Aji Santoso Harap Kuota Striker Asing Dibatasi
Editor Bolanet | 2 Agustus 2012 15:10
- Minimnya striker Timnas Indonesia membuat Aji Santoso gundah. Pelatih Timnas U-23 itu berharap penggunaan striker asing di kompetisi musim depan mulai dibatasi.
Di tubuh Timnas U-23 saat ini hanya Agung Supriyanto yang merupakan striker murni. Hal itu karena Aji merasa kesulitan untuk mencari penyerang muda. Ke depan ini harus dikaji ulang. Kuota untuk striker asing harus dikurangi, harap Aji Santoso pada , Kamis (02/8).
Memang, hampir sebagian besar klub-klub di Indonesia saat ini menggunakan duet asing di lini depan mereka. Seperti Hilton Moriera-Keith Jerome Kayamba Gumbs di Sriwijaya FC, di Persiba Balikpapan ada Kenji Adachihara-Aldo Barreto, Noh Alam Shah-Marcio Souza di Persib Bandung dan lain-lain.
Aji Santoso beranggapan duet asing dalam sebuah klub seperti itu sangat berimbas kepada Timnas. Striker-striker muda Indonesia sedikit yang muncul karena memang kalah bersaing di level klub. Dihilangkan sih tidak, tapi hanya dikurangi. Mungkin, maksimal satu striker asing, ujarnya.
Pelatih asal Malang ini membantah kalau ia alergi dengan striker asing. Menurutnya ini bisa menjadi masukan untuk Joint Committee yang tengah menggodok penyatuan dua liga musim depan. Ini sekedar harapan. Toh striker asing juga bisa membantu pemain-pemain muda kita untuk berkembang, tambah Aji. (fjr/end)
Di tubuh Timnas U-23 saat ini hanya Agung Supriyanto yang merupakan striker murni. Hal itu karena Aji merasa kesulitan untuk mencari penyerang muda. Ke depan ini harus dikaji ulang. Kuota untuk striker asing harus dikurangi, harap Aji Santoso pada , Kamis (02/8).
Memang, hampir sebagian besar klub-klub di Indonesia saat ini menggunakan duet asing di lini depan mereka. Seperti Hilton Moriera-Keith Jerome Kayamba Gumbs di Sriwijaya FC, di Persiba Balikpapan ada Kenji Adachihara-Aldo Barreto, Noh Alam Shah-Marcio Souza di Persib Bandung dan lain-lain.
Aji Santoso beranggapan duet asing dalam sebuah klub seperti itu sangat berimbas kepada Timnas. Striker-striker muda Indonesia sedikit yang muncul karena memang kalah bersaing di level klub. Dihilangkan sih tidak, tapi hanya dikurangi. Mungkin, maksimal satu striker asing, ujarnya.
Pelatih asal Malang ini membantah kalau ia alergi dengan striker asing. Menurutnya ini bisa menjadi masukan untuk Joint Committee yang tengah menggodok penyatuan dua liga musim depan. Ini sekedar harapan. Toh striker asing juga bisa membantu pemain-pemain muda kita untuk berkembang, tambah Aji. (fjr/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hadapi Persikabo 1973, Arema FC Tak Gentar Rekor Apik Aji Santoso
Bola Indonesia 29 Februari 2024, 21:47
-
Hadapi Madura United, Aji Santoso Harap Persikabo 1973 Lebih Ganas Manfaatkan Peluang
Bola Indonesia 26 Februari 2024, 06:34
LATEST UPDATE
-
Prediksi Portugal vs Chili 7 Juni 2026
Piala Dunia 5 Juni 2026, 13:09
-
Prediksi Belgia vs Tunisia 6 Juni 2026
Piala Dunia 5 Juni 2026, 12:49
-
Jalan Buntu MU untuk Dapatkan Mateus Fernandes
Liga Inggris 5 Juni 2026, 12:08
-
Newcastle Ogah Jual Lewis Hall ke MU, Tapi....
Liga Inggris 5 Juni 2026, 11:45
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












