Arema FC Enggan Tanggapi Diabaikannya Regulasi Pemain Asing
Aga Deta | 5 Agustus 2017 22:11
Bola.net - - Arema FC tak mau berkomentar banyak ihwal kembali diabaikannya regulasi pemain asing pada bursa transfer paruh musim ini. Klub berlogo singa mengepal tersebut mempersilahkan publik menanggapi sendiri kebijakan PSSI ini.
Biar masyarakat bola saja sendiri yang menilai hal ini, ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net.
Namun, Ruddy berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tak lepas tangan begitu saja terkait adanya konsekuensi keputusan mereka tersebut. Ia meminta dua lembaga tersebut bersedia membantu klarifikasi jika ada tuntutan yang datang sebagai dampak 'perubahan' regulasi.
Jika ada tuntutan dari Brent Griffiths, Arema memohon pada PSSI dan PT LIB membantu dan menceritakan kejadian sebenarnya, tutur Ruddy.
Toh, selama ini, Arema hanya mengikuti regulasi yang ada, pria berusia 45 tahun tersebut menambahkan.
Sebelumnya, PT LIB, selaku operator kompetisi, memastikan tetap tidak akan menerapkan Pasal 36 Regulasi pada putaran kedua Liga 1. Aturan itu sendiri sebelumnya dicabut sebelum kompetisi putaran pertama dimulai pada bulan April lalu.
Pasal 36 mengatur mengenai strata dan verifikasi pemain asing. Di dalam pasal tersebut, ada 10 ayat yang mengatur terkait dengan strata pemain asing yang baru pertama kali bermain di Indonesia. Di antara aturan-aturan tersebut, ada regulasi terkait kasta klub asal pemain, apakah pernah bermain di tim nasional hingga jumlah caps di timnas.
Di putaran kedua ini, dengan melihat kondisi yang ada, PSSI mengambil kebijakan bahwa regulasi tentang pemain asing tidak diimplementasikan dulu. Jadi sebenarnya regulasi tetep ada, tidak ada yang berubah, itu kebijakannya PSSI, papar CEO PT LIB, Risha Adi Wijaya.
Arema sendiri merupakan korban nyata dari berubah-ubahnya keputusan terkait regulasi ini. Mereka sebelumnya harus memulangkan Brent Griffiths, salah satu kandidat pemain asing mereka. Pasalnya, Brent tak lolos persyaratan yang sudah diatur dalam regulasi. Ia tak bisa memenuhi syarat berasal dari klub kasta tertinggi bagi pemain asal Australia. Pemain berusia 27 tahun ini juga tak memiliki caps di timnas.
Akibatnya, Arema harus menanggung sejumlah kerugian materi, terutama untuk pengurusan dokumen pemain asal Australia ini. Bahkan, mereka pun sempat dikabarkan harus menghadapi protes dan kemungkinan gugatan dari pihak Brent.
Selain itu, Arema juga harus mengeluarkan uang lagi akibat pembatalan Brent. Kali ini, mereka harus membayar biaya untuk mendatangkan Ahmet Atayew dari Turkmenistan. Selain itu, mereka juga harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk mengurus dokumen-dokumen keimigrasiannya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming BRI Super League: PSBS Biak vs Arema
Bola Indonesia 15 Mei 2026, 16:06
-
Prediksi BRI Super League: PSBS vs Arema FC 15 Mei 2026
Bola Indonesia 14 Mei 2026, 11:46
LATEST UPDATE
-
Di Mana Tempat Menonton PSG vs Arsenal?
Liga Champions 30 Mei 2026, 21:14
-
Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
Otomotif 30 Mei 2026, 21:14
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 30 Mei 2026, 20:39
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 30 Mei 2026, 20:39
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Sprint Race Seri Italia di Mugello
Otomotif 30 Mei 2026, 20:38
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 30 Mei 2026, 19:40
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04












