APPI Siap Jadi Penengah PSSI-KPSI
Editor Bolanet | 11 Juni 2012 10:05
- Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) siap menjadi penengah antara PSSI dan KPSI yang sudah mulai ada titik temu dengan adanya kesepakatan kedua belah pihak di Malaysia beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua APPI, Bambang Pamungkas mengatakan, pihaknya akan memberikan masukan kepada kedua belah pihak baik PSSI maupun KPSI, sehingga persoalan persepakbolaan nasional cepat dituntaskan.
Dalam Minggu ini kami akan bertemu ke dua belah pihak untuk berdialog, sekaligus memberikan pernyataan sikap, ujar pemain yang akrab disapa Bepe ini.
Menurutnya, pemain merupakan elemen terpenting dari kemajuan persepakbolaan suatu negara, sehingga aspirasi dan harapan para pemain tersebut perlu mendapatkan wadah dan pertimbangan dari suatu organisasi sepak bola.
Salah satu yang kami rasakan sebagai imbas dari kisruh sepak bola ini adalah persoalan finansial klub, dan ujungnya ada pemain yang belum digaji selama tujuh bulan, tentu hal seperti harus kami perjuangkan, jelasnya.
Dia menyebutkan aksi solidaritas para pemain terhadap persoalan finansial klub tersebut, telah dilakukan oleh para pemain pada setiap laga baik Indonesian Premier League (IPL) maupun Indonesia Super League (ISL).
Setiap kick off pertandingan ada pemain yang tetap duduk berdoa, sementara pemain tim lain memainkan bola namun mereka tidak melakukan penyerangan dan tetap bertahan hingga doa selesai, urainya.
Menurut Bepe, filosofi dari kejadian tersebut tim yang duduk merupakan tim yang lagi berduka karena persoalan gaji, sedangkan tim yang memainkan bola adalah tim yang lebih beruntung di klubnya.
Kami sudah memulai aksi ini sejak 3 Juni 2012, baik pertandingan ISL maupun IPL, tandasnya. (ant/end)
Wakil Ketua APPI, Bambang Pamungkas mengatakan, pihaknya akan memberikan masukan kepada kedua belah pihak baik PSSI maupun KPSI, sehingga persoalan persepakbolaan nasional cepat dituntaskan.
Dalam Minggu ini kami akan bertemu ke dua belah pihak untuk berdialog, sekaligus memberikan pernyataan sikap, ujar pemain yang akrab disapa Bepe ini.
Menurutnya, pemain merupakan elemen terpenting dari kemajuan persepakbolaan suatu negara, sehingga aspirasi dan harapan para pemain tersebut perlu mendapatkan wadah dan pertimbangan dari suatu organisasi sepak bola.
Salah satu yang kami rasakan sebagai imbas dari kisruh sepak bola ini adalah persoalan finansial klub, dan ujungnya ada pemain yang belum digaji selama tujuh bulan, tentu hal seperti harus kami perjuangkan, jelasnya.
Dia menyebutkan aksi solidaritas para pemain terhadap persoalan finansial klub tersebut, telah dilakukan oleh para pemain pada setiap laga baik Indonesian Premier League (IPL) maupun Indonesia Super League (ISL).
Setiap kick off pertandingan ada pemain yang tetap duduk berdoa, sementara pemain tim lain memainkan bola namun mereka tidak melakukan penyerangan dan tetap bertahan hingga doa selesai, urainya.
Menurut Bepe, filosofi dari kejadian tersebut tim yang duduk merupakan tim yang lagi berduka karena persoalan gaji, sedangkan tim yang memainkan bola adalah tim yang lebih beruntung di klubnya.
Kami sudah memulai aksi ini sejak 3 Juni 2012, baik pertandingan ISL maupun IPL, tandasnya. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Australia: Folarin Balogun
Piala Dunia 20 Juni 2026, 04:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28


















