ASIOP Lawan Villa 2000, Pembuka Liga Apacinti Top Skor U-15
Editor Bolanet | 9 Januari 2013 20:45
- Duel antara ASIOP-Apacinti (Jakarta) melawan Villa 2000 (Tangerang Selatan) dipastikan menjadi laga pembuka Liga Apacinti Top Skor U-15, di Lapangan A Senayan, Jakarta, Minggu (13/1).
Bahkan fase screening kontestan Liga Apacinti Top Skor U-15 telah berjalan mulus. Sebanyak 200 pemain dari delapan tim peserta, yakni Uni Bandung, Jakarta Football Academy, Villa 2000, ASIOP, Tunas Patriot, Pelita Jaya, Benteng Muda dan Pesigawa, dinyatakan lulus uji pemeriksaan oleh panitia. Pertemuan teknik juga sudah dilakukan untuk memastikan persiapan digelarnya kompetisi usia muda tersebut.
Kini, masing-masing tim kontestan menyatakan siap beraksi dan bersaing memperebutkan tempat terbaik. Panasnya persaingan di antara para peserta juga mulai terasa. Maklum, delapan tim yang hadir merupakan perwakilan dari Sekolah Sepak Bola (SSB) ternama di Jabodetabek dan Bandung, ujar Ketua Panitia Liga Apacinti Top Skor U-15, Yeyen Tumena.
Dilanjutkannya, pihak panitia juga berencana menggelar Piala Apacinti Top Skor di akhir musim. Hanya saja, Yeyen belum mau membeberkan seperti apa detail format turnamen pasca kompetisi tersebut.
Ini masih dalam penggodokan sehingga belum bisa kami jelaskan soal format dan tim mana saja pesertanya nanti, sambungnya.
Lebih jauh dikatakannya, Liga Apacinti TopSkor U-15 akan menggunakan format kompetisi penuh. Artinya, setiap tim akan saling bertemu dua kali dengan status kandang dan tandang di Lapangan A Senayan, Jakarta, setiap dua pekan sekali. Sedangkan status tim jawara, ditentukan berdasarkan raihan poin tertingi di kompetisi.
Kami berharap, banyak muncul bibit muda yang bisa diterjunkan dalam U-15 AFF pada September 2013. Lalu, kualifikasi U-16 pada bulan Oktober, terang Yeyen.
Kick off dimulai 13 Januari dan akan berakhir pada 14 Juni 2013. Durasi pertandingan, mengacu pada standar FIFA dan AFC untuk usia muda yakni 2x35 menit. Kami menyesuaikan jadwal pertandingan dengan waktu sekolah para peserta. Karena itu, pertandingan hanya digelar setiap dua pekan atau setiap Sabtu, imbuhnya.
Dalam satu hari, akan ada empat pertandingan. Meski menggunakan format home and away, namun pertandingan tetap digelar di satu lapangan, yakni Lapangan A Senayan, notabene milik ASIOP Apacinti, sambungnya.
Sementara itu, Ade Prima Syarif Direktur ASIOP Apacinti menambahkan, menjamurnya SSB akan sia-sia tanpa pengelolaan kompetisi usia muda yang terarah dan berkesinambungan. Selain itu, gengsi kompetisi tersebut diharapkan mampu memicu motivasi anak didik di masing-masing SSB untuk mengembangkan potensi.
Kami berharap, para peserta mampu tampil sportif. Sebab, inilah wadah agar mereka mampu melangkah ke jenjang yang lebih tinggi hingga menjadi pesepakbola profesional dan kompeten, pungkasnya.
Sementara itu, pelatih ASIOP Apacinti Mahruzal Nasution, mengaku bahwa laga tersebut tidak akan berjalan mudah seperti yang dibayangkan.
Tidak ada tim yang diunggulkan dan lemah. Meski pesertanya hanya delapan, tapi peserta yang diundang merupakan akademi dan SSB terbaik di Jabodetabek dan Bandung, ujarnya.
Setali tiga uang dengan Mahruzal, pendiri sekaligus pemilik SSB Tunas Patriot, Maman Suryaman mengatakan, ketatnya persaingan kompetisi akan memberikan stimulus bagi para siswanya.
Ini akan membuat para anak didik kami termotivasi mengembangkan potensi. Dengan begitu, tercipta persaingan di dalam SSB kami untuk terpilih dalam skuad utama, ujar mantan pelatih Persiraja Banda Aceh dan Persija Jakarta tersebut. (esa/dzi)
Bahkan fase screening kontestan Liga Apacinti Top Skor U-15 telah berjalan mulus. Sebanyak 200 pemain dari delapan tim peserta, yakni Uni Bandung, Jakarta Football Academy, Villa 2000, ASIOP, Tunas Patriot, Pelita Jaya, Benteng Muda dan Pesigawa, dinyatakan lulus uji pemeriksaan oleh panitia. Pertemuan teknik juga sudah dilakukan untuk memastikan persiapan digelarnya kompetisi usia muda tersebut.
Kini, masing-masing tim kontestan menyatakan siap beraksi dan bersaing memperebutkan tempat terbaik. Panasnya persaingan di antara para peserta juga mulai terasa. Maklum, delapan tim yang hadir merupakan perwakilan dari Sekolah Sepak Bola (SSB) ternama di Jabodetabek dan Bandung, ujar Ketua Panitia Liga Apacinti Top Skor U-15, Yeyen Tumena.
Dilanjutkannya, pihak panitia juga berencana menggelar Piala Apacinti Top Skor di akhir musim. Hanya saja, Yeyen belum mau membeberkan seperti apa detail format turnamen pasca kompetisi tersebut.
Ini masih dalam penggodokan sehingga belum bisa kami jelaskan soal format dan tim mana saja pesertanya nanti, sambungnya.
Lebih jauh dikatakannya, Liga Apacinti TopSkor U-15 akan menggunakan format kompetisi penuh. Artinya, setiap tim akan saling bertemu dua kali dengan status kandang dan tandang di Lapangan A Senayan, Jakarta, setiap dua pekan sekali. Sedangkan status tim jawara, ditentukan berdasarkan raihan poin tertingi di kompetisi.
Kami berharap, banyak muncul bibit muda yang bisa diterjunkan dalam U-15 AFF pada September 2013. Lalu, kualifikasi U-16 pada bulan Oktober, terang Yeyen.
Kick off dimulai 13 Januari dan akan berakhir pada 14 Juni 2013. Durasi pertandingan, mengacu pada standar FIFA dan AFC untuk usia muda yakni 2x35 menit. Kami menyesuaikan jadwal pertandingan dengan waktu sekolah para peserta. Karena itu, pertandingan hanya digelar setiap dua pekan atau setiap Sabtu, imbuhnya.
Dalam satu hari, akan ada empat pertandingan. Meski menggunakan format home and away, namun pertandingan tetap digelar di satu lapangan, yakni Lapangan A Senayan, notabene milik ASIOP Apacinti, sambungnya.
Sementara itu, Ade Prima Syarif Direktur ASIOP Apacinti menambahkan, menjamurnya SSB akan sia-sia tanpa pengelolaan kompetisi usia muda yang terarah dan berkesinambungan. Selain itu, gengsi kompetisi tersebut diharapkan mampu memicu motivasi anak didik di masing-masing SSB untuk mengembangkan potensi.
Kami berharap, para peserta mampu tampil sportif. Sebab, inilah wadah agar mereka mampu melangkah ke jenjang yang lebih tinggi hingga menjadi pesepakbola profesional dan kompeten, pungkasnya.
Sementara itu, pelatih ASIOP Apacinti Mahruzal Nasution, mengaku bahwa laga tersebut tidak akan berjalan mudah seperti yang dibayangkan.
Tidak ada tim yang diunggulkan dan lemah. Meski pesertanya hanya delapan, tapi peserta yang diundang merupakan akademi dan SSB terbaik di Jabodetabek dan Bandung, ujarnya.
Setali tiga uang dengan Mahruzal, pendiri sekaligus pemilik SSB Tunas Patriot, Maman Suryaman mengatakan, ketatnya persaingan kompetisi akan memberikan stimulus bagi para siswanya.
Ini akan membuat para anak didik kami termotivasi mengembangkan potensi. Dengan begitu, tercipta persaingan di dalam SSB kami untuk terpilih dalam skuad utama, ujar mantan pelatih Persiraja Banda Aceh dan Persija Jakarta tersebut. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20









