BRI Liga 1 2023/2024: Pemaksimalan Potensi Ekonomi dan Penerapan Teknologi untuk Sepak Bola Lebih Baik
Afdholud Dzikry | 31 Januari 2024 13:33
Bola.net - BRI Liga 1 musim 2023-2024 bisa jadi merupakan musim kompetisi yang paling banyak dinanti. Bukan hanya karena suporter sudah mulai kembali 'menghidupi' stadion, tapi juga karena di musim ini ekonomi UMKM semakin menggeliat, ditambah adanya janji perubahan dengan pemanfaatan teknologi yang bakal diterapkan.
Antusiasme besar dari masyarakat Indonesia terhadap kompetisi BRI Liga 1 sebagai kompetisi kasta tertinggi sejatinya sudah terlihat sejak musim lalu. Dan ketika status pandemi Covid-19 beralih menjadi endemi pada 21 Juni 2023 lalu, riuh semangat suporter semakin terasa menyambut kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu.
Melihat besarnya antusiasme itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 26 Juni 2023 lalu resmi kembali menjadi sponsor utama Liga 1. Artinya, musim 2023/2024 ini merupakan kali ketiga berturut-turut BRI menjadi sponsor utama dan menegaskan status #BRIPalingBola tak berubah.
Dalam konferensi pers pengumuman BRI sebagai sponsor utama Liga 1, Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkap alasan pihaknya melanjutkan komitmen untuk ketiga kalinya tak lepas dari misi perseroan untuk terus menciptakan economic value dan social value di tengah masyarakat.
"Menurut riset dari Nielsen, tahun 2022 indeks brand awareness BRI meningkat dari 83 pada tahun 2021 menjadi 85 di tahun 2022, angka ini merupakan angka tertinggi pada 5 tahun terakhir. Demikian halnya indeks awareness brand BRImo yang meningkat dari 59 menjadi 61 di tahun 2022," ujarnya saat itu.
Tak hanya dari sisi ekonomi, dari sisi nilai sosial, BRI juga melihat adanya potensi untuk ikut serta dalam membantu kompetisi sepak bola berkembang lebih baik, yang nantinya bermuara pada Timnas Indonesia yang lebih baik pula. "Kita juga ingin menjadi bagian dari Indonesia yang memiliki tim sepak bola yang bersinar di tingkat global," ungkap Sunarso.
Melihat bagaimana semangat BRI turut membantu ekosistem sepak bola ke arah positif serta menjadikan #BolaPemersatuBangsa ke depannya, BRI Liga 1 2023/2024 bisa menjadi awal yang lebih baik untuk kompetisi sepak bola Indonesia di masa depan.
Ekonomi Menggeliat Seiring BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Tak bisa disangkal bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang paling digemari di Indonesia. Besarnya penggemar sepak bola ini juga menjadi sisi positif bergeraknya aspek ekonomi di masyarakat.
Hubungan antara olahraga, dalam hal ini sepak bola, dengan roda perekonomian masyarakat memang mutualisme. Apalagi setelah adanya pandemi Covid-19, sepak bola memiliki prospek ekonomi yang besar untuk mengembalikan perekonomian masyakarat.
Keyakinan yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Mohamad Dian Revindo. Menurutnya kompetisi sepak bola Indonesia, dengan antusiasme besarnya, nilainya bahkan bisa melebihi nilai sebelum pandemi Covid-19.
"Bahkan bisa melebihi Rp2,7 triliun seperti sebelum masa pandemi. Hal ini dikarenakan antusiasme penonton dan fans yang tetap tinggi. Mobilitas masyarakat yang berangsur normal sehingga dapat mendorong penonton datang ke stadion. Makin kuatnya bisnis hiburan TV dan saluran digital, serta pulihnya perekonomian," ujarnya.
Salah satu yang terbukti adalah tingginya angka kehadiran suporter di stadion untuk menonton laga BRI Liga 1 2023/2024 setelah pandemi. Hingga pekan ke-23, menurut data dari transfermarkt, jumlah kehadiran penonton di stadion mencapai 1.580.959 penonton dengan jumlah terbesar adalah penonton yang datang ke Stadion Patriot Candrabaga, markas Persija Jakarta, yang mencapai 497.394 penonton.
Dan tentu saja, semakin besar penonton yang datang langsung ke stadion, semakin besar pula potensi roda ekonomi klub dan juga masyarakat sekitar ikut menggeliat. Baik itu dari penjualan merchandise, tiket, pemanfaatan transportasi umum, hingga penjualan minuman dan makanan yang ada di sekitar stadion akan ikut terdongkrak.
Potensi Besar BRI Liga 1

Selain potensi perputaran ekonomi yang bisa mencapai Rp2,7 hingga Rp3 triliun dalam satu tahun seperti survei dari LPEM Universitas Indonesia, riset terbaru yang dilakukan oleh BRI Research Institute menunjukkan angka yang jauh lebih besar.
Dalam laporannya, BRI Research Institute pada Juni 2023 menyebut, penyelenggaraan BRI Liga 1 berpotensi menciptakan perputaran uang (output ekonomi) mencapai sekitar Rp9 Triliun. Jumlah itu tercipta mulai dari nilai tambah ekonomi, pendapatan rumah tangga, potensi pajak, hingga penciptaan kesempatan kerja.
Dan bila melihat data dari Transfermarkt yang dilansir Katadata pada 17 Juli 2023 lalu, BRI Liga 1 menempati peringkat pertama sebagai liga dengan estimasi nilai valuasi tertinggi di Asia Tenggara, yakni mencapai Rp1.30 trilun. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan Liga Thailand (Rp1.28 triliun), atau bahkan Liga Singapura (Rp947.73 miliar) yang ada di peringkat ketiga.
Bila semua potensi-potensi itu bisa berjalan dengan baik, tentu akan memberi multiplier effect yang lebih besar dalam terciptanya perekonomian yang kuat untuk semua stakeholder hingga ke level akar rumput.
Ujungnya, #BolaPemersatuBangsa akan semakin terasa dan bukan hanya menjadi tagline belaka.
Adanya Kolaborasi di BRI Liga 1 2023/2024

Bergulirnya BRI Liga 1 musim ini tak hanya menjanjikan sebuah kompetisi yang lebih baik dari sisi ekonomi. Akan tetapi juga menunjukkan komitmen perubahan yang diusung oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator kompetisi.
Mulai musim ini juga, PSSI menghadirkan wasit asing untuk memimpin pertandingan BRI Liga 1. Kehadiran wasit asal Jepang untuk memimpin pertandingan BRI Liga 1 merupakan bagian dari kerja sama Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) dengan PSSI dalam perwasitan.
Tujuan penunjukan dua wasit Jepang salah satunya adalah agar dapat menjadi contoh untuk pengadil pertandingan lokal.
"Tidak sekadar wasit asing memimpin tapi berkolaborasi dengan wasit lokal. Sepak bola kita akan meningkat kualitasnya jika diikuti juga dengan peningkatan SDM yang terlibat di dalamnya terutama perangkat pertandingan," ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir pada 11 Desember 2023 lalu.
Pemanfaatan Teknologi di BRI Liga 1

Bukan hanya berkolaborasi dengan pihak lain untuk membuat kompetisi lebih baik. PSSI dan PT LIB juga berniat memanfaatkan teknologi untuk membantu menciptakan kompetisi yang lebih baik, yakni dengan memakai teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Rencana penggunaan VAR pada BRI Liga 1 musim ini sudah disampaikan Ketua PSSI, Erick Thohir di awal musim. Dikatakan, VAR akan diterapkan mulai Februari 2024, atau setelah libur Pemilu.
Dukungan dari FIFA pun sudah didapatkan semenjak penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 lalu. Saat itu, ada tiga wasit berlisensi FIFA asal Indonesia yang bertugas sebagai Support Referee di Piala Dunia U-17 2023. Mereka juga telah mendapatkan pelatihan dari FIFA untuk operasional VAR.
Untuk percepatan, pada Desember 2023 lalu, ada beberapa training VAR kepada wasit, asisten wasit, dan replay operator yang digelar oleh PT LIB. Dan PT LIB juga sudah mendatangkan 15 unit teknologi VAR itu dengan dana lebih dari Rp100 miliar.
"Dengan usaha untuk meningkatkan kualitas wasit plus penggunaan VAR, kita berharap kompetisi semakin berkualitas dari segala sisi, termasuk dari kualitas pertandingan yang punya standar tinggi," harap Ketua PSSI, Erick Thohir.
BRI Liga 1 Fans Corner Dan LIB Super Apps, Inovasi Tanpa Henti dari PT LIB

Sejalan dengan bagaimana BRI Liga 1 menjadi pendukung kebangkitan ekonomi Indonesia, BRI dan PT Liga Indonesia Baru pada Kamis (25/1/2024) lalu meresmikan BRI Liga 1 Fans Corner. Peresmian ini semakin memantapkan status #BRIPalingBola.
Terletak di pusat perbelanjaan Fx Sudirman di kawasan Senayan, Jakarta, BRI Liga 1 Fans Corner mengusung konsep "one stop shopping" dengan menyediakan pernak-pernik klub BRI Liga 1 2023/24.
"Untuk pertama kalinya, LIB selaku operator kompetisi BRI Liga 1 2023/24 membuka toko resmi yang menyediakan merchandise dari klub-klub. Harapannya, kehadiran BRI Liga 1 Fans Corner bisa menjadi alternatif bagi fans sepak bola," ujar Direktur Utama LIB, Ferry Paulus di situs resmi LIB.
Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi juga dilakukan oleh PT LIB untuk berinovasi. Dalam kesempatan yang sama, LIB meluncurkan aplikasi LIB Super Apps. Aplikasi dengan konsep one stop yang wajib dimiliki oleh semua suporter tim-tim BRI Liga 1.
Pada aplikasi tersebut memuat banyak informasi mengenai kompetisi BRI Liga 1 secara umum seperti berita terbaru dari klub, live score, dan highlights pertandingan. Dan ke depannya, lewat aplikasi tersebut, suporter juga bisa melakukan pemesanan tiket pertandingan dan juga terintegrasi dengan BRI Liga 1 Fans Corner yang menyediakan segala pernak-pernik resmi klub.
Jangan Lewatkan Ini Bolaneters!
- Kolaborasi Biru di BRI Liga 1, Upaya Bersama BRI dan Arema FC untuk Membangun Industri Sepak Bola
- Peran Penting UMKM, Bagian yang Tidak Terpisahkan dari BRI Liga 1
- Jajal Persis Solo dalam Uji Coba, Arema FC Bidik Lebih dari Sekadar Hasil
- Program Khusus Persib Bandung Demi Fisik Mantap dan Chemistry Kuat
- Sibuk Naturalisasi Pemain, PSSI Diingatkan agar Tak Lupakan Kompetisi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









