asia.
CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Widjajanto mengungkapkan bahwa Juli lalu, AFC mengundang 46 negara anggotanya dalam pertemuan Pro League Committee. Saya dan Pak Djohar (Arifin) hadir dan Indonesia ditegur di sana, ungkapnya pada .
Dikatakannya, kala itu federasi tertinggi sepak bola se-Asia ini menilai Indonesia kurang optimal dalam memberi uji kelayakan pada klub-klub peserta liganya. Indonesia memang sudah ada ikhtiar sejak 2008, tapi ikhtiar ini kurang optimal. Nah 2013 ini batasan terakhir AFC pada Indonesia, ucap Widja.
Pria kelahiran Surabaya 42 tahun lalu tersebut membeberkan dalam pertemuan itu juga disebutkan kalau AFC akan menyusun adjusment dan regulasi baru. Pada minggu ketiga Oktober ini, AFC rencananya akan mempresentasikan mekanisme penilaian sebuah klub untuk mendapatkan lisensinya.
Scoring ini minimal nilainya 600. Saya takut Indonesia belum bisa pada angka itu kalau kita hanya ramai membahas kepindahan klub ke sana-sini. Sementara klub itu lupa memenuhi aspek licensing-nya. Boro-boro tampil di Asia, di domestik saja bisa-bisa mereka dicoret, ungkap Widja.
Lalu, aspek apa sajakah yang akan dinilai AFC untuk memberi scoring dan licensing pada sebuah klub? Secara umum ada lima kriteria. Legal yaitu bentuknya PT, finansial, infrastruktur, youth development, dan organisasi. Masing-masing ini masih ada turunannya, tandasnya. (fjr/mac)
CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Widjajanto mengungkapkan bahwa Juli lalu, AFC mengundang 46 negara anggotanya dalam pertemuan Pro League Committee. Saya dan Pak Djohar (Arifin) hadir dan Indonesia ditegur di sana, ungkapnya pada .
Dikatakannya, kala itu federasi tertinggi sepak bola se-Asia ini menilai Indonesia kurang optimal dalam memberi uji kelayakan pada klub-klub peserta liganya. Indonesia memang sudah ada ikhtiar sejak 2008, tapi ikhtiar ini kurang optimal. Nah 2013 ini batasan terakhir AFC pada Indonesia, ucap Widja.
Pria kelahiran Surabaya 42 tahun lalu tersebut membeberkan dalam pertemuan itu juga disebutkan kalau AFC akan menyusun adjusment dan regulasi baru. Pada minggu ketiga Oktober ini, AFC rencananya akan mempresentasikan mekanisme penilaian sebuah klub untuk mendapatkan lisensinya.
Scoring ini minimal nilainya 600. Saya takut Indonesia belum bisa pada angka itu kalau kita hanya ramai membahas kepindahan klub ke sana-sini. Sementara klub itu lupa memenuhi aspek licensing-nya. Boro-boro tampil di Asia, di domestik saja bisa-bisa mereka dicoret, ungkap Widja.
Lalu, aspek apa sajakah yang akan dinilai AFC untuk memberi scoring dan licensing pada sebuah klub? Secara umum ada lima kriteria. Legal yaitu bentuknya PT, finansial, infrastruktur, youth development, dan organisasi. Masing-masing ini masih ada turunannya, tandasnya. (fjr/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Liga 1 2023/2024 Pakai Format Championship Series?
Bola Indonesia 2 Juni 2023, 10:55
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia vs Oman: Audero Jago, Romeny Sakti
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
-
FIFA Matchday: Indonesia Bantai Oman, Thailand Gagal Kalahkan Kuwait
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














