Butuh Playmaker, Alasan Persebaya Kejar Lilipaly
Editor Bolanet | 11 Februari 2014 08:02
- Mereka butuh seorang playmaker. Ya, itulah alasan begitu ngebet untuk mendapatkan pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly. Padahal, tim asuhan Rahmad Darmawan sudah memiliki gelandang serang asal Kamerun, Patrice Nzekou.
Rahmad Darmawan memang sering mengeluhkan kinerja lapangan tengahnya. Menurut Rahmad, Nzekou dan Manahati Lestusen kerap terlambat untuk mengisi kekosongan antara lini tengah dan depan. Imbasnya, selain serangan Persebaya kerap terpatahkan, tim ini juga ketar-ketir ketika berhadapan dengan counter attack lawan.
Dari tiga pertandingan yang sudah dijalani di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, Persebaya terlalu bergantung pada Greg Nwokolo. Dua laga lawan Putra Samarinda dan Persela Lamongan kian mengguatkan anggaran 'Greg-sentris' di tim Persebaya.
Efek buruknya, ketiga Greg berhasil dimatikan, sektor lain menjadi lesu darah seperti anak ayam kehilangan induknya. Kondisi ini membuat Persebaya membutuhkan nafas baru untuk memberi perubahan pada permainan tim secara keseluruhan.
Sosok yang dianggap bisa memberi warna anyar adalah Stefano Lilipaly. Persebaya memang sudah punya banyak gelandang, tapi Lilipaly juga bisa berperan sebagai playmaker, jelas Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid.
Menurut Abror, Persebaya harus bergerak cepat untuk mendatangkan pemain berusia 24 tahun yang kini membela Almere City tersebut. Abror yakin, sebelum bursa transfer ditutup pada 28 Februari nanti, Lilipaly sudah resmi berseragam Persebaya.
Karena Lilipaly sudah mengantongi paspor Indonesia, maka Persebaya tak perlu risau dengan aturan pemain asing. Lilipaly sudah dinaturalisasi, jadi dia bisa main, pungkas pria yang menjabat sebagai Ketua Harian KONI Jawa Timur (Jatim) itu. (faw/gia)
Rahmad Darmawan memang sering mengeluhkan kinerja lapangan tengahnya. Menurut Rahmad, Nzekou dan Manahati Lestusen kerap terlambat untuk mengisi kekosongan antara lini tengah dan depan. Imbasnya, selain serangan Persebaya kerap terpatahkan, tim ini juga ketar-ketir ketika berhadapan dengan counter attack lawan.
Dari tiga pertandingan yang sudah dijalani di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, Persebaya terlalu bergantung pada Greg Nwokolo. Dua laga lawan Putra Samarinda dan Persela Lamongan kian mengguatkan anggaran 'Greg-sentris' di tim Persebaya.
Efek buruknya, ketiga Greg berhasil dimatikan, sektor lain menjadi lesu darah seperti anak ayam kehilangan induknya. Kondisi ini membuat Persebaya membutuhkan nafas baru untuk memberi perubahan pada permainan tim secara keseluruhan.
Sosok yang dianggap bisa memberi warna anyar adalah Stefano Lilipaly. Persebaya memang sudah punya banyak gelandang, tapi Lilipaly juga bisa berperan sebagai playmaker, jelas Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid.
Menurut Abror, Persebaya harus bergerak cepat untuk mendatangkan pemain berusia 24 tahun yang kini membela Almere City tersebut. Abror yakin, sebelum bursa transfer ditutup pada 28 Februari nanti, Lilipaly sudah resmi berseragam Persebaya.
Karena Lilipaly sudah mengantongi paspor Indonesia, maka Persebaya tak perlu risau dengan aturan pemain asing. Lilipaly sudah dinaturalisasi, jadi dia bisa main, pungkas pria yang menjabat sebagai Ketua Harian KONI Jawa Timur (Jatim) itu. (faw/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Bola Indonesia 6 Juni 2026, 11:18
-
After Gym Makin Simpel! Banyak Cowok Beralih ke Produk 2in1 Hair & Body
Lain Lain 6 Juni 2026, 09:50
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia vs Oman: Audero Jago, Romeny Sakti
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
-
FIFA Matchday: Indonesia Bantai Oman, Thailand Gagal Kalahkan Kuwait
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













