Arema FC Tanggapi Positif Kembalinya Format Liga 1
Ari Prayoga | 21 Juni 2024 14:37
Bola.net - Manajemen Arema FC buka suara ihwal kembalinya format kompetisi pada BRI Liga 1 2024/2025. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku mendukung keputusan yang telah diambil oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut.
"Terkait format kompetisi. Arema FC mendukung penuh jika memang sudah menjadi keputusan untuk kembali ke format sebelumnya," ucap General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi, dalam rilis yang didapat Redaksi Bola.net, Jumat (21/06).
Menurut Inal, sapaan karib Yusrinal, ada dampak positif jika kompetisi kembali ke format semula, tanpa ada championship series seperti pada musim 2023/2024. Ia menyebut, kompetisi akan menjadi lebih menarik dan kompetitif.
"Jika boleh membandingkan, tentu saja nantinya mungkin akan lebih kompetitif," tambahnya.
Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru, sebagai operator kompetisi Liga 1, memastikan bahwa akan ada perubahan format dalam kompetisi BRI Liga 1 2024/2025. Dalam kompetisi musim depan tak ada lagi championship series, seperti yang digunakan dalam BRI Liga 1 2023/2024.
Championship series yang digunakan dalam BRI Liga 1 2023/2024 adalah mengambil empat tim teratas dalam seri reguler. Kemudian keempat tim tersebut dipertemukan. Tim peringkat pertama bertemu dengan tim peringkat keempat. Tim runner-up bersua dengan tim posisi tiga. Babak semifinal tersebut digelar dalam dua leg. Kemudian, pemenang kedua laga ini bakal bertemu dalam partai final, yang juga dihelat dalam dua leg.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Demi Timnas

Sementara itu, Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, membeber alasan di balik kembalinya format kompetisi Liga 1. Hal ini, sambungnya, tak lepas dari kepentingan Timnas Indonesia.
"Sudah tidak ada Championship Series, langsung kompetisi full. Sebenarnya bukan tidak baik, ini banyak slot kebutuhan Timnas Indonesia yang harus dipenuhi," ujar Ferry Paulus, Kamis (20/06).
Menurut Ferry, salah satu agenda timnas yang harus disinkronkan adalah kewajiban kompetisi yang harus berhenti empat hari sebelum periode FIFA Matchday.
"Kaitan dengan empat hari sebelum FIFA Matchday ada libur. Padahal, di banyak negara, kompetisi berhenti saat FIFA Matchday. Ini kami memberikan ruang kepada Timnas Indonesia untuk bisa memanfaatkan pemusatan latihan yang sifatnya dibutuhkan," tuturnya.
"Supaya tidak lagi ada penyetopan kompetisi di tengah jalan, kami sudah bikin roadmap hingga 2027," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
LATEST UPDATE
-
Loh! Manchester United Putuskan Batal Rekrut Ederson!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:20
-
Man of the Match Spanyol vs Belgia: Lamine Yamal
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:05
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













