Alasan Tak Terduga Dedi Kusnandar Dua Kali Tolak Pinangan Persib Bandung
Afdholud Dzikry | 2 April 2026 16:00
Bola.net - Dedi Kusnandar kini dikenal sebagai nyawa lini tengah Persib Bandung. Namun, tak banyak yang tahu bahwa gelandang asal Sumedang ini sempat dua kali menolak tawaran untuk pulang ke rumah saat usianya masih sangat muda.
Keputusan itu diambil bukan karena ia tidak cinta pada klub masa kecilnya. Justru karena rasa hormatnya yang tinggi, Dado merasa belum cukup matang untuk memikul beban besar di tim Pangeran Biru saat itu.
Ia mengawali langkah di SSB UNI Bandung sebelum akhirnya masuk ke tim Persib U-21. Namun, jalur profesionalnya justru dimulai jauh dari Bandung, tepatnya saat ia membela Pelita Jaya di awal kariernya.
Perjalanan ini memaksa Dado menempuh jalan berputar. Ia harus merantau ke beberapa klub besar di Indonesia sebelum benar-benar siap mengenakan jersei kebanggaan bobotoh pada 2015 silam.
Saran Senior dan Tolakan Halus pada 2012
Kesempatan pertama datang pada tahun 2012. Saat itu, Djadjang Nurdjaman yang baru ditunjuk menjadi nakhoda Persib langsung menghubungi Dado yang masih berada di Pelita Jaya U-21.
Alih-alih langsung menerima, Dado memilih bersikap realistis. Ia sadar, bersaing di lini tengah Maung Bandung yang dihuni pemain sekaliber Firman Utina dan Eka Ramdani bukanlah perkara mudah bagi pemain hijau.
"Saya pun akhirnya berdiskusi dengan pemain-pemain senior. Karena, saya sudah mulai kenal dengan Eka Ramdani dan Firman Utina. Saya meminta masukan mereka, sebagai pemain junior yang masih berjuang mendapatkan menit bermain," kata Dado dikutip dari kanal YouTube Sport 77.
Ia akhirnya memilih untuk bertahan di Pelita Jaya yang kemudian melakukan merger menjadi Arema Cronus. Dado menegaskan bahwa bergabung dengan klub sebesar Persib membutuhkan kesiapan mental yang luar biasa, bukan sekadar kemampuan teknis di lapangan.
"Siapa sih yang tidak bangga bisa bergabung dengan Persib. Namun, akhirnya saya harus menolak secara halus. Sebab, bermain di Persib tidak hanya butuh skill, tetapi juga harus kuat menghadapi tekanan," imbuhnya.
Pilihan Berat demi Sosok Rahmad Darmawan
Tawaran kedua datang menjelang musim 2014. Djadjang Nurdjaman kembali mencoba merayu Dado agar mau pulang ke Bandung bareng kiper muda, Muhammad Natshir, yang saat itu juga sedang di Malang.
Dado sebenarnya sudah hampir setuju untuk bergabung saat itu. Namun, sebuah telepon pada malam hari mengubah segalanya dan membuatnya harus kembali menunda mimpinya membela Maung Bandung.
"Saat siang saya sudah deal secara lisan dengan Persib, malamnya saya dapat telepon dari Persebaya. Coach Rahmad bilang kalau dia mau bergabung ke Persebaya dan bertanya apakah saya mau ikut. Akhirnya saya kembali batal lagi gabung Persib pada tawaran kedua," kenang Dado.
Ia merasa di usia 22 tahun, dirinya masih butuh lebih banyak menit bermain reguler. Baginya, datang ke Persib dalam kondisi belum siap hanya akan membuatnya menjadi penghangat bangku cadangan.
"Padahal Deden sudah oke, sedangkan saya masih belum gabung ke Persib. Pada saat itu, alasan saya masih sama, mencari jam terbang, karena usia baru 22 tahun. Saya merasa belum siap gabung dengan Persib," sambung pemain yang akrab disapa Dado tersebut.
Gagal Juara ISL 2014, Tapi Jadi Kapten Timnas
Keputusan menolak tawaran kedua ini memang terasa pahit karena di tahun yang sama, Persib akhirnya memutus puasa gelar dengan menjuarai ISL 2014. Dado hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya mengangkat trofi dari kejauhan.
Namun, pengorbanan itu terbayar di level internasional. Berkat menit bermain yang konsisten di klub, Dado menjadi andalan di Timnas Indonesia U-23, bahkan sempat merasakan atmosfer TC di Eropa.
"Setelah saya menolak, Persib akhirnya meraih gelar juara pada 2014. Tapi, di 2014, saya bisa masuk Timnas U-23 untuk Asian Games asuhan Aji Santoso. Kami bermain di Incheon, Korea Selatan," ungkapnya.
Di bawah asuhan Aji Santoso, Dado bahkan dipercaya mengemban ban kapten. Ia sempat menjajal kekuatan klub-klub elite Serie A seperti AS Roma, Lazio, hingga Cagliari dalam rangkaian uji coba di Italia.
Penantian panjang itu akhirnya berakhir di pengujung 2015 ketika ia resmi berseragam Persib. Kesabarannya berbuah manis karena ia akhirnya bisa berkontribusi nyata, termasuk merasakan dua gelar juara pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Disadur dari: Bola.com (Radifa A/Wiwig P, 2 April 2026)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Klok Bawa Aura Positif ke Sesi Latihan Persib
Bola Indonesia 13 Agustus 2026, 22:12
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Community Shield 2026: Arsenal vs Manchester City, 16 Agustus 2026
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 20:27
-
Manchester United Siap Lepas Joshua Zirkzee ke Juventus?
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 20:14
-
Como Tahan Imbang Liverpool di Laga Uji Coba Pertama
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 19:08
-
Mantap! BRI Bakal Terbangkan MVP Youth Champions League 2026 ke Barcelona
Bola Indonesia 16 Agustus 2026, 18:18
-
Mantap! BRI Bakal Terbangkan MVP Youth Champions League 2026 ke Barcelona
Bola Indonesia 16 Agustus 2026, 18:18
-
3 Pemain MU Menolak Menyapa Ruben Amorim Saat Lawan AC Milan, Siapa Saja?
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 17:30
-
Chelsea Bekuk Real Sociedad, Xabi Alonso Full Senyum!
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 17:00
-
Nomor Punggung Marcus Rashford di MU: Jadinya 14 atau 9?
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 16:30
-
Kalah dari AC Milan, Michael Carrick Optimistis MU Siap Hadapi Hull City
Liga Inggris 16 Agustus 2026, 15:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





